20:00 . RA ICP Nurul Ulum Wisata Edukasi di Bank Sampah Bojonegoro   |   18:00 . 8 Caleg DPRD Bojonegoro Berpotensi Melenggang dari Dapil V   |   17:00 . Sembilan Caleg Diprediksi Duduki Kursi DPRD Bojonegoro dari Dapil IV   |   14:00 . Pengangguran Angkatan Usia Kerja di Bojonegoro Capai 36.411   |   13:00 . Delapan Caleg Berpotensi Duduki Kursi DPRD Bojonegoro dari Dapil III   |   12:00 . Lapangan Gas JTB Mulai Fase Operasi, PEPC Pastikan Kontraktor Patuhi Aspek Keselamatan Kerja   |   10:00 . Sembilan Caleg DPRD Bojonegoro Berpotensi Melenggang dari Dapil Dua   |   20:00 . Hari Kedua Inacraft 2024, UMKM Pertamina Raih Transaksi Rp1,3 Miliar   |   19:00 . Asyikk...! Makanan D'Konco Cafe Bisa Dipesan Lewat Grabfood   |   17:00 . Anniversary ke-75, Persibo Bojonegoro Sediakan 10 Ribu Kupon Berhadiah   |   15:00 . Berikut Perolehan Sementara Suara Dapil 1 Bojonegoro   |   14:00 . Jelang Ramadan Stasiun Bojonegoro Lakukan Pengecekan KA   |   11:00 . KBIHU Attanwir Gelar Manasik ke 16   |   10:00 . Makna Megengan Sambut Ramadan dalam Tradisi Islam di Jawa   |   09:00 . Manasik ke 16, KBIHU Attanwir Bekali Calon Jemaah Haji   |  
Tue, 05 March 2024
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

LaNyalla Mengapresiasi Kejagung yang Usut Kasus PT Timah Temuan DPD RI

blokbojonegoro.com | Tuesday, 06 February 2024 15:00

LaNyalla Mengapresiasi Kejagung yang Usut Kasus PT Timah Temuan DPD RI

Reporter: Parto Sasmito 

blokBojonegoro.com - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberi apresiasi kepada Kejaksaan Agung RI yang mengusut dugaan tindak pidana korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 sampai dengan 2022, yang mengakibatkan kerugian negara. 

Dikatakan LaNyalla, kasus tersebut sudah diekspos oleh DPD RI pada tahun 2019 silam. Menyusul temuan dan aduan masyarakat Bangka Belitung, saat dirinya selaku Ketua DPD RI berkunjung ke Provinsi tersebut tahun 2019 silam. LaNyalla juga sempat memanggil beberapa stakeholder terkait di kantor DPD RI sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut. 

“Setelah saya mendapat temuan dan aduan di lapangan, saya tindak lanjuti dengan memanggil direksi PT Timah, sejumlah pemilik smelter, masyarakat nelayan dan LSM di Babel serta unsur dari Mabes Polri. Saat itu saya temukan semua pihak di Senayan. Hasilnya saya ekspose dan sampaikan di Sidang Paripurna DPD RI,” ungkap LaNyalla di Surabaya, Selasa (6/2/2024). 

Ia bersyukur akhirnya temuan dan ekspose tersebut benar-benar ditindaklanjuti aparat penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Agung. Bahkan Korps Adhyaksa tersebut sudah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. 

Diungkapkan LaNyalla, temuan tersebut bermula dari aduan yang disampaikan perwakilan dari 27 pemilik smelter di Babel yang dicabut ijinnya oleh Mabes Polri dengan dalih illegal mining. Sehingga mereka tidak bisa melakukan proses produksi dan ekspor Tin Ingot. Sehingga mereka harus menjual mineral mentah ke PT Timah. 

Tetapi anehnya, menurut aduan tersebut, PT Timah justru menunjuk 5 smelter rekanan untuk membantu prosesing. Sehingga PT Timah membeli dari mereka. Dari aduan itu, disampaikan bahwa PT Timah membeli dari rekanan mereka dengan harga di atas harga normal. Kemahalan inilah yang menyebabkan neraca keuangannya justru menurun, meskipun PT Timah menguasai tunggal, dibanding saat ke-27 smelter yang ditutup itu masih beroperasi. Di situ patut diduga terjadi permainan untuk menguntungkan para pihak secara pribadi dengan merugikan BUMN tersebut.

“Saat itu kami di DPD RI sudah membuat summary analisa kerugian PT Timah tahun 2019 akibat kerjasama dengan lima smelter rekanan. Lengkap dengan laporan keuangan PT Timah. Sumary tersebut telah kami kirimkan ke banyak pihak. Di antaranya ke aparat penegak hukum,” pungkas LaNyalla.

Seperti diberitakan, penyidik Jampidsus Kejagung dua kali melakukan pengeledehan ke sejumlah lokasi di Provinsi Bangka Belitung terkait kasus dugaan korupsi tata niaga timah tersebut. 

Penyidik juga memeriksa petinggi di PT Timah Tbk, yakni AU selaku Kepala Divisi Keuangan, AA selaku Kepala Bidang Sekretariat Unit Produksi Laut Bangka, dan FE selaku Direktur Keuangan dan Managemen Risiko.

Kejagung juga telah menetapkan satu orang tersangka berinisial TT dengan sangkaan sengaja menghalangi penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tata niaga timah tersebut.  [ito/red]

Tag : DPD, RI, LaNyalla, Kejagung



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 19 February 2024 20:00

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG Perwakilan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina mengunjungi kantor redaksi blokBojonegoro.com (Blok Media Group/BMG), di BMG CoWorking Space, Jalan Semanding-Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat