Kolom
Santri Digital: Mengaji di Era Swipe dan Scroll
Di sebuah pesantren kecil di kaki Gunung Slamet, selepas subuh para santri berkumpul di serambi masjid dengan kitab kuning terbuka. Mereka mengaji sorogan, menyimak setiap kalimat Arab gundul yang dijelaskan sang kiai dengan penuh kehati-hatian. Tradisi ini berlangsung turun-temurun, sebuah warisan yang lebih tua dari usia republik. Namun ada yang menarik dari wajah-wajah mereka pagi itu: di sela-sela kitab, terselip ponsel pintar.