15:00 . Jelang Tutup Bulan, Harga Emas Melesat Naik   |   14:00 . Hari Jadi Provinsi Jatim, Pelaku UMKM Di Bojonegoro Raih Penghargaan Economy Hybrid   |   13:00 . Capaian Vaksinasi Belum Sampai 50%, Bojonegoro Masih pada PPKM Level 3   |   12:00 . Malam ini Grand Final Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur   |   09:00 . Tunggu Burung Emprit, Warga Dander Disambar Petir   |   21:00 . Otodidak, Pemuda Warga Deru Ini Buka Usaha Gitar Custom   |   20:00 . Kadin Goes To Campus STIE Permata dan STIE Cendekia   |   19:00 . Bupati Bojonegoro Berharap BPD Turut Aktif dalam Abpednas   |   15:00 . Tingkatkan Mitigasi Bencana, Bupati Bojonegoro Pimpin Gelar Apel Siaga Pasukan   |   14:00 . Cuaca Panas Ekstrem Diprediksi Akan Menurun Bulan November Mendatang   |   13:00 . Harga Cabai Rawit Alami Penurunan 35%   |   08:00 . Tak Lelah Edukasi Pentingnya Vaksinasi Covid-19   |   07:00 . Tanaman Obat, Ini 7 Manfaat Daun Ketumbar   |   19:00 . Lasiran, PLT Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Wafat   |   18:00 . DPD Partai Golkar Bojonegoro Gelar Vaksinasi Massal Dosis Kedua   |  
Tue, 26 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Galakkan Pembuatan Sanitasi Kabupaten Bojonegoro Siap Jadi Kota ODF

blokbojonegoro.com | Tuesday, 22 June 2021 21:00

Galakkan Pembuatan Sanitasi Kabupaten Bojonegoro Siap Jadi Kota ODF

 

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan merencanakan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) guna terwujudnya lingkungan yang bebas ODF (Open Defecation Free) atau buang air besar sembarangan.

Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku sehat dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. STBM menekankan pada 5 (lima) perubahan perilaku higienes yang dikenal sebagai 5 pilar STBM dan terdiri dari stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan air minum dan makanan di rumah tangga hingga pengelolaan sampah rumah tangga serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ani Pujiningrum menyampaikan bahwa jumlah rumah sebanyak 361.989 unit di Kabupaten Bojonegoro. Dari jumlah tersebut yang belum memiliki jamban sebanyak 7111 unit, selanjutnya tindak lanjut yang dilakukan dengan pengalokasian dari Dana Desa, alokasi sanitasi dari APBD dan CSR.

"Sanitasi total ini merupakan gerakan yang mendesak untuk dilaksanakan demi terciptanya lingkungan bersih dan sehat," tegas Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ani Pudji Ningrum.

Sementara itu, di P-APBD Tahun 2021 Pemkab Bojonegoro akan mengalokasikan Bantuan Keuangan Desa (BKD) sejumlah 3.462 unit dengan masing-masing Rp10 juta, sehingga total anggaran mencapai Rp34.620.000.000. Sedangkan sisanya sebanyak 3.649 rumah akan ditangani melalui Dana Desa dan CSR.

"Dari alokasi tersebut nantinya Kabupaten Bojonegoro di tahun 2021 siap menjadi Kabupaten ODF. Dari 28 Kecamatan sebanyak 18 kecamatan dan 384 desa sudah ODF sejak tahun 2014 sampai 2021," tandasnya. [liz/lis]

 

Tag : Odf, kota, bab, sanitasi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat