14:00 . FB, IG, dan WA Sedang Down? Coba Lakukan ini   |   13:00 . Prediksi Awal Hari Raya Idul Fitri Akan Bersamaan   |   12:00 . AMSI Himbau Publik Baca Berita Dari Sumber Dipercaya   |   11:00 . Bunda Belanja, Anak-anak Bermain   |   10:00 . 172 Jabatan Sekdes Kosong, Pemilihan Wewenang Desa   |   08:00 . Aula Belajar Maslakul Huda Resmi Dibuka untuk Kegiatan Belajar Mengajar   |   07:00 . Ada Riwayat Keluarga dengan Penyakit Jantung? Lakukan Ini...   |   00:00 . Teguhkan Komitmen Pada Muhammadiyah Melalui Baitul Arqom   |   23:00 . BPD dari 13 Desa di Kecamatan Kapas Dilantik   |   22:00 . Aksi 22 Mei, Penumpang KA Jurusan Jakarta Diperiksa   |   21:00 . Peringati Nuzulul Quran, Remas Jami'Baitul Ghofur Sumodikaran Bagi Takjil   |   20:00 . Kenalkan Bright Gas Melalui 'BEDUK'   |   19:00 . Liga 3 Mulai, Persibo Siapkah?   |   18:30 . Persibo di Group A, Inilah Selengkapnya   |   18:00 . BPK Nilai WTP Laporan Keuangan Bojonegoro   |  
Wed, 22 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 22 February 2019 17:00

Setiap Bulan, 1 Ton Krupuk Tahu Kedungadem Dikirim ke Luar Kota

Setiap Bulan, 1 Ton Krupuk Tahu Kedungadem Dikirim ke Luar Kota

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Tak disangka, di Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro Jawa Timur, ada tempat produksi kerupuk tahu dalam skala yang cukup besar. Meskipun produksi sepenuhnya masih dilakukan sendiri bersama keluarga.

Lilik, pemilik tempat produksi kerupuk tahu menjelaskan, setiap hari ia memproduksi kerupuk tahu dengan menggunakan tepung seberat 75 kilogram.

"75 kilogram itu adalah campuran antara tepung trigu dan tepung kanji," terangnya.

Awal memproduksi kerupuk tahu ini, dimulai oleh Surhadi, suami Lilik yang saat itu bersekolah di Pasuruan. Saat di pasuruan, Surhadi ikut sang kakak dan belajar membuat kerupuk tahu sejak tahun 2004.

Setelah menikah, Surhadi pun tetap memproduksi kerupuk tahu bersama sang istri. Di desa kelahiranya itu, juga dibantu oleh sang ibu dan kerabat terdekat.

Mursini, orang tua Surhadi membeberkan, sebagian besar produksinya dikirim langsung ke Pasuruan setiap bulannya. Ada juga yang dijual ke pasar Sumberrejo.

"Untuk yang disetor ke Pasuruan biasanya per bulan, kita tunggu hingga 1 ton, kadang bisa lebih. Dan dijual mentah perkilogram seharga Rp15 ribu," terangnya kepada blokBojonegoro.com.

"Kalau setiap minggu nanti malah rugi transportnya, soalnya jauh," imbuh lilik.

Sedangkan untuk ke pasar Sumberrejo dijual matang. Dari hasil penjualan tersebut, kata Lilik, pendapatannya masih jutaan rupiah. [aim/mu]

Tag : krupuk, usaha, usaha rumahan, produksi kerupuk

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat