12:00 . PEPC Sosialisasikan Keamanan dan Keselamatan Jalur Pipa Gas Lapangan JTB   |   16:00 . Antisipasi Potensi Konflik, Pemdes Berperan Penting Cegah Intoleransi dan Radikalisme   |   15:00 . Tak Kunjung Diperbaiki, Ratusan Sekolah di Bojonegoro Rusak   |   14:00 . Kepolisian: Jika Ingin Adopsi Bayi Bisa Hubungi Dinsos   |   11:00 . Kemenag Bojonegoro Datangkan 10 Ribu Pasang Buku Nikah   |   10:00 . Produk BBM yang Dinikmati Masyarakat Pasti Sesuai Spek, Ini 7 Proses Quality Control Pertamina   |   09:00 . Pergantian Pejabat di PT Kilang Pertamina Internasional : Bukti Legacy Kepemimpinan   |   08:00 . Polres Bojonegoro Bersama Perum Perhutani Tandatangani Perjanjian Kerjasama   |   07:00 . Pro Kontra Esteh Indonesia Tinggi Gula, Ketua PDGI Sampai Angkat Bicara   |   20:00 . Program RPL Pemkab Anggarkan Rp10,8 Miliar   |   19:00 . Kunjungi Bojonegoro, Kabidokkes Polda Jatim Beri Santunan ke Masyarakat   |   18:00 . Masuk Musim Panen, Harga Cabai Turun Drastis   |   17:00 . Banyak Perempuan Kuliah Ketimbang Nganggur, Ismail Fahmi: Mari Diubah Pola Pikir Digital Competitiveness   |   16:00 . Kuliah Umum di Udayana, SKK Migas Bahas Peran Hulu Migas untuk Energi Nasional   |   15:00 . Romo Muslich: 3 Persoalan untuk Merubah Bojonegoro di Masa Depan   |  
Thu, 29 September 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Studi: Jadi Korban Pelecehan Seksual, Perempuan Lebih Berisiko Alami Hipertensi

blokbojonegoro.com | Thursday, 07 July 2022 07:00

Studi: Jadi Korban Pelecehan Seksual, Perempuan Lebih Berisiko Alami Hipertensi

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Kekerasan maupun pelecehan seksual kepada perempuan tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan mentalnya, tapi juga fisiknya.

Hasil penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa perempuan yang pernah mengalami kekerasan seksual, seperti penyerangan juga pelecehan seksual di tempat kerja, jadi lebih berisiko alami tekanan darah tinggi selama tujuh tahun setelahnya.

Penelitian tersebut diterbitkan di Journal of American Heart Association, menunjukkan bahwa kekerasan seksual termasuk pengalaman umum, dialami oleh lebih dari 20 perempuan yang jadi responden studi di AS.

"Hasil kami menunjukkan bahwa wanita yang melaporkan mengalami serangan seksual dan pelecehan seksual di tempat kerja memiliki risiko hipertensi tertinggi, menunjukkan potensi efek gabungan dari beberapa paparan kekerasan seksual pada kesehatan kardiovaskular," kata penulis utama studi dari Harvard TH Chan School of Public Health, Boston, Rebecca B. Lawn, Ph.D., dikutip Science Daily.

Lawn dan rekan-rekannya menganalisis hubungan dampak lanjutan dari kekerasan seksual, terutama yang berkaitan dengan tekanan darah. Sambil memperhitungkan kemungkinan dampak paparan jenis trauma lainnya.

Para peneliti menggunakan Nurses' Health Study II (NHS II), sebuah studi longitudinal pada perempuan dewasa di AS yang dimulai pada tahun 1989 dengan 115.000 perawat terdaftar.

Seiring waktu, NHS II telah mengumpulkan data tentang berbagai variabel sosiodemografi, medis, dan perilaku. Sebagai bagian dari sub-studi NHS II 2008, subkelompok peserta melaporkan apakah mereka pernah mengalami pelecehan seksual di tempat kerja (baik fisik atau verbal) dan apakah mereka pernah mengalami kontak seksual yang tidak diinginkan.

Mereka juga melaporkan paparan trauma lain, seperti kecelakaan, bencana, atau kematian tak terduga dari orang yang dicintai.

Lawn dan rekan menganalisis data sub-studi NHS II, tidak termasuk peserta yang sudah memiliki diagnosis tekanan darah tinggi atau sedang minum obat untuk tekanan darah tinggi dari analisis mereka. Mereka juga mengecualikan perempuan yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular atau serebrovaskular.

Sampel akhir terdiri dari 33.127 perempuan yang berusia 43 hingga 64 tahun pada 2008.

Data NHS II menunjukkan bahwa pengalaman kekerasan seksual termasuk hal biasa, di mana sekitar 23 persen perempuan pernah mengalami kekerasan seksual selama periode hidupnya. Sementara 12 persen lainnya pernah mengalami pelecehan seksual di tempat kerja. Sekitar 6 persen pernah mengalami keduanya.

Sekitar 21 persen perempuan melaporkan alami tekanan darah tinggi selama periode tindak lanjut, dari 2008 hingga 2015.

Dibandingkan dengan perempuan yang tidak pernah mengalami trauma apa pun, mereka yang pernah mengalami kekerasan seksual kapan pun dalam hidupnya lebih mungkin mengalami tekanan darah tinggi.

Di seluruh analisis, para peneliti menemukan bahwa hubungan antara pengalaman traumatis non-seksual dan tekanan darah tinggi tidak konsisten.

Para peneliti mencatat bahwa risiko tekanan darah tinggi yang terkait dengan kekerasan seksual seumur hidup serupa besarnya dengan hubungan dengan faktor-faktor lain yang telah mendapat perhatian lebih. Seperti paparan pelecehan seksual sebagai anak atau remaja, durasi tidur, dan paparan polutan lingkungan.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan, Pelecehan Seksual



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 06 September 2022 12:30

    Berita Kehilangan

    Berita Kehilangan Telah hilang buku Rincik pajak bumi dan bangunan milik desa sumberrejo kecamatan sumberrejo kabupaten Bojonegoro. Bila ada yang menemukan bisa hubungi langsung ke Pemdes Sumberrejo atau redaksi.blokbojonegoro@gmail.com, juga bisa chat...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat