Skip to main content

Category : Tag: Kolom


Kolom

Anak, Medsos dan Negara

Pagi itu ponsel remaja bergetar: notifikasi dari Instagram — “Akun Anda tidak lagi tersedia karena Anda berusia di bawah 16 tahun.” Bagi sebagian orang itu menimbulkan panik: foto, chat, kenangan — menguap sementara. Bagi pembuat kebijakan, itu adalah konsekuensi dari sebuah keputusan besar: menempatkan batas usia 16 tahun sebagai ambang aman untuk memiliki akun di platform media sosial besar. Di dunia nyata, kebijakan seperti ini tidak lahir begitu saja—ia muncul dari perdebatan panjang tentang perkembangan anak, kesehatan mental, privasi, dan tanggung jawab perusahaan teknologi.

Kolom

Pendidikan Holistik ala Imam Al-Ghazali

Kalau ada satu tokoh klasik yang pandangannya tetap terasa segar di tengah hiruk-pikuk pendidikan zaman sekarang, Imam Al-Ghazali boleh dibilang salah satunya. Bayangkan saja: hidup hampir seribu tahun lalu, tetapi pemikirannya tentang pendidikan terasa seperti nasihat bijak yang baru keluar dari seminar parenting edisi hari ini. Ia tidak sekadar bicara soal “cara mengajar,” tetapi juga “cara menjadi manusia seutuhnya”—yang akalnya terang, hatinya jernih, dan perilakunya selaras.

Kolom

Peran Stakeholder untuk Mengatasi Kekerasan Seksual

Beberapa Minggu terakhir, Kabupaten Bojonegoro seakan kehilangan napas. Berita demi berita tentang kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah kandung dan ayah tiri, tiga kasus sekaligus terhadap anak-anak mereka sendiri, menghentak ruang batin masyarakat, dan belum lama ini juga menyusul kakek tiri cabuli cucunya.

Kolom

Guru Ideal Era Digital

Ada sebuah ucapan bijak yang sering terdengar di ruang-ruang pendidikan: “Mengajar adalah belajar dua kali.” Ucapan ini bukan sekadar slogan manis untuk poster Hari Guru. Ia mengandung hikmah mendalam—bahwa guru yang baik bukanlah mereka yang merasa paling tahu, melainkan yang paling haus untuk terus belajar. Apalagi di era digital seperti sekarang, ketika informasi berlari lebih cepat daripada nasihat “kerjakan PR-mu sebelum tidur”.

Kolom

Guru yang Mendidik dengan Cinta

“We don't need no education Wе don't need no thought control No dark sarcasm in the classroom Teachers, lеave them kids alone Hey! Teacher! Leave us kids alone! All in all, you're just another brick in the wall”

Kolom

Belajar Tetap Asyik Saat Libur

Mengajak belajar di hari libur, itulah yang penulis lakukan dengan keponakan pada Ahad (23/11/25). Berbekal buku seri ‘Mewarnai Kreatif Dengan Contoh’ yang murah, keceriaan mereka tampak sekali.

Kolom

Bersetubuh dengan Waktu

Pernahkah Anda merasa waktu seperti satpam galak yang terus mengawasi, tak pernah berhenti barang sedetik pun? Atau justru seperti kekasih yang menuntut perhatian penuh? Iwan Fals dalam salah satu lagu legendarisnya mengajak kita “bersetubuh dengan waktu”—menggarisbawahi bahwa hubungan kita dengan waktu bukan sekadar persinggungan, tapi pertemuan yang amat intim. Bukan sekadar hidup berdampingan, tapi benar-benar menyelaminya.

Kolom

Mendakwahkan Membaca

Kemarin, Rabu (12/11/25), kita memperingati Hari Gerakan Nasional Membaca (HGNM). Peringatan ini bukan sekadar untuk ‘diingat’ saja, tetapi perlu berefleksi –diri kita masing, apakah membaca sudah menjadi aktivitas keseharian kita?

Kolom

Membumikan Peran Pemuda

28 Oktober, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP). Tentu, untuk bisa membumikannya setiap saat, peringatannya bukan sekadar simbolis –berhenti di upacara, membuat flyer; tetapi yang terpenting adalah memformulasikan hakikat sumpah pemuda dalam konteks kekinian.

Mas Kawin Berupa Cek: Tergolong Mahar Tunai atau Tidak Tunai?

Pemberitaan yang viral, seorang kakek menikahi seorang gadis di Pacitan, menyisakan satu masalah hukum yang luput disoroti. Yaitu penggunaan mas kawin berupa cek, apakah termasuk mahar yang dibayar tunai atau tidak? Hal ini perlu diungkap karena memiliki konsekuensi hukum, apakah pasangan yang berbeda usia jauh itu boleh berhubungan suami istri atau tidak? Terutama jika istri belum mau diajak berhubungan, maka suami harus menunggu sampai cek itu dicairkan istri.