18:00 . Secara Resmi Bupati Anna Serahkan 28 Unit Kendaraan Dinas Camat   |   16:00 . Dewan Pengupahan Rencanakan Kenaikan UMK 2023 Sebesar 3,4 Persen   |   13:00 . Desainer Yustin Mariani Bangga Rancangannya Tampil di BNFF   |   20:00 . Minibus Adu Banteng dengan Truk, Satu Orang Meninggal   |   19:00 . Pintu Air Waduk Pacal Macet, BPBD Terus Berkoordinasi BBWS Cegah Potensi Banjir Susulan   |   18:00 . Bupati Anna Resmikan Pasar Burung Bagi Para Bird Lovers   |   16:00 . Student Agency, Tantangan Guru Masa Kini   |   15:00 . Lagi Turun, Harga Antam Dijual Mulai Rp539.500   |   13:00 . Hujan, Ini Tips Saat Berkendara dengan Motor   |   19:00 . Viral Pengantin Nikah Saat Banjir, Netizen: Doa Mantan Terkabulkan   |   18:00 . Viral, Warga Sukosewu Langsungkan Pernikahan di Tengah Banjir   |   15:00 . Ini Tips Tetap Bugar dan Tingkatkan Imun Ala Tirta Ayu Spa   |   13:00 . Pernikahan Dini Marak, APPA dan PA Bojonegoro Bersinergi Bersama   |   11:00 . Inilah Nama Pemenang Fashion Street Fruit and Veggie Competition   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Insan UPG dari KPK   |  
Wed, 30 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tragedi Perahu Terbalik di Bengawan Solo dan Duka yang Tersisa

blokbojonegoro.com | Monday, 31 January 2022 17:00

Tragedi Perahu Terbalik di Bengawan Solo dan Duka yang Tersisa

 

Reporter : Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Tragedi nahas yang dialami oleh beberapa penumpang perahu yang terjadi sekitar dua bulan lalu tepat pada (3/11/2021) di tambangan penyebrangan antara Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban dengan Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro ternyata masih meninggalkan duka bagi para keluarga korban. Pasalnya, masih ada beberapa orang yang masih hilang dan bangkai motor yang belum ditemukan.

Dari 23 penumpang, masih ada 4 orang yang belum ditemukan hingga sekarang. Keempat orang itu di antaranya Erma Azila Fitrianti (27), warga Bojonegoro, Sutri (50), warga Tuban, Dedi Sutio Nugroho (25), warga Tuban dan Arifin (29), asal Kabupaten Tuban.

Meski masih ada korban yang belum ditemukan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro dan berbagai tim gabungan, memutuskan untuk menghentikan pencarian.

Keputusan tersebut merupakan sesuai dalam Peraturan Kepala Badan SAR Nasional PK Nomor 5 tahun 2012 tentang Pedoman Penyelenggaraan Operasi SAR, Pasal 51 ayat 3. Yaitu jika operasi SAR telah dilaksanakan selama tujuh hari dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda korban, maka operasi tersebut diberhentikan.

“Kita melakukan penghentian pencarian sudah sesuai SOP, serta keluarga korban juga sudah mengikhlaskan,” ujar Kepala BPBD Bojonegoro Adrian melalui Sekertarisnya Zaenul Maarif kepada blokBojonegoro.com

Menurutnya, pihak keluarga korban sudah menerima terkait keberadaan mereka (korban) yang hilang.

Selanjutnya, Pemkab Bojonegoro juga memberikan bantuan untuk biaya pendidikan bagi anak asal daerah setempat yang orang tuanya meninggal dalam insiden ini. Kemudian, Bantuan berupa santunan duka pun datang dari Gubernur Jatim dan BPBD.

“Untuk keluarga korban diberi santunan semua,” imbuhnya.

Pihaknya mengimbau kepada warga dan para penumpang yang masih menggunakan perahu untuk menyeberang di Bengawan Solo, agar mengikuti aturan yaitu memakai pelampung.

“Semua yang di perahu penyeberangan sudah disiapkan pelampung,” pungkasnya. [riz/col]

 

Tag : Bengawan, perahu, korban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat