Skip to main content

Category : Tag: Go


Bahaya..! 4.251 Pasien HIV/AIDS, 2.321 dari Luar Daerah

Pasien dengan HIV/AIDS di Kabupaten Bojonegoro telah menunjukkan angka mengkhawatirkan. Bahkan, bisa disebut lampu merah. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, sebanyak 4.251 pasien HIV/AIDS tercatat menjalani pengobatan di berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Bojonegoro.

Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Perda KLA, Dorong Kebijakan Terintegrasi

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendorong keterlibatan lintas sektor dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak. Langkah tersebut diperkuat melalui sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bojonegoro Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA).

Karangsono Dorong Perdes Pencegahan Perkawinan Anak, Bidik Nol Kasus

Desa Karangsono, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, mulai menyiapkan regulasi khusus untuk memperkuat pencegahan perkawinan anak. Melalui workshop penyusunan Peraturan Desa (Perdes), pemerintah desa bersama masyarakat menargetkan terwujudnya Desa Karangsono dengan nol kasus perkawinan anak.

Mutiara Islami

Pola Pikir Bertani Menurut Islam, Bagaimana Konsepnya?

Indonesia adalah negara agraris yaitu negara bangsa yang sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian dan menjadikan hasil bumi sebagai sumber utama perekonomian. Kalau diprosentasikan maka 26,15 % penduduk Indonesia bekerja sebagai petani dari total tenaga kerja nasional. Di dalam sektor agraris sendiri, mayoritas petani Indonesia terkonsentrasi pada subsektor tanaman pangan (seperti padi dan jagung) yang mencakup sekitar 40,25% dari total petani.

Tingkatkan Minat Baca, Relima Bojonegoro Hadirkan Kelas Menulis dengan Konsep Touring Space

Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Lokus Kabupaten Bojonegoro menghadirkan konsep belajar berbeda untuk mendorong minat baca dan literasi masyarakat. Melalui program Kelas Menulis: Bojonegoro dalam Sepotong Puisi, peserta diajak belajar sekaligus menjelajahi sejumlah ruang sejarah dan budaya di Bojonegoro.