Skip to main content

Category : Kolom


Menjaga Asa Sepakbola Indonesia Mendunia

Mendung hitam saat ini sedang memayungi dunia sepak bola di Indonesia. Peristiwa kerusuhan di Kanjuruhan yang terjadi hampir dua pekan lalu telah membawa duka bukan hanya bagi seluruh masyarakat Indonesia, tetapi musibah ini telah menjadi duka dunia dimana beberapa pertandingan di liga Eropa juga turut mengheningkan cipta sebelum mereka memulai pertandingan sebagai salah satu bentuk ucapan belasungkawa atas apa yang terjadi di dunia sepakbola Indonesia.

Bjorka: Bukan Saatnya Saling Lempar Bola

Hampir dua pekan terakhir masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kemunculan akun peretas data atau lazim disebut “hacker” dengan nama akun Bjorka. Kemunculan hacker ini memicu menjadi sorotan masyarakat karena akun ini disinyalir telah mengacak-acak Indonesia. Bagaimana tidak, akun dengan nama Bjorka ini telah berhasil membobol dan membocorkan data-data penting negara, para pejabat dan individu masarakat sehingga menimbulkan keresahan terutama bagi orang yang sering beraktivitas atau bersinggungan dengan dunia digital.

Titik Temu Prasasti Canggu dan Adan-adan

Dugaan adanya kesamaan sebutan antara Desa Kawangen yang disebut di Prasasti Canggu masa raja Hayam Wuruk sebagai Desa Pelabuhan Bengawan Solo, dan Kawengan sebagai batas wilayah swatantra hadiah Raja Majapahit Dyah Wijaya ke Rajarsi, pendeta istana yang setia kepada raja sampai saat ini belum terjawab dan belum ada referensinya. Apakah ada kesamaan maksud sebutan dari dua prasasti tersebut ataukah tidak, masih gelap jalan petunjuk ke arah sana.

Alasan Sarjana Agama Perlu Menulis

Bila ada guru bahasa Indonesia- terampil menulis itu biasa. Berbeda kemudian, bila ada sarjana Agama -sarjana Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai misal- memiliki keterampilan menulis itu sungguh luar biasa. Ekspresi kekaguman penulis terhadap sarjana Agama yang punya kecakapan menulis bukan tanpa alasan.

Real World Math Menghubungkan Pelajaran dengan Tantangan Komunitas dan Dunia Kerja

Di zaman di mana data ada di ujung jari setiap orang, matematika tidak lagi menjadi hiasan di lembar latihan, tetapi alat konkret untuk memahami masalah nyata yang dihadapi komunitas kita. Real World Math mengajak pelajar dan pembaca umum untuk melihat pelajaran matematika sebagai bahasa yang menjembatani antara ide di kelas dengan tantangan di jalanan: dari kebutuhan perbaikan fasilitas sekolah hingga peluang baru di pasar kerja yang semakin rapat dengan analisis data. Ketika angka dipakai untuk menilai situasi, merancang solusi, dan mengukur dampak, pembelajaran matematika pun tumbuh menjadi sebuah proses yang relevan, transparan, dan berdampak.

Mengisi Kemerdekaan

HARI-ini, kita peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gegap gempita datangnya peringatan tersebut, terlihat nyata seiring dengan tensi Covid-19 yang menurun. Sehingga tidak ayal, aneka perlombaan menyambut hadirnya HUT ke-77 RI semarak diberbagai instansi. Mulai dari Pemerintah Desa, Kecamatan, hingga Kabupaten/Kota. Pada Lembaga pendidikan juga begitu. Kemeriahan menyambut HUT juga menggema dalam aneka lomba. Bahwa, suasana viralisasi HUT baik lewat sarana flayer, twibbon, dan lainnya berseliweran di jagat maya.

Langkah Membina Remaja Masjid

BICARA-remaja, bicara masa-masa pertumbuhan fisik dan psikis yang sedang dalam proses pencarian identitas diri. Terlebih, bila kemudian kata “remaja” disandingkan dengan masjid, itu menunjukkan kepada generasi muda yang dipersiapkan menjadi penerus estafet takmir.

Pendidikan Matematika Berbasis Proyek Dari Ide ke Solusi Nyata yang Berdampak

Setiap data memenuhi setiap keputusan, matematika tak lagi sekadar rangkaian angka di buku latihan. Pendidikan Matematika Berbasis Proyek mengajak siswa mengubah ide-ide abstrak menjadi solusi yang bisa diuji, dipertanggungjawabkan, dan diterapkan dalam kehidupan nyata. Dalam pendekatan ini, murid bekerja sepanjang satu proyek dari tahap ide hingga produk akhir yang berdampak pada lingkungan sekitar, mulai dari perencanaan kota kecil hingga solusi inovatif bagi masalah keseharian di sekolah.

Liburan Tetap Belajar Kenapa Tidak?

Libur akhir tahun pelajaran 2021/2022 telah tiba, berbagai rencana liburan telah diagendakan oleh masing-masing keluarga sesuai dengan kemampuannya. Ada yang liburan keluar kota, liburan ke rumah famili, dan ada yang di rumah saja, pokoknya libur tidak ada aktivitas sekolah