Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Anggapan bahwa penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus hanya menyerang orang lanjut usia (Lansia) kini mulai terpatahkan. Tren menunjukkan semakin banyak generasi muda yang terdiagnosis penyakit kronis akibat pola hidup tidak sehat, mulai dari kurang olahraga hingga konsumsi gula berlebih.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi Lorenzo (18), Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro. Ia mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini, salah satunya dengan rutin melakukan skrining kesehatan.
“Sebagai bagian dari generasi muda, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan pentingnya pencegahan,” ungkap Lorenzo, Sabtu (16/5/2026).
Seringnya bertemu dengan teman sebaya yang merasa masih muda, lanjut Lorenzo, banyak dari mereka kurang sadar untuk melakukan skrining riwayat kesehatan. Padahal, tanpa disadari, tekanan darah tinggi atau kadar gula yang tidak terkontrol bisa berkembang secara diam-diam.
“Jika tidak ditangani sejak awal, risiko jangka panjangnya sangat serius. Penyakit yang muncul mulai dari penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal,” jelasnya.
Menurut Lorenzo, langkah pencegahan penting dilakukan sebelum kondisi kesehatan memburuk. Ia pun mengenalkan salah satu program BPJS Kesehatan yang menyasar usia produktif, yakni Prolanis Muda.
Program tersebut ditujukan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berusia di bawah 45 tahun yang telah terdiagnosis hipertensi atau diabetes melitus dan masih aktif bekerja. Program ini dirancang untuk membantu peserta mengelola kondisi kesehatannya agar tetap stabil dan produktif.
“Tujuan program ini sangat jelas yaitu membantu peserta JKN mengelola kondisi kesehatannya. Kondisinya agar tidak parah dan tetap bisa berproduktif,” ujar Lorenzo.
Melalui program Prolanis Muda, kata Lorenzo, peserta tidak hanya mendapatkan edukasi kesehatan yang mudah dipahami. Selanjutnya, monitoring kesehatan secara berkala akan didapatkan. Seperti halnya, tracking aktivitas fisik yang membantu tetap disiplin bergerak dan pengingat minum obat.
“Lingkungan yang saling mendukung juga penting agar kita tidak merasa sendirian dalam menjaga kesehatan. Ayo jangan lupa hidup sehat, tetap Gerak dan tingkatkan pikiran positif,” ajaknya.
Lebih lanjut, Lorenzo menegaskan, penyakit kronis yang tidak dikendalikan sejak awal dapat memicu komplikasi serius, salah satunya gagal ginjal. Karena itu, kesadaran menjaga kesehatan harus mulai dibangun sejak usia muda.
“Saya dan keluarga sangat bersyukur menjadi peserta JKN. Jika sakit maka tidak perlu khawatir biaya pengobatannya. Seseorang yang harus menjalani cuci darah tentu biayanya sangat besar. Apalagi jika harus melakukan transplantasi ginjal, berapa besar biaya tanpa memanfaatkan layanan JKN,” tuturnya.
Di akhir perjumpaan, Lorenzo kembali mengingatkan bahwa kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan. Ia berharap generasi muda semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sebelum terlambat.
“Menjadi sehat adalah pilihan dan menjaga kesehatan adalah investasi jangka panjang. Jangan sampai kita menjadi Prolanis Muda karena terlambat menyadari kondisi diri. Mari cegah penyakit kronis bersama, mulai dari sekarang,” pungkasnya. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published