09:00 . Satgas Covid-19 Monitoring Strain Virus Baru   |   08:00 . Makin Pedas, Harga Cabai Rawit Tembus Rp105 Ribu Perkilogram   |   07:00 . 30 Persen Anak Muda Disebut Alami Kecanduan Smartphone, Ini Saran Pakar   |   21:00 . Razia Kamar Kos, Dua Pasangan Diamankan, Satu Diantaranya Masih Pelajar   |   20:00 . Dinsos Tiadakan Pemberian Santunan Korban Covid-19 Meninggal Dunia   |   19:00 . Personil Binamulia Bantu Masyarakat Terdampak Bencana Banjir   |   18:00 . Asiknya Mancing di Embung Ngraden Kecamatan Padangan   |   17:00 . NU Sebut Vaksin Ikhtiar untuk Sehat   |   16:00 . Uang Nasabah BRI yang Sempat Hilang Telah Dikembalikan   |   15:00 . Warga Deling Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Teras Rumah   |   14:00 . Farida Hidayati Serahkan Hibah 20 Mesin Jahit dan 2 Laptop Pada Pelatihan DPD LDII   |   13:00 . Desa dan Masyarakat Menjadi Garda Terdepan dalam Pencegahan Terorisme   |   12:00 . Jalan Menuju Dusun Bangkle yang Belum Teraliri Listrik Memprihatinkan   |   11:00 . Peningkatan Zona Kuning Harus Memotivasi Daerah Masuk Zona Hijau   |   10:00 . Integrasi Data Pusat - Daerah Akan Meningkatkan Kualitas Keakuratan   |  
Fri, 05 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Petugas Gabungan Hentikan Pentas Elektone di Ngasem

blokbojonegoro.com | Friday, 29 January 2021 18:00

Petugas Gabungan Hentikan Pentas Elektone di Ngasem

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Petugas gabungan dari TNI, Polisi, dan Satpol PP menghentikan hajatan yang digelar seorang warga Ngasem. Pemilik hajatan diberikan pengertian dan bersedia menghentikan gelaran hajatannya.

Hajatan itu digelar di Desa Ngantru kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Sidoarjo pada Jum’at (29/1/2121).

Kapolsek Ngasem, AKP Agus Elfauzi mengatakan, sebelumnya petugas Polsek Ngasem ini Mendapatkan Informasi adanya kerumunan warga di sebuah resepsi pernikahan yang diselenggarakan oleh Saudara Khosim warga Desa Ngantru, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. bahkan ada peralatan musik elektone beserta pemainnya serta penyanyinya.

"Pemerintah sudah mengeluarkan maklumat dan juga kepolisian tidak memberikan ijin terhadap pertunjukkan musik atau sejenisnya didalam kegiatan Acara atau diluar ruangan, dan juga masyarakat diharuskan melaksanakan protokol kesehatan Covid 19, dan jika terjadi pelanggaran maka Petugas Polisi atau satgas Gugus tidak akan segan-segan mengambil tindakan," ucap Kapolsek Ngasem.

Kemudian Kapolsek Ngasem mendatangi sebuah resepsi pernikahan dengan dihadiri oleh masyarakat banyak dan tidak mengindahkan protokol kesehatan Covid 19.

"Kemudian kami datangi lokasi tersebut, dan benar ada kerumunan masa yang jumlahnya sangat banyak tidak menjaga jarak sesuai aturan dan juga kapasitas jumlahnya 80 persen dari luas tempat," Kata AKP Agus Elfauzi.

Kapolsek Ngasem juga menambahkan dengan pendekatan dan pengarahan yang baik yang dilakukan oleh petugas, akhirnya pihak tuan rumah menyadari dan menghentikan hiburan musik elektone tersebut. Pihaknya juga himbauan kepada warga yang sedang berada dilokasi Hajatan resepsi untuk bergantian masuk dengan kapasitas 35 persen.

"Kami tegaskan untuk hiburan musik tidak dilakukan dan pengunjung resepsi agar keluar dan bergantian dengan yang lain," Tambah Kapolsek Ngasem.

Setelah diimbau dan juga tindakan tegas dari aparat Polsek Ngasem bersama Koramil dan Satpol PP Setempat akhirnya acara dilanjutkan dengan protokol kesehatan dan beberapa petugas harus mengawal dan menunggu hingga acara usai. Masyarakatpun mengikuti himbuan petugas dan bergantian masuk ke dalam acara hajatan, serta tidak ada hiburan elektone.

"Kami tegaskan sekali lagi, bahwa jangan sampai ada masyarakat yang menggelar hiburan di Pandemi Covid 19 ini, jika pun mengadakan acara resepsi atau hajatan agar melakukan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah," tutupnya. [her/lis]

 

 

Tag : Covid, petugas, gabungan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat