Jelang Lebaran PDAM Maksimalkan Pasokan Air
Menjelang hari raya Idul Fitri, PDAM Bojonegoro terus memaksimalkan sistem pelayanan terhadap para pelanggannya. Salah satunya dengan menyiapkan petugas piket jika sewaktu terjadi gangguan.
Menjelang hari raya Idul Fitri, PDAM Bojonegoro terus memaksimalkan sistem pelayanan terhadap para pelanggannya. Salah satunya dengan menyiapkan petugas piket jika sewaktu terjadi gangguan.
Menyambut libur hari raya Idhul Fitri yang kurang sekitar dua pekan lagi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro akan melakukan perbaikan atau pemeliharan empat sektor pariwisata, seperti Kahyangan Api, Waterpark Dander, Waduk Pacal dan Rumah singgah Wonocolo.
Keberadaan Proyek Jambaran Tiung Biru (J-TB) di Kabupaten Bojonegoro, membuat DPRD melakukan persiapan. Seperti yang dilakukan Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro melakukan kunjungan kerja ke Dirjen Migas Kementrian ESDM, Selasa (13/6/2017).
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro benar-benar mengawasi penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR). Perusahaan yang terlambat memberikan THR kepada karyawan akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayarkan perusahaan kepada karyawan.
Di pertengahan Ramadan ini Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro mulai mengawasi penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR). Disperinaker mengimbau perusahaan untuk memberikan hak karyawan di momen Idul Fitri tersebut maksimal H-7.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan terus mengawasi harga 9 bahan pokok, yang telah ditetapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Hal itu dilakukan menjamin ketersediaan, stabilitas, dan kepastian harga barang kebutuhan pokok, khususnya pada saat puasa dan menjelang Lebaran 2017.
Bulan Ramadan menjadi bulan penuh berkah bagi seluruh umat Islam. Di momen bulan Ramadan, setiap orang akan berkumpul bersama keluarganya.
Dalam Kunjungan Kerja (Kunker) anggota komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) terkait implementasi kewenangan dan tanggung jawab pendidikan menengah ke Pemerintah Provinsi (Pemprov), Bupati Bojonegoro, Suyoto menyebutkan, saat ini guru honorer di Bojonegoro, mendapatkan gaji Rp.600 ribu per bulan, namun masih banyak permasalahan terkait hal tersebut.
Bertempat di ruang Productive Room gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Bupati membuka kunjungan kerja (kunker) tentang Implementasi Pengalihan SMA/SMK dari Kabupaten menuju Provinsi, yang dihadiri dari Komisi X Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPRRI) dan juga beberapa bupati tetangga, Kamis (8/6/2017).
Komisi X Dewan Perwakikan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tiba di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sekitar pukul 13.00. Rombongan langsung menuju ruang lantai tujuh Gedung tersebut.