18:00 . Secara Resmi Bupati Anna Serahkan 28 Unit Kendaraan Dinas Camat   |   16:00 . Dewan Pengupahan Rencanakan Kenaikan UMK 2023 Sebesar 3,4 Persen   |   13:00 . Desainer Yustin Mariani Bangga Rancangannya Tampil di BNFF   |   20:00 . Minibus Adu Banteng dengan Truk, Satu Orang Meninggal   |   19:00 . Pintu Air Waduk Pacal Macet, BPBD Terus Berkoordinasi BBWS Cegah Potensi Banjir Susulan   |   18:00 . Bupati Anna Resmikan Pasar Burung Bagi Para Bird Lovers   |   16:00 . Student Agency, Tantangan Guru Masa Kini   |   15:00 . Lagi Turun, Harga Antam Dijual Mulai Rp539.500   |   13:00 . Hujan, Ini Tips Saat Berkendara dengan Motor   |   19:00 . Viral Pengantin Nikah Saat Banjir, Netizen: Doa Mantan Terkabulkan   |   18:00 . Viral, Warga Sukosewu Langsungkan Pernikahan di Tengah Banjir   |   15:00 . Ini Tips Tetap Bugar dan Tingkatkan Imun Ala Tirta Ayu Spa   |   13:00 . Pernikahan Dini Marak, APPA dan PA Bojonegoro Bersinergi Bersama   |   11:00 . Inilah Nama Pemenang Fashion Street Fruit and Veggie Competition   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Insan UPG dari KPK   |  
Wed, 30 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Anak Tantrum Bukan Salah Orangtua, Psikolog: Itu Respon Alaminya

blokbojonegoro.com | Saturday, 03 September 2022 07:00

Anak Tantrum Bukan Salah Orangtua, Psikolog: Itu Respon Alaminya

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Tantrum merupakan bentuk luapan emosi yang sering dilakukan anak balita. Saat tantrum, anak jadi mudah menangis hanya karena hal kecil yang tak jarang membuat orangtuanya bingung.

Namun satu hal yang perlu disadari orangtua, tantrum bukanlah kesalahan Anda, melainkan proses alami dari anak yang masih mencoba mengenal emosinya sendiri.

"Ibu harus paham dulu bahwa tantrum itu fase yang sehat pada anak yang sehat. Tantrum terjadi pada anak usia kurang dari dua tahun, ketiga, dan saat empat tahun mulai menurun," kata Psikolog Tiga Generasi Putu Andani, M. Psi.

"Itu yang harus disadari dulu kalau tantrum bukan kesalahan bunda. Karena memang respon anak yang natural di usia itu," tambahnya saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Saat tantrum anak tidak bisa menyerap maupun menerima penjelasan rasional dari orangtuanya. Sehingga Putu menyarankan agar lebih dulu memvalidasi emosi anak dan membantunya segera tenang.

"Jadi yang perlu dilakukan orangtua terima dulu kalau anak tantrum, ditenangkan dulu, baru kita ngomongin solusi. Jadi jangan solusi di depan. Biarkan anak tenang dulu," sarannya.

"Itu pun kalau anak audah bisa diajak ngomong. Kalau belum, ya, biarkan dia mengeluarkan ledakan tantrum itu dan kemudian akan berlanjut seperti biasa," lanjut Putu.

Ia pun menyadari bahwa anak tantrum di tempat umum, dapat menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Itu juga yang kerap dialami Staf Ahli Milenial dari Presiden Joko Widodo - Angkie Yudistia.

Ibu dua anak itu pun mengaku memiliki trik khusus dalam mengatasi anak tantrum. Tetapi, sebagai penyandang tunarungu, cara Angkie berbeda dari kebanyakan ibu.

"Sebagai ibu yang tidak bisa mendengar, anakku tantrum aku biarin aja. Karena semakin dia berteriak, semakin dia ngamuk, itu semakin gak tahu apa yang diomongin. Jadi biarin aja, mau dilihatin orang, yaudah gak apa-apa."

"Enggak perlu malu, karena aku biarkan anakku untuk eksplor emosinya kalau dia itu lagi marah," cerita Angkie kepada media.

Meski begitu, Angkie mengaku akan tetap berada di sisi anak hingga emosi mereka mereda. Setelah itu, baru ia akan bertanya tentang perasaan yang dirasakan anaknya.

"Itu membiasakan dia jangan marah saat lagi emosi. Karena anaknya bingung mau jawab apa dan maminya juga gak tahu dia ngomong apa."

"Jadi yaudah biarin aja dulu, aku bawa dia ke tempat lebih tenang. Kalau sudah gitu kita jadi kaya teman. Jadi aku bisa posisikan diri kadang jadi ibu, kadang jadi teman," pungkasnya.

*Sumber: suara.com

 

Anda juga bisa baca blokBojonegoro di Google News

 

 

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat