12:00 . Jalani Proses Hukum, Oknum Jaksa Kejari Bojonegoro Dicopot   |   07:00 . HUT Kemerdekaan RI Ke-77, Pakar Ungkap 7 Tantangan Kesehatan yang Dimiliki Indonesia   |   19:00 . Diduga Sodomi Siswa SMA di Jombang, Pejabat Kejari Bojonegoro Diringkus   |   18:00 . Gebyar Kemerdekaan SMPN Kapas Turut Aktif Hingga Peroleh Beragam Penghargaan   |   15:00 . Tangis Abah Lala Pecah, Lagu Ciptaannya Ojo Dibandingke Dinyanyikan di Istana Merdeka   |   14:00 . Rakor Pendamping PKH, Bupati Bojonegoro Tekankan Integritas Mutu SDM   |   13:00 . Berkas Kades Kapas P-21, Tersangka Dilimpahkan ke Kejari   |   12:00 . Warga Balen Jelajahi Makam Walisongo Pakai Motor Butut   |   07:00 . 6 Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur, Yuk Terapkan Kebiasaan Sehat Ini   |   20:00 . Farel Prayoga Goyangkan Istana Merdeka Dalam Perayaan HUT ke-77 RI   |   19:00 . Grebek Tumpeng Rombyong Mliwis Putih, dari Warga untuk Generasi Muda   |   18:00 . Upacara HUT RI ke-77, Kajari: Pakai Adat Madura Karena Saya Asli Madura   |   17:00 . Ketua DPRD Bojonegoro Kenakan Baju Adat Nias Saat Upacara HUT Kemerdekaan   |   16:00 . PPPM Birrul Walidain: Perayaan HUT RI Kewajiban Sebagai Warga Negara Indonesia   |   15:00 . Inilah Nama-nama Penerima Penghargaan HUT Kemerdekaan RI di Bojonegoro   |  
Fri, 19 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Islam dan Urgensi Penerus Bangsa

blokbojonegoro.com | Thursday, 31 March 2022 06:00

Islam dan Urgensi Penerus Bangsa

Oleh: Siti Khoiriyah *

PEMUDA-merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki potensi tinggi untuk memajukan suatu bangsa. Generasi penerus, juga sering dikaitkan dengan bagaimana peran pemuda di dalamnya, seperti bagaimana produktifitas demi perkembangan, kemajuaan, serta eksistensi bangsanya. Tidak terkecuali bagi bangsa Indonesia, generasi muda juga menjadi suatu tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa.

Kemajuan dan pembangunan bangsa bisa terwujud dengan baik jika generasi penerus yang ada di dalamnya memiliki jiwa patuh dan sadar akan posisi dan tanggung jawab sebagai warga negara. Tidak sebatas itu, perlu adanya realisasi dalam bentuk perbuatan baik dari warga negara atas sikap sadar dan patuhnya.
Jika berbicara mengenai hak warga negara, maka kita berbicara terkait kewajiban yang harus di laksanakan oleh negara. Begitupun sebaliknya, jika berbicara mengenai hak negara maka kita berbicara terkait kewajiban yang harus di laksanakan oleh warga negara. Salah satu nya adalah kewajiban dalam bela negara dan tanah air.

Terkait urgensi peran dan tanggung jawab pemuda sebagai generasi bangsa, jika mengutip Musthofa Al Ghulayani  dalam kitab Idhotun Nasyi’in beliau mengatakan,  “seorang anak baru dianggap sebagai anak yang sebenarnya, apabila dia telah melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap ayahnya. Begitu pula putra bangsa, tidak bisa disebut putra yang baik, kecuali jika dia mau bangkit, sanggup memikul beban dan tanggung jawab untuk mengabdi pada Negara”.

Perlu digarisbawahi, bahwa seorang putra bangsa yang baik adalah dia yang mau bangkit, sanggup memikul beban dan tanggungjawab untuk mengabdi kepada negara. Dalam kacamata penulis, maksud dari bangkit di sini adalah tidak membiarkan penerus bangsa berpangku tangan dan pasrah akan keadaan yang ada. Namun, berani bergerak dan sigap dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Terminologi Musthofa Al Ghulayani bagi penulis juga berbicara tentang kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap putra bangsa, yaitu meningkatkan jumlah orang-orang terpelajar yang bermoral tinggi dan baik. Peran pemuda Indonesia untuk menjadi icon akhlaqul karimah (bermoral baik) sangat berpotensi tinggi untuk mewujudkan generasi yang unggul. Terlebih, sebuah generasi bisa dikatakan sebagai generasi unggul bila didalamnya terdapat insan yang mempunyai iman yang kokoh, berjiwa ikhlas, penuh semangat juang dalam menuntut ilmu dan membela tanah air. Bila generasi muda tidak punya standar kompetensi sebagaimana di atas, tentu keberadaanya akan muda tersingkir. Di sinilah generasi muda perlu diberi bekal yang cukup untuk bisa bersaing.

Melihat setiap sudut arus globalisasi yang mengalir baik dari aspek teknologi, informasi, maupun telekomunikasi, pada saat ini sangat memberi tantangan besar kepada pemuda untuk kembali mengangkat jati diri bangsa. Hal itu bisa terwujud melalui revitalisasi nilai-nilai akhalqul karimah sebagaimana tercantum di atas.

Pertama, memiliki iman yang kokoh, yaitu menjaga hubungan baik dengan Allah Swt, dengan cara melaksanakan segala bentuk kewajibanya sebagai seorang hamba.  

Ke dua, berjiwa ikhlas. Adalah salah satu akhlaqul karimah yang harus di miliki oleh generasi penerus bangsa. Sederhananya, ikhlas adalah lawan dari riya’. Ikhlas juga menjadi syarat di terimanya suatu amal perbuatan.

Ke tiga, memiliki semangat juang dalam menuntut imu dan membela tanah air. Hal ini sebagaiaman ungkapan Musthofa Al Ghulayani, “Sebenarnya, di tanganmulah urusan umat ini. Kehidupan mereka terletak pada keberanianmu. Oleh karena itu, majulah dengan penuh ‘semangat dan keberanian, seperti haraimau yang garang. Bangkitlah dengan segala semangat dan kekuatan bagai unta yang memikul muatan dalam iringan suara genta yang membangkitkan semangat, pasti umat ini akan hidup".

Akhirnya, semangat juang dan keberanian dalam menata kembali rasa acuh, menjadi rasa peduli dan rasa memiliki, atas majunya  bangsa ini dengan upaya menjadi pelajar yang berwawasan luas dan memiliki moral yang baik serta cinta tanah air. Karena pemuda sejati bangsa adalah dia yang berani maju untuk membela kebenaran, bersuara untuk mensiarkan kebenaran, bergerak untuk menorehkan kejujuran, serta berpendidikan untuk memamurkan bangsa.

* Penulis adalah Dosen Prodi PAI Fakultas Tarbiyah UNUGIRI Bojonegoro.

Tag : pemuda, generasi, bangsa, islam, kolom



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat