07:00 . Gejala Serangan Jantung, Ini Perbedaannya pada Wanita dan Pria   |   03:01 . Tawarkan Suasana Baru, Go Fun Buka Kembali Hari Ini   |   19:00 . Serap Aspirasi, Komisi B Peduli Nasib Petani   |   16:00 . Gaji Buruh Tertunda Disnaker Bojonegoro Turun Tangan   |   15:00 . SMKN 5 Bojonegoro Berbagi Takjil   |   14:00 . Layani Penumpang Non Mudik, Bus di Terminal Rajekwesi Mulai Beroperasi   |   13:00 . Komisi C Akan Selidiki Masalah Demo Karyawan PT Shou Fong Lastindo   |   12:00 . Disinyalir THR Kecil, Karyawan PT Shou Fong Lastindo Mogok Kerja   |   11:00 . Larangan Mudik, Tinggal Dua Kereta yang Tetap Jalan   |   09:00 . Jelang Lebaran, Diana Hargianti Rutin Berbagi Kepada Sesama   |   08:00 . PWI Bojonegoro dan Pertamina EP Cepu Berbagi Bersama Yatim   |   07:00 . Alami Diabetes Selama Kehamilan, Waspada 4 Efek Berikut pada Janin   |   19:00 . Bus AKDP Masih Diperbolehkan Operasi, Begini Persyaratannya   |   18:00 . DKR Balen Berikan Santunan Anak Yatim   |   17:00 . Terminal Sepi, Bus Tidak Ada yang Beroperasi   |  
Sat, 08 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Penumpang Sepi, Penghasilan Sopir Bis Menurun

blokbojonegoro.com | Saturday, 01 May 2021 15:00

Penumpang Sepi, Penghasilan Sopir Bis Menurun

Kontributor: Uul Lyatin

blokBojonegoro.com - Sehubungan dengan adanya larangan mudik, kini banyak sopir bus yang mengeluh akibat sepinya penumpang dan banyak bus yang berhenti beroperasi. Hal tersebut berdampak kepada ekonomi mereka yang menurun.

Seperti yang dikeluhkan oleh salah satu sopir bus, Hendro mengaku bahwa bulan Ramadan kali ini sangatlah sepi penumpang jarak dekat maupun jarak jauh.

"Bus saat ini beroperasi juga cuma sebentar, selain itu penumpang juga berkurang," ujarnya.

Pihaknya juga menambahkan, kapasitas bus yang biasanya muat hingga kurang lebih 60 orang, kini hanya dibatasi dengan penumpang sebanyak 50% dari kapasitas bus sebelumnya.

Hal tersebut tak memutuskan semangatnya untuk mengemudi, ia mengatakan bahwa setiap hari ia terus beroperasi walau penumpang sedikit.

"Saya beroperasi mulai jam 06.00 WIB hingga jam 20.00 WIB setiap hari, walau penumpang sepi, saya tetap masih menjalankan bus saya ini untuk mencari nafkah," imbuhnya.

Sementara itu, pihaknya juga mengatakan bahwa penghasilan yang ia dapatkan juga berkurang. Walaupun tarif bus ia naikkan, namun dikarenakan penumpang sepi, sehingga berimbas pada pendapatannya setiap hari.

"Naik bus ke Surabaya sekarang tarifnya Rp 35.000 kalau dulu kan Rp. 25.000," ungkapnya.

Hendro menuturkan bahwa kenaikan tarif bus itu sudah beroperasi semenjak pandemi. Karena kapasitas Bus hanya boleh berisi 50%, sehingga ia mengatakan bahwa tarif naik bus juga dinaikkan untuk meminimalisir kerugian.

"Untuk saat ini alhamdulillah masih boleh beroperasi, tapi ada yang bilang kalau tanggal 6 besok kita sudah tidak boleh beroperasi. Namun pastinya kita masih menunggu arahan dari pihak yang berwajib," tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar kemudian hari pandemi segera berakhir dan semua kembali normal seperti sedia kala. Agar perekonomian semua masyarakat bisa normal serta keadaan segera membaik. [uul/ito]

Tag : sopir, bus, bojonegoro, surabaya

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat