07:00 . Ibu Hamil Harus Tahu, Kondisi Silent Killer Ini Bisa Sebabkan Komplikasi Kehamilan   |   19:00 . Liga Kacabdin Bojonegoro Wadahi Siswa Berkompetisi   |   18:00 . Halal Bi Halal, PAC ISNU Balen Mantapkan Program Kerja   |   14:00 . Libur Waisak, Harga Logam Mulia Antam Naik   |   12:00 . Masih Membludak Antre Tiket Bioskop Film KKN Desa Penari   |   11:00 . PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kedewan Masa Bakti 2021-2023 Resmi Dilantik   |   10:00 . Pemkab Renovasi Jembatan Penghubung Kecamatan Temayang dan Sugihwaras   |   09:00 . 1 Siswa SMA di Bojonegoro Tak Lulus Ujian   |   08:00 . Bernostalgia Bareng Tamiya, Ini Tips dan Perawatannya   |   07:00 . Sering Berkeringat di Malam Hari Saat Tidur? Bisa Jadi Anda Mengalami 5 Kondisi Ini   |   18:00 . Ular Sanca Kembang Ditemukan di Pekarangan Warga Banjarsari   |   17:00 . Tak Terima Diejek, Anak 13 Tahun Bacok Teman Mainnya   |   15:00 . Bentor, Sarana Transportasi Alternatif Saat Terjebak Hujan di Terminal   |   09:00 . Apa itu Nasolabial Fold? Bagaimana Cara Mencegahnya?   |   08:00 . Mendag Lutfi Bahas Pemulihan Ekonomi Kawasan Bersama Negara-Negara ASEAN   |  
Tue, 17 May 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Update 10 jenis vaksin Covid-19 di Indonesia: Perbedaan dan Efek Sampingnya

blokbojonegoro.com | Sunday, 17 October 2021 07:00

Update 10 jenis vaksin Covid-19 di Indonesia: Perbedaan dan Efek Sampingnya Ilustrasi: kontan.co.id

 

Reporter: --

 

blokBokonegoro.com -Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Zifivax. Vaksin ini dikembangkan dan diproduksi oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical dengan platform rekombinan protein sub-unit.

 

Dengan adanya tambahan satu jenis vaksin tersebut, dengan demikian ada 10 jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia. 

 

Ke-enam vaksin yang lebih dulu digunakan di Indonesia itu yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Novavax.

 

Vaksin yang disediakan itu merupakan vaksin yang sudah dipastikan keamanan dan efektivitas. Platform yang digunakan berbeda-beda, yakni inactivated virus, berbasis RNA, viral-vector, dan sub-unit protein.

 

Beragam upaya pengadaan vaksin ini dilakukan melalui perjanjian bilateral dan perjanjian multilateral seperti COVAX Facility bersama GAVI dan WHO, ataupun donasi yang diberikan oleh negara-negara sahabat. 

 

Masing-masing vaksin Covid-19 memiliki mekanisme untuk pemberiannya masing, baik dari jumlah dosis, interval pemberian, hingga platform vaksin yang berbeda-beda. 

 

Berikut perbedaan dan efek samping 10 jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia seperti yang dikutip dari indonesiabaik.id:

 

1. Vaksin Sinovac

Platform: Virus dimatikan

Jumlah dosis: 2 x (0,5 ml/dosis)

Jeda pemberian dosis: 28 hari

Efek samping: Efek samping vaksin Sinovac dengan derajat berat seperti sakit kepala, gangguan di kulit atau diare yang dilaporkan hanya sekitar 0,1 sampai dengan 1 persen.

 

2. Vaksin AstraZeneca

Platform: Viral vektor

Jumlah dosis: 2 x (0,5 ml/dosis)

Jeda pemberian dosis: 12 minggu

Efek samping: Efek samping vaksin Astrazeneca bersifat ringan dan sedang. Berikut efek samping vaksin AstraZeneca: nyeri, kemerahan, gatal, pembengkakan, kelelahan, sakit kepala, meriang, dan mual.

 

3. Vaksin Sinopharm

Platform: Virus dimatikan

Jumlah dosis: 2 x (0,5 ml/dosis)

Jeda pemberian dosis: 21 hari

Efek samping: Efek samping vaksin Sinopharm yang banyak dijumpai adalah efek samping lokal yang ringan. Di antaranya seperti berikut: nyeri atau kemerahan di tempat suntikan, efek samping sistemik berupa sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, diare, dan batuk.

 

4. Vaksin Moderna

Platform: mRNA

Jumlah dosis: 2 x (0,5 ml/dosis)

Jeda pemberian dosis: 28 hari

Efek samping: Beberapa efek samping yang paling sering dirasakan sebagai berikut: nyeri (di tempat suntikan), kelelahan, nyeri otot, nyeri sendi, dan pusing. Sementara itu, potensi gejala umum atau moderat yang muncul dapat berupa lemas, sakit kepala, menggigil, demam, dan mual.

 

5. Vaksin Pfizer

Platform: RNA-based

Jumlah dosis: 2 x (0,3 ml/dosis)

Jeda pemberian dosis: 21-28 hari

Efek samping: Untuk efek samping pasca-vaksinasi, sebagian besar cenderung bersifat ringan. Berikut beberapa efek samping vaksin Pfizer yang umum dilaporkan: nyeri badan di tempat bekas suntikan, kelelahan, nyeri kepala, nyeri otot, nyeri sendi, dan demam.

 

6. Vaksin Novavax

Platform: Protein sub-unit

Jumlah dosis: 2 x (0,5 ml/dosis)

Jeda pemberian dosis: 21 hari

Efek samping: - 

 

7. Vaksin Sputnik-V

Platform: Non-replicating viral vector

Jumlah dosis: 2 x (0,5 ml/dosis)

Jeda pemberian dosis: 3 minggu

Efek samping: Efek samping dari penggunaan Sputnik v merupakan efek samping dengan tingkat keparahan ringan atau sedang seperti flu yang ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi, nyeri otot, badan lemas, ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada lokasi injeksi. 

 

8. Vaksin Janssen

Platform: Non-replicating viral vector

Jumlah dosis: Dosis tunggal (0,5 ml/dosis)

Jeda pemberian dosis: -

Efek samping: Efek samping dari penggunaan Sputnik v merupakan efek samping dengan tingkat keparahan ringan atau sedang seperti flu yang ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi, nyeri otot, badan lemas, ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada lokasi injeksi. 

 

9. Vaksin Convidencia

Platform: Non-replicating viral vector

Jumlah dosis: Dosis tunggal (0,5 ml/dosis)

Jeda pemberian dosis: -

Efek samping: KIPI dari pemberian vaksin Convidecia juga menunjukkan reaksi ringan hingga sedang. KIPI lokal yang umum terjadi, antara lain adalah nyeri, kemerahan, dan pembengkakan, serta KIPI sistemik yang umum terjadi adalah sakit kepala, rasa lelah, nyeri otot, mengantuk, mual, muntah, demam dan diare.

 

10. Vaksin Zifivax

Platform: Rekombinan protein sub-unit

Jumlah dosis: 3 x (0,5 ml/dosis)

Jeda pemberian dosis: 1 bulan dari penyuntikan pertama ke berikutnya

Efek samping: Efek samping pemberian vaksin Zifivax antara lain timbul nyeri pada tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, demam, nyeri otot (myalgia), batuk, mual (nausea), diare dengan tingkat keparahan grade 1 dan 2. [lis]

 

Sumber: kontan.co.id

Tag : Kesehatan, vaksin, covid



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 08 May 2022 13:00

    Mbak Lizza, Reporter blokBojonegoro.com Lepas Lajang

    Mbak Lizza, Reporter blokBojonegoro.com Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan keluarga besar Blok Media Group (BMG). Kali ini adalah Reporter blokBojonegoro.com, Lizza Arnofia Choirunnisa yang hari ini melangsungkan upacara resepsi pernikahan dengan pujaan hatinya....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat