Amalan di Bulan Muharram, Apa Sajakah?
Kiai Ahmadi Ilyas

Oleh: Kiai Ahmadi Ilyas*

blokBojonegoro.com - Sebentar lagi umat Islam, akan memasuki tahun baru Islam, yaitu bulan Muharram. Bulan yang merupakan bulan pertama dalam kalender hijriah. Bulan yang oleh orang Jawa dikatakan bulan suro ini merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan besar. Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram (bulan mulia) yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, ibadah, muhasabah dan berbagai bentuk kebaikan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di kalangan ulama, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan khususnya pada hari Asyura (10 Muharram). 

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiyah I'anatut Thalibin:

وقد عدها بعضهم اثنتي عشرة خصلة، وهي: الصلاة، والصوم، وصلة الرحم، والصدقة والاغتسال، والاكتحال، وزيارة عالم، وعيادة مريض، ومسح رأس اليتيم، والتوسعة على العيال، وتقليم الاظفار، وقراءة سورة الاخلاص - ألف مرة -

Artinya: "Sebagian ulama menghitung ada dua belas amalan, yaitu: shalat, puasa, menyambung silaturahmi, bersedekah, mandi, bercelak, mengunjungi ulama, menjenguk orang sakit, mengusap kepala anak yatim, memberikan kelapangan nafkah kepada keluarga, memotong kuku, dan membaca surat Al-Ikhlas seribu kali." (Hasyiyah I'anatut Thalibin, Juz 2, hlm. 301)

Penjelasan dua Belas Amalan di Bulan Muharram:

1. Memperbanyak Salat

Pada bulan Muharram, umat Islam dianjurkan memperbanyak salat sunah seperti tahajud, duha dan witir.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, dijelaskan bahwa bulan Muharram adalah waktu yang baik untuk memperbanyak amal kebaikan, seperti salat sunnah, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak dzikir. Bulan ini adalah waktu yang diberkahi, dan setiap amal kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya.

2. Berpuasa

Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharam, dan salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam (HR Muslim)."

Dari sini diketahui, dalam bulan Muharram semakin banyak berpuasa maka semakin baik. Puasa mulai tanggal satu sampai sepuluh atau dua hari tanggal sembilan (tasua') dan tanggal sepuluh (asyura')

3. Menyambung Silaturahmi

Mempererat hubungan dengan keluarga dan kerabat termasuk amalan yang mendatangkan keberkahan dan memperpanjang umur dalam kebaikan.

4. Bersedekah

Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Memberi kepada fakir miskin, khususnya pada bulan Muharram menjadi salah satu bentuk syukur atas nikmat-Nya dan sekaligus mensucikan harta

5. Mandi (Ightisal)

Sebagian ulama menganjurkan mandi pada hari Asyura sebagai bentuk kebersihan dan penghormatan terhadap hari yang mulia.

6. Bercelak

Dalam beberapa kitab fikih disebutkan anjuran bercelak pada hari Asyura sebagai bagian dari amalan yang dinukil dari sebagian ulama salaf. Dengan niat ittiba' sunnah

7. Sowan Ulama

Mendatangi ulama untuk mengambil ilmu dan keberkahan merupakan amal yang sangat terpuji.

8. Menjenguk Orang Sakit

Menjenguk orang sakit adalah sunnah yang memiliki pahala besar dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

9. Mengusap Kepala Anak Yatim

Islam sangat memperhatikan anak yatim. Mengusap kepala mereka dengan kasih sayang merupakan amalan yang dianjurkan dan mendatangkan kelembutan hati. Mengapa mereka harus di sayangi :

اليتيم كالتالي لرعاية حقوق الأقارب وذلك لأنه لصغره لا ينتفع به وليتمه وخلوه عمن يقوم به ، يحتاج إلى من ينفعه والإنسان قلما يرغب في صحبة مثل هذا ، وإذا كان هذا التكليف شاقاً على النفس لا جرم كانت درجته عظيمة في الدين .

Artinya: "Anak yatim seperti orang dekat, dalam kewajiban memenuhi hak-haknya, hal itu disebabkan masih kecil, anak yatim tidak mampu memberikan kemanfaatan atas kesendiriannya, tidak adanya orang yang menanggungnya membutuhkan orang-orang yang peduli atas nasibnya, dan jarang sekali orang yang peduli atas nasib mereka.Dan ketika menanggung kebutuhan dan menyayangi mereka merupakan hal yang amat berat maka dipastikan oleh agama bagi penanggungnya berhak akan derajat yang agung." [ Tafsiir ar-Raazy II/201 ]

10. Melapangkan Nafkah Keluarga

Amalan ini sangat masyhur di kalangan ulama. Terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa siapa yang melapangkan nafkah keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.

11. Memotong Kuku

Menjaga kebersihan diri termasuk bagian dari fitrah dan dianjurkan pada hari Asyura.

12. Membaca Surat Al-Ikhlas Seribu Kali

Sebagian ulama menganjurkan memperbanyak bacaan Surat Al-Ikhlas, bahkan disebutkan membaca seribu kali sebagai bentuk dzikir dan pengagungan kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadits: “Barang siapa yang membaca Surat Qul Huwallahu Ahad sebanyak 1000 kali, maka ia telah membeli dirinya sendiri dari Allah Swt.” Yaitu Allah Swt telah membebaskan ia dari Neraka.

Jadi, Intinya bulan Muharram adalah momentum awal tahun untuk memperbanyak amal saleh dan memperbarui semangat ibadah. Dengan menghidupkan sunnah Nabi SAW dan mengikuti jejak Ulama' salaf dalam memuliakan bulan Muharram akan membawa banyak kebaikan dan keberkahan dalam kehidupan umat Islam. [mu]