Al Aly Competition 2026 Cetak Pelajar Berprestasi dan Berkarakter
Terima penghargaan, para juara Al Aly Competition 2026 bersama pemangku kebijakan terkait (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Pesantren Modern Al Aly kembali sukses menggelar Al Aly Competition (AAC) 2026 pada Sabtu (16/5/2026). Ajang tahunan ini menjadi wadah pengembangan potensi pelajar sekaligus membangun karakter generasi muda yang cerdas, percaya diri, berakhlak, serta mampu berpikir kritis dan bertindak optimistis menghadapi tantangan masa depan.

Kegiatan bertema “Young Scholars: Think Critically Act Optimistically” ini diikuti sebanyak 481 peserta dari 73 sekolah di Bojonegoro, Cepu, dan Tuban. Berbagai cabang lomba dipertandingkan mulai tingkat SD/MI hingga SMP/MTs.

Untuk tingkat SD/MI, cabang lomba meliputi menyanyi solo, catur, tahfidz, OSN, kaligrafi, futsal, dan speech contest. Sedangkan tingkat SMP/MTs mempertandingkan tahfidz, speech contest, baca puisi, OSN, dan catur.

Ketua Panitia, Lela Asriyani menyampaikan, Al Aly Competition telah memasuki tahun ketujuh pelaksanaan dan terus menjadi ruang positif bagi pelajar untuk mengembangkan prestasi sekaligus mempererat silaturahmi antar lembaga pendidikan.

"Al Aly Competition 2026 telah menginjak di tahun ke-7 pelaksanaan. Momen ini menjadi sarana penting untuk siswa agar berkompetisi dan berprestasi. Selain itu sebagai ajang silaturahmi antar lembaga," ungkapnya.

Sementara itu, Dewan Penasehat Pesantren Modern Al Aly, Sya’roni, SE menegaskan bahwa peserta yang mengikuti kompetisi merupakan siswa yang telah memiliki tujuan dan semangat untuk berkembang. Menurutnya, proses yang dilalui peserta jauh lebih penting dibanding sekadar hasil akhir perlombaan.

"Dalam kompetisi ini yang jauh lebih dibutuhkan dan bermanfaat untuk kita semua adalah proses yang kita ikuti mulai dari persiapan sampai dengan pertandingan atau sampai dengan kompetisi yang telah kita ikuti tadi," tuturnya.

Ia menjelaskan, proses tersebut akan menjadi modal penting bagi para pelajar dalam meraih masa depan apabila dijalani dengan niat dan sikap yang benar.

Lebih lanjut, Sya’roni juga mengungkapkan terdapat tiga tipe orang dalam berkompetisi. Pertama, tipe yang ingin menang dengan berbagai cara. Kedua, tipe yang ketika kalah ingin orang lain juga kalah. Sedangkan tipe terbaik adalah menang-menang, yakni meraih kemenangan dengan sportivitas tinggi tanpa merendahkan lawan.

"Kemenangan diraih dengan sportivitas yang tinggi dan tidak ada rasa merendahkan lawan," lengkapnya.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar, Mohammad Agus Anshori, S.HI., M.M. Menurutnya, kompetisi seperti AAC menjadi sarana penting untuk melatih mental dan kemampuan peserta didik.

"Kegiatan kompetisi ini menjadi ajang melatih mental, melatih diri, dan mengasah diri," tutur Agus Anshori.

Hal senada turut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Dr. H. Amanulloh, S.Ag., M.HI. pihaknya menilai, bahwa kegiatan kompetitif dalam dunia pendidikan merupakan bagian penting dalam proses penggalian keterampilan dan kemampuan siswa.

"Kegiatan ini bagian pendidikan yang tidak bisa ditinggalkan. Kegiatan ini merupakan proses penggalian keterampilan dan skill para ananda," kata Amanulloh.

Dalam ajang tersebut, sejumlah peserta berhasil meraih prestasi terbaik di berbagai cabang lomba. Pada kategori Puisi tingkat SMP/MTs, juara pertama diraih Claudia Tiara Octaviani dari MTs Darul Istiqomah dengan nilai 517, disusul Zahra Dwi Afifah dari SMP Islam Al Aly dan Candra Rizqi Nur Pratama dari MTs Darul Istiqomah.

Cabang Futsal tingkat SD/MI dimenangkan SDN Kaligede 1 sebagai juara pertama, diikuti MI Muhammadiyah 21 Kapas, MI Islamiyah Kacangan, dan MI Fattahul Huda A.

Pada cabang Tahfidz SD/MI, juara pertama diraih Earlita Arsyifa Salsabila dari Griya Tahfidz Al Fatah Pacul Bojonegoro. Sementara cabang Speech SD/MI dimenangkan Keanu Almer Abrisam dari SDN 1 Kalitidu, sedangkan juara Speech Contest SMP/MTs diraih Gheisa Fals Sandra Asika dari SMPN 1 Kalitidu.

Untuk cabang OSN SD/MI, juara pertama diraih Bevis Aribah Prayaka dari SDN 1 Cepu. Sedangkan Tahfidz tingkat SMP/MTs dimenangkan Khoirunisa Athiyah Chafidhoh dari SMP Plus Alfatimah Bojonegoro.

Pada cabang Kaligrafi SD/MI, juara pertama diraih Tsania Rislatur Wafiroh dari MI Islamiyah Karangdowo, disusul Erlita Safa Haura dari MI Islamiyah Attanwir dan Najwa Khaira Wilda dari MI Islamiyah Karangdowo.

Cabang OSN tingkat SMP/MTs dimenangkan M. Farrel Nur Fitrianto dari SMP Plus Ar Rahmat dengan skor 226. Posisi kedua diraih Daffa Rizki Pratama dari SMP Plus Ar Rahmat, sedangkan juara ketiga diraih Najla Hasyanda Arifa dari SMP Muhammadiyah 2 Bojonegoro.

Sementara pada cabang Catur SMP/MTs, juara pertama diraih Abdullah Akbar Nayaka Syafiq dari SMPN MT Bojonegoro, disusul Apsara Putri Pertiwi dari MTs Muga Sumberrejo dan Arsyad Mifdalul Ilmi dari MTsN 1 Bojonegoro.

Untuk cabang Menyanyi Solo SD/MI, juara pertama diraih Aisyah Farhana Ardiansyah dari SDN Panjunan 2, juara kedua Moch. Aliussyafik Alamsyah dari MI Al Hidayah, dan juara ketiga Najma Zahirotul Ula dari MI Al Hidayah.

Sedangkan cabang Catur SD/MI dimenangkan Revandra Aqlan Lazuardi dari MIM 8 Bulu Balen. Posisi kedua diraih Delysa Nur Aqila Muayana dari MIM 18 Sumberrejo dan juara ketiga Sakha Wiratama Abiyu dari MIM 1 Bojonegoro.

Melalui Al Aly Competition 2026, Pesantren Modern Al Aly tidak hanya menghadirkan ruang perlombaan, tetapi juga membangun budaya kompetisi yang sehat, sportif, dan penuh nilai pendidikan. Semangat berpikir kritis dan bertindak optimistis yang diusung dalam kegiatan ini diharapkan menjadi bekal para pelajar untuk terus berkembang, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan karakter yang kuat dan berintegritas. [Ffeb/mad]