08:00 . Penting untuk Kenali Gejala Covid Sejak Awal   |   07:00 . Wajib Tahu, Ini 4 Penyebab Sperma Encer dan Solusinya   |   06:00 . Momentum HGN; dari Guru untuk Bangsa   |   21:00 . TBM Budi Utomo Tingkatkan Budaya Literasi di Kecamatan Malo   |   20:00 . Workshop dan Pelatihan untuk Perajin Resmi Dibuka Hari Ini   |   19:00 . Wisata Gerabah Rendeng Masih Bertahan di Tengah Pandemi   |   18:30 . Update Perkembangan Terkini Covid-19 di Indonesia   |   18:00 . Sempat Pindah-pindah Tempat, Geprek ini Kebanjiran Pelanggan Setiap Hari   |   17:00 . Cegah Pernikahan Dini, 44 Mahasiswa Ikuti Pembinaan Pra Nikah   |   16:00 . Wisata Edukasi Grabah Kembali Dibuka, Begini Kondisinya di Masa Pandemi   |   15:00 . AKBP Eva Guna Pandia Resmi Jabat Kapolres Bojonegoro   |   14:00 . Nikmatnya Es Cao Legendaris di Jalan Teuku Umar   |   13:00 . Program-program Imunisasi di Indonesia Terbukti Berhasil Cegah Penyakit Menular   |   12:00 . Kaum Muda Harus Jadi Pendorong Perilaku Aman Covid-19   |   11:00 . Ciptakan Smartphone Shower Plant SMP-5 untuk Siram Tanaman Via HP   |  
Wed, 25 November 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 19 November 2020 19:00

PTSL di Kanor Dipermasalahkan Warga

BPN: Tidak Sesuai Surat Pemohon, Sertifikat Dapat Dibatalkan

BPN: Tidak Sesuai Surat Pemohon, Sertifikat Dapat Dibatalkan

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Polemik pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Kabalan Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, belum selesai. Namun Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bojonegoro memastikan sertifikat yang terbit dapat dibatalkan, jika tidak sesuai surat pernyataan pemohon PTSL.

Meskipun sempat dimediasi pertama oleh Pemerintah D3sa Kabalan, belum ada kepastian masalah sertifikat tersebur. "Pemohon ada surat pernyataan penguasaan bidang tanah, jika tidak sesuai dapat dibatalkan sertifikatnya dan harus mengembalikan," kata Ketua Tim PTSL BPN Kabupaten Bojonegoro, Agus Susanto, Kamis (19/11/2020).

Dijelaskan, pelaksanaan PTSL di setiap desa diawali permohonan dari Pemerintah Desa. Kemudian BPN mengadakan penyuluhan ke masyarakat, serta di desa pelaksana PTSL dibentuk Pokmas atau panitia desa.

"Sekaligus dibutuhkan kejujuran, karena pemohon PTSL yang mempunyai tanah dan didukung surat-surat kepemilikan tanah dan kewajiban memasang tanda batas," jelasnya kepada blokBojonegoro.com.

Menurutnya, pemohon PTSL mengisi surat pernyataan yang di dalamnya terdapat posisi dan kepemilikan tanah, tanah tidak dijadikan jaminan sesuatu hutang, tidak dalam keadaan sengketa, bukan merupakan aset, tidak termasuk kawasan hutan, asal usul tanah (waris, jual beli, wasiat, hibah) dan yang lainnya.

"Dalam surat pernyataan itu sewaktu-waktu pernyataan itu salah, siap dituntut pidana maupun perdata. Sekaligus yang bersangkutan bersedia sertifikat yang sudah diterima, dapat dibatalkan oleh pejabat yang berwenang," ujarnya.

Ditambahkan, BPN juga bersedia menjadi fasilitator mediasi apabila ada surat permohonan dari pemilik tanah yang bermasalah dengan dilengkapi bukti-bukti kepemilikan.

Seperti diberitakan blokBojonegoro.com sebelumnya, pelaksanaan PTSL di Desa Kabalan Kecamatan Kanor dipermasalahkan warga, karena dianggap tidak sesuai. Pasalnya tanah yang dibeli warga seluas 310 meter persegi, dalam sertifikat hanya 197 meter persegi. Sedangkan sisa tanah tersebut menjadi sertifikat atas nama orang lain, tanpa sepengetahuan pemilik tanah sesungguhnya. [zid/lis]

 

 

Tag : Bpn, tanah, sertifikat


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat