18:00 . Workshop Peningkatan Mutu dan Peran Komite Sekolah Diikuti 152 Peserta   |   14:00 . PPKD Gelar Raker Tahun 2021 di Toyoaji   |   12:00 . PK Ditolak, Persibo Bojonegoro Tuntut Keadilan Lewat PSSI Pusat   |   08:00 . Kabar Gunung Semeru, Presiden akan Relokasi Warga   |   07:00 . 2 Kesalahan Pola Asuh yang Sering Dilakukan Orangtua Zaman Now   |   22:00 . Mendag Lutfi: Bisnis Waralaba Sukses Beradaptasi di Masa Pandemi Covid-19, Menjadi Tuan Rumah dan Kuasai Pasar Negeri   |   21:00 . Satpol PP Bojonegoro Raih Penghargaan dari Kemendagri   |   20:00 . Pemkab Bojonegoro Gelar Sosialisasi Pemekaran Desa Sukorejo   |   19:00 . Persibo Ajukan PK, Laga Mitra Surabaya kontra Deltras Sidoarjo Ditunda   |   18:30 . Selamat..! Ponpes Attanwir Dapat Penghargaan Eco Pesantren dari Gubernur Jatim   |   18:00 . Awas...!! Tanggul Bengawan Solo Ambles   |   16:00 . Media Gathering EMCL, Ajak Wartawan Menjadi Konten Kreator di Medsos   |   15:00 . Menjelang Nataru, Harga Daging Ayam di Bojonegoro Naik   |   14:00 . Grafik Harga Emas UBS Hari ini Terpantau Naik   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ikuti Penilaian Evaluasi Program Menuju Smart City 2021   |  
Wed, 08 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Diskominfo Jatim Gelar Diskusi Tanggulangi Radikalisme Bagi Para Pegiat Medsos

blokbojonegoro.com | Tuesday, 17 November 2020 20:00

Diskominfo Jatim Gelar Diskusi Tanggulangi Radikalisme Bagi Para Pegiat Medsos

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Dalam rangka meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat serta pegiat media sosial, dalam upaya penanggulangan radikalisme dan terorisme. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur gelar  kopilaborasi dengan tema "Perlibatan Masyarakat dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme".

Kopilaborasi sendiri merupakan wadah diskusi teknologi informasi bagi masyarakat maupun pegiat media sosial untuk menyampaikan aspirasi.

Agenda yang digelar pada, Selasa (17/11/2020) bertempat di Aston Hotel Bojonegoro ini dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Jawa Timur, Kepala Bakorwil Bojonegoro, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Bojonegoro, serta pegiat media sosial dari wilayah Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. 

Dalam sambutannya, Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro; Dyah Wahyu Ermawati, berujar kopilaborasi ini merupakan wadah bagi masyarakat dan pegiat media sosial di Jawa Timur, untuk menyampaikan aspirasi dan diskusi terkait teknologi informasi. Khususnya pada wilayah koordinasi Bojonegoro. 

Belakang ini aksi terorisme tengah mewarnai perjalanan Indonesia. Baik berasal dari kelompok teror, terorisme persoalan ideologi hingga peluru tajam. Maka diperlukan penguatan nilai lokal sebab sangat berpengaruh, terkait kemajemukan bangsa Indonesia dalam berpandangan dan mendukung tinggi nilai toleransi. 

"Kolaborasi merupakan wadah bagi Masyarakat dan pegiat medsos di Jawa Timur, terutama wilayah Bojonegoro. Hal ini diperlukan sebab awal mula radikalisme berasal dari sosmed, oleh karena itu diperlukan penguatan nilai dan ideologi lokal," ungkap Kepala Bakorwil Bojonegoro. 

Senada, Kepala Kesbangpol, Mahmudi juga menyampaikan bahwa kondisi saat ini meski di tengah pandemi Covid-19 tampak begitu kondusif. Hal ini berkat kerjasama dan sinergi dari berbagai pihak, baik TNI, Polri dan semua elemen Masyarakat. Kesbangpol sendiri sebenarnya ada tiga tugas, di antaranya upaya politik, wawasan kebangsaan hingga upaya pencegahan konflik. 

"Berkat semua unsur dari TNI, Polri dan semua elemen Masyarakat sehingga kondisi saat ini kondusif. Tugas kesbangpol sendiri ada tiga, baik upaya politik hingga pencegahan konflik," tuturnya. 

Hal ini juga disampaikan oleh Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Bojonegoro, Didik Wahyu, diperlukan sinergi antara kelompok informasi Masyarakat dibentuk dalam rangka memberikan informasi di desa. KIM sendiri di Bojonegoro mulai terbentuk pada tahun 2013, yang menggunakan media informasi berupa website desa dan KIM.

"Tahun 2013 merupakan awal mula terbentuknya kelompok informasi masyarakat. Yang mana diperlukan sinergi untuk memberikan sebuah informasi di desa melalui media website," kata Didik. 

Berbicara terkait pencegahan radikalisme, kita bisa fokus menginformasikan potensi yang di miliki oleh desa. Dengan cara kita lawan melalui konten positif, seperti halnya promosi wisata Desa hal ini lebih menginformasikan sebagai bentuk culture/budaya. [liz/lis]

 

 

 

Tag : Terorisme, radikalisme



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 06 December 2021 12:00

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi Gunung Semeru atau dikenal dengan Mahameru, yang ada di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, dilaporkan meletus pada Sabtu, 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more