Skip to main content

Category : Tag: Kolom


Kolom

Santri Digital: Mengaji di Era Swipe dan Scroll

Di sebuah pesantren kecil di kaki Gunung Slamet, selepas subuh para santri berkumpul di serambi masjid dengan kitab kuning terbuka. Mereka mengaji sorogan, menyimak setiap kalimat Arab gundul yang dijelaskan sang kiai dengan penuh kehati-hatian. Tradisi ini berlangsung turun-temurun, sebuah warisan yang lebih tua dari usia republik. Namun ada yang menarik dari wajah-wajah mereka pagi itu: di sela-sela kitab, terselip ponsel pintar.

Kolom

Relevansi Pramuka di Era Koding dan Kecerdasan Buatan

Tahun ini, HUT Pramuka ke-64 terasa istimewa, bukan hanya karena usianya yang matang, tapi juga karena tantangannya yang… ya, bisa dibilang sudah upgrade. Dulu tantangan Pramuka adalah menyalakan api unggun di tengah hujan. Sekarang? Tantangannya mungkin memecahkan bug di tengah deadline, sambil melawan godaan menonton drama Korea episode terakhir.

Kolom

Beasiswa dan Mimpi-Mimpi Kita

Negara adil makmur, yang sering diistilahkan dengan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, juga impian yang terus dikhtiarkan menjadi kenyataan. “Gemah ripah loh jinawi, toto, titi tentrem kerto raharjo”, menjadi cita-cita nenek moyang sebagai the founding fathers negeri dengan penduduk 285 juta ini.

Kolom

Menduniakan NU Bojonegoro via Online

Selamat dilantik pengurus PC Nahdlatul Ulama, PC GP Ansor, PC Fatayat NU, PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Bojonegoro Minggu (3/8/2025) dalam pagelaran NU Fest 2025 di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro.

Kolom

Manusia Otentik, atau Sekadar Pandai Berpura-pura?

Filsafat eksistensialisme mengajarkan otentisitas: keberanian memutuskan, bertindak, dan bertanggung jawab. Manusia otentik bukan berarti bebas dari pengaruh lingkungan, melainkan mampu hidup dengan kesadaran dan integritas di dalamnya.

Kolom

Jadikan Membaca sebagai Ritual Harian

“Pacul bilih mboten nate diasah badhe papak.” Artinya, cangkul bila tidak pernah diasah akan tumpul. Itulah perumpamaan orang yang sudah punya ilmu tetapi lupa melakukan upgrade berkala.

Kolom

Gus Dur dan John Pembaptis

Di beberapa kesempatan, entah dengan nada gurau atau serius, sejumlah kawan mempertanyakan ulang kewalian Gus Dur. “Kalau Gus Dur memang seorang wali, mengapa dia kalah dalam pertarungan politik saat menjadi presiden? Jika benar Gus Dur wali— tanya mereka yang menyangsikan— mengapa Allah tidak menolongnya? Bukankah wali itu adalah kekasih? Apa Allah rela jika kekasihnya disakiti oleh musuh-musuhnya?” Seperti yang tercatat dalam lembar sejarah, Gus Dur dilantik menjadi Presiden Ke-4 RI pada 20 Oktober 1999.