19:00 . Tren Hijab Segi Empat dan Pashmina Warna Pastel Jadi Idola   |   18:00 . Peringati Hari AIDS, STIKes Rajekwesi Edukasi Masyarakat   |   17:00 . Siapkan Atlet Muda, Igornas Jatim Gelar Balap Sepeda di Bojonegoro   |   15:00 . Damisda Buat Program Pemkab Lebih Terukur   |   14:00 . Berikut Para Juara Lomba pada Gebyar PAI SMA   |   13:00 . MGMP PAI Bojonegoro Gali Minat dan Bakat Siswa Melalui Lomba   |   11:00 . SMP Negeri 1 Kapas Terapkan Program Desasari   |   08:00 . Efek Kepak Sayap Kupu-Kupu   |   17:00 . Akibat Luapan Kali Pacal, Jembatan Penghubung di Sidobandung Ambruk   |   16:00 . BKC Bersama Pemuda Tlogohaji, dan Babinsa Sinergi Perbaiki Rumah Mbah Urip   |   07:00 . Para Orang Tua Wajib Paham, Ini 4 Tanda Anak Cerdas   |   18:00 . Bupati Anna dan Kajari Imbau Pengelolaan Dana Bos Prioritaskan Integritas   |   17:00 . BMKG: Waspada Cuaca 3 Hari Mendatang   |   15:00 . 5 Organisasi Profesi Kesehatan Tolak RUU Kesehatan   |   13:00 . Putra Asal Bojonegoro, Belasan Tahun Mengabdi di Luar Jawa   |  
Mon, 05 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Woww...!!! Ternyata Ikan Gabus Laku Hingga Jutaan Rupiah

blokbojonegoro.com | Tuesday, 16 March 2021 13:00

Woww...!!! Ternyata Ikan Gabus Laku Hingga Jutaan Rupiah

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Minat memelihara dan mengembangbiakkan ikan cupang cukup melesat saat pandemi Covid-19. Hal itu membuat jumlah penjual ikan cupang semakin banyak, harga jual ikan cupang pun semakin tinggi.

Meski begitu, di tengah keramaian tren memelihara cupang, ikan lainnya juga muncul seolah memberikan pilihan bagi orang-orang yang menyenangi ikan predator air tawar. Ikan tersebut adalah Ikan Channa atau masyarakat pada umumnya mengenal dengan sebutan ikan gabus atau dendeng.

Harga ikan ini pun juga cukup fantastis, mulai dari puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah, tidak seperti ikan gabus yang biasa ditemui di Sungai ataupun Kali di sekitar kita.

Salah satu penghobi sekaligus penjual Channa, Eko Wahyuono (40) mengatakan, ikan gabus dikenal sebagai ikan channa bagi pencinta ikan hias. Beberapa orang menyebut ikan predator ini sebagai snakehead fish karena bentuk kepalanya menyerupai bentuk kepala ular.

"Kalau yang saya miliki ini bukan seperti ikan gabus di Sungai atau Kali yang biasa ditemui, tetapi berbeda jenisnya dan ikan gabus ini untuk dijadikan ikan hias," ungkap warga Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro tersebut.

Saat ini Eko memiliki 8 ekor channa jenis yang berbeda, mulai dari Auranti, Maru Yellow Sentarum, Blue Pulchra, Red Borneo hingga Channa Orca.

Dia mengaku, mendapatkan ikan-ikan tersebut dari sesama penghoby ikan predator. Saat ini Eko berencana menernakkannya dengan cara mengawinkan indukan yang ia miliki.

"Perawatannya cukup mudah, bisa diberikan makan cacing, udang kering hingga serangga seperti jangkrik, ulat hongkong dan juga bisa hidup di air yang minim oksigen, sehingga tidak memerlukan instalasi aerator atau penambah oksigen di akuarium," katanya.

Eko sendiri bisa dikatakan baru mengoleksi ikan channa ini, sekitar 1 tahun. Hanja saja, menurut Eko ikan ini tak bisa dipelihara dalam jumlah banyak dalam satu wadah. Sebab, channa merupakan ikan predator.

Terkait harga, menurut Eko bervariasi. Semakin besar ukuran ikan channa tentu semakin tingga harga yang dijual, terlebih memiliki penampilan bagus dan punya mental berani, harganya bisa mencapai puluhan juta.

"Kalau selama ini, saya pribadi baru menjual dibawah harga Rp1 juta, tetapi rencannya ada keinginan untuk membudidayakan," tutup Eko. [din/mu]

Tag : ikan, budidaya ikan, ikan gabus, ikan canna



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat