Kontributor: Ayu Rahma Fadila
blokBojonegoro.com – Ziarah Muassis Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro, Sabtu (7/11/2026), tidak sekadar menjadi agenda mengunjungi makam para ulama. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk mengenang sejarah dan meneladani perjuangan para pendiri NU.
Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bojonegoro, KH. M Saifur Rochmah atau Gus Saif, mengatakan ziarah menjadi salah satu cara untuk mengingat kembali jasa para leluhur, khususnya para muassis NU yang telah berjuang membangun dan membesarkan organisasi.
“Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dengan kita berziarah, kita selalu ingat kembali jasa para leluhur, khususnya para muassis. Perjuangan para ulama di mana pun berada nilainya tiada terkira,” ujarnya.
Menurut Gus Saif, melalui ziarah, generasi sekarang dapat membangkitkan kembali semangat perjuangan para pendahulu. Nilai-nilai perjuangan tersebut perlu menjadi pedoman dalam menjalankan khidmah kepada NU dan masyarakat.
Ia mengingatkan, melupakan sejarah akan membuat generasi penerus semakin jauh dari cita-cita luhur para ulama. Karena itu, mengenang perjuangan para muassis tidak cukup hanya dengan mengunjungi makam, tetapi juga harus mengambil pelajaran dari perjalanan dan keteladanan mereka.
“Kalau kita lupa sejarah, tentu kita akan semakin jauh dari cita-cita luhur para ulama,” tegasnya.
Gus Saif menambahkan, ziarah juga menjadi sarana untuk mengevaluasi arah perjuangan generasi sekarang. Nilai-nilai yang diwariskan para ulama harus tetap dijaga agar langkah dan pengabdian warga NU tidak menyimpang dari tuntunan para pendahulu.
Tradisi ziarah Muassis NU diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat untuk meneruskan perjuangan ulama melalui ilmu, amal, dan khidmah kepada umat. [ayu/mu]