Skip to main content

Category : Tag: Kolom


Kolom

Beasiswa dan Mimpi-Mimpi Kita

Negara adil makmur, yang sering diistilahkan dengan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, juga impian yang terus dikhtiarkan menjadi kenyataan. “Gemah ripah loh jinawi, toto, titi tentrem kerto raharjo”, menjadi cita-cita nenek moyang sebagai the founding fathers negeri dengan penduduk 285 juta ini.

Kolom

Menduniakan NU Bojonegoro via Online

Selamat dilantik pengurus PC Nahdlatul Ulama, PC GP Ansor, PC Fatayat NU, PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Bojonegoro Minggu (3/8/2025) dalam pagelaran NU Fest 2025 di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro.

Kolom

Manusia Otentik, atau Sekadar Pandai Berpura-pura?

Filsafat eksistensialisme mengajarkan otentisitas: keberanian memutuskan, bertindak, dan bertanggung jawab. Manusia otentik bukan berarti bebas dari pengaruh lingkungan, melainkan mampu hidup dengan kesadaran dan integritas di dalamnya.

Kolom

Jadikan Membaca sebagai Ritual Harian

“Pacul bilih mboten nate diasah badhe papak.” Artinya, cangkul bila tidak pernah diasah akan tumpul. Itulah perumpamaan orang yang sudah punya ilmu tetapi lupa melakukan upgrade berkala.

Kolom

Gus Dur dan John Pembaptis

Di beberapa kesempatan, entah dengan nada gurau atau serius, sejumlah kawan mempertanyakan ulang kewalian Gus Dur. “Kalau Gus Dur memang seorang wali, mengapa dia kalah dalam pertarungan politik saat menjadi presiden? Jika benar Gus Dur wali— tanya mereka yang menyangsikan— mengapa Allah tidak menolongnya? Bukankah wali itu adalah kekasih? Apa Allah rela jika kekasihnya disakiti oleh musuh-musuhnya?” Seperti yang tercatat dalam lembar sejarah, Gus Dur dilantik menjadi Presiden Ke-4 RI pada 20 Oktober 1999.

Kolom

Menguatkan Marwah Guru

Akhir-akhir ini, viral video parodi dengan inti, guru takut menegur peserta didik karena malas berurusan dengan orang tua dan tidak ingin berakhir penjara. Coba tengok video reels ig-nya @langit_gardanegara “When guru udh gak mau nasehatin murit karena takut dipenjara” dengan menyisipkan pesan mau ditegur, takut dipenjara, nasib guru sekarang.

Perpustakaan dan Peradaban Manusia Berpikir

Tokoh-tokoh besar visioner di masa lalu telah menyadari jika peradaban tidak mungkin dapat dibangun hanya dengan kekuatan militer dan penambangan emas. Rezim militer bisa saja melakukan ekspansi, menaklukkan kekuasaan politik, dan mengendalikannya untuk jangka waktu tertentu.