17:00 . Awal Tahun 2022, Ada 164 Kasus DBD dan DD Masuk Dinkes Bojonegoro   |   16:00 . Harga Cetakan Antam Turun, UBS Justru Naik   |   15:00 . 1 Jiwa Melayang, Pemdes Kandangan Imbau Tetap Waspada DBD   |   14:00 . Sepanjang 2021, Dinas Damkar Tangani 445 Sarang Tawon   |   13:00 . Era Baru Perdagangan Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka Dimulai   |   12:00 . Bupati Anna Siapkan 4000 Beasiswa untuk Mahasiswa Tugas Akhir   |   11:00 . Kecelakaan Bus Margo Djoyo, 1 Orang Meninggal 5 Luka-luka   |   10:00 . Video Proses Evakusi Badan Bus Terguling di Jalur Bojonegoro Surabaya   |   09:00 . Video Kecelakaan Bus Terguling di Jalan Bojonegoro Surabaya   |   08:00 . Bus Terguling di Jalan Bojonegoro - Surabaya   |   07:30 . Hindari Truk, Bus Terguling di Mojodeso   |   07:00 . Jangan Langsung Dimarahi Jika Nilai Sekolah Anak Menurun, Bisa Jadi Gejala Stres Belajar   |   19:00 . Pelajar Bojonegoro Ikuti Virtual Zoom Meeting Himabo Goes To Campus   |   18:00 . Sinergi TNI-Polri Bersama Wartawan Bojonegoro   |   16:00 . Dinkes Bojonegoro Catat 112 Kasus DBD, 2 Orang Meninggal   |  
Tue, 18 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Omzet Penjualan Seragam Sekolah Turun, Pedagang Mengeluh

blokbojonegoro.com | Tuesday, 07 July 2020 19:00

Omzet Penjualan Seragam Sekolah Turun, Pedagang Mengeluh

Kontributor : Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Menjelang tahun ajaran baru, para penjual seragam di Pasar Bojonegoro mengeluh karena
omzet penjualan mereka menurun hingga 90 persen. Hal itu akibat sepi pembeli dan anjuran siswa sekolah untuk belajar di rumah karena pandemi.

Salah seorang pedagang seragam sekolah, Mbak Tutik, berujar, penjualan seragam sekolah tahun ajaran baru kali ini memang tak seperti tahun lalu. Padanya situasi pandemi yang mana belum ada kejelasan terkait kapan memulai aktivitas kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

"Penjualan seragam sekolah tahun ajaran baru kali ini lumayan sepi, beda seperti tahun lalu. Ya karena pandemi," ungkap Mbak Tutik.

Ia juga mengatakan, jika tahun lalu ketika menjelang tahun ajaran baru selalu menambah stok persediaan seragam sekolah. Untuk tahun ini ia justru mengurangi stok persediaan untuk antisipasi beberapa kemungkinan.

Senada yang diungkapkan Tutik, Rahmad, penjual seragam sekolah di lapak pasar Bojonegoro, mengatakan, penjualan seragam sekolah menjelang tahun ajaran baru memang mengalami penurunan hingga 90 persen. Berbeda dengan tahun lalu yang begitu membludak.

"Penjualan seragam sekolah tahun ajaran kali ini mengalami penurunan omzet 90 persen. Berbeda dengan tahun lalu sebelum pandemi," tutur Rahmad.

Rahmad menambahkan, untuk hari-hari biasa pun yang membeli keperluan seragam sekolah hanya hitungan jari. [liz/lis]

Tag : Seragam, sekolah



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat