07:00 . Saat Tekanan Darah Naik, Konsumsi 6 Makanan Ini Agar Turun!   |   21:00 . Silaturahmi ke Masyarakat, PKB Pastikan Perjuangkan Nasib Warga   |   20:00 . Polres Bojonegoro Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021   |   19:00 . Jelang Lebaran Petani Clebung Panen Kacang Tanah   |   18:00 . Muhammadiyah Umumkan 1 Syawal Jatuh 13 Mei 2021   |   17:00 . Asyiknya Ngabuburit Sambil Jogging di Kahyangan Api   |   16:00 . Produsen Kuker Jadoel Kebanjiran Pesanan Selama Bulan Ramadan   |   15:00 . Sebagai Reward Lebaran, Remisi Napi Akan di Umumkan Setelah Idul Fitri   |   14:00 . Beragam Olahan dari Kelor di Desa Bogo Miliki Bahan Baku Sendiri   |   13:00 . Indonesia Terima 982 Ribu Dosis Vaksin Untuk Vaksinasi Gotong Royong   |   12:00 . Satgas: Adanya Varian Baru Jangan Disikapi Dengan Panik   |   11:00 . Berbelanja Online Cara Paling Aman Menyambut Lebaran Tanpa Berkerumun di Pusat Perbelanjaan   |   09:00 . Satgas Ingatkan Tradisi Belanja Lebaran Jangan Memicu Klaster Baru   |   07:00 . Tanpa Disadari Anak-Anak Bisa Konsumsi Gula Seperempat Kilo Sehari   |   05:00 . 4 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 4 Orang   |  
Thu, 06 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Isu Garam Bercampur Kaca, Bisa Dimanfaatkan Oknum Nakal

blokbojonegoro.com | Wednesday, 16 August 2017 18:00

Isu Garam Bercampur Kaca, Bisa Dimanfaatkan Oknum Nakal

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Dengan adanya isu garam yang bercampur kaca yang semakin meluas di kalangan masyarakat kota Ledre, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, berharap tidak dijadikan sebuah hal yang dibesar-besarkan lantaran isu tersebut.

Pasalnya, hal tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh oknum-oknum nakal yang tidak bertanggungjawab untuk membuat resah seluruh masyarakat. Selain itu, biasanya juga dijadikan untuk menjatuhkan perusahan tertentu lantaran persaingan produk.

"Hal tersebut sering terjadi lantaran persaingan produk dari satu perusahan dengan perusahaan lainnya," ungkap Kabid Bina Usaha Perdagangan, Agus Haryana.

Disisi lain, jika menemukan adanya garam yang bercampur kaca, diharapkan masyarakat langsung melapor ke Dinas Perdagangan, agar bisa ditindaklanjuti lagi. Pasalnya, kata Agus, dulu juga pernah ada garam yang bercampur kaca yang beredar di kabupaten tetangga dan juga beredar di Bojonegoro, namun sekarang sudah tidak ada produknya.

"Pastinya masyarakat lebih tau tentang apa yang beredar di tengah-tengah masyarakat, tentang produk-produk yang tidak sesuai dengan aturan, oleh karena itu Kami mohon untuk kerjasamanya," lanjut pria 50 tahun ini.

Selain itu, jika masyarakat masih ragu tentang garam yang mau dikonsumsin, masyarakat bisa terlebih dahulu mengecek menggunakan air panas maupun dingin untuk melarutkan garam, sehingga lebih jelas. [din/mu]

Tag : garam bercampur kaca, garam kaca bojonegoro

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat