Skip to main content

Category : Kolom


Kolom

Kemana Perginya Waktu Belajar?

Pertanyaan ini, relevan sekali untuk konteks kini. Coba kita amati, siapa saja di keluarga kita yang istikamah belajar –dalam hal ini membaca, saat malam hari tiba. Ayah, ibu, kakak, adik, hingga nenek, siapa dari mereka yang masih membuka buku setiap hari terlebih hatam!

Kolom

Ketika Dakwah Tersandung Hiburan

Ada satu momen dalam hidup beragama yang seharusnya kita jaga betul-betul: saat simbol, ruang, dan suasana sakral sedang bekerja membentuk kesadaran kita. Isra Mikraj bukan sekadar agenda tahunan yang kita lewati sambil lalu. Ia adalah peristiwa spiritual—tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW menembus batas ruang dan waktu, tentang shalat sebagai “oleh-oleh langit”, dan tentang disiplin ruhani yang mestinya meresap sampai ke cara kita bersikap di bumi.

Kolom

Pernikahan Dini di Persimpangan Pola Asuh dan Media Sosial

Tahun 2025, Pengadilan Agama Bojonegoro mencatat 325 perkara dispensasi kawin. Dari jumlah itu, 184 perkara diajukan dengan alasan yang sama: menghindari zina. Alasan ini mengungguli kehamilan maupun pengakuan sudah melakukan zina. Sebuah pola baru. Sekaligus tanda bahaya.

Kolom

Potret Desa di Tengah Tekanan Anggaran

Tahun 2026 belum genap berumur panjang, tetapi rasa pening sudah lebih dulu menyergap banyak kepala desa. Bukan karena begadang, bukan pula karena cuaca yang tak menentu, melainkan karena satu hal yang sama-sama mereka pegang di meja kerja: angka Dana Desa yang menurun drastis. Dana yang selama ini menjadi sandaran pembangunan desa kini terasa kempis. Bahkan di banyak tempat, bukan sekadar turun, melainkan seperti terjun bebas. Maka, tanpa dikomando, lahirlah istilah yang beredar dari balai desa ke warung kopi: 2026 adalah tahun pusing nasional para kepala desa.

Kolom

Gen Z dan Revolusi Cara Belajar

Di satu sore yang lengang, seorang remaja tampak duduk bersila di lantai, laptop terbuka, earphone menempel rapat. Di layar, bukan drama Korea atau gim daring, melainkan video bertajuk “Fisika dalam 10 Menit”. Pemandangan semacam ini kini jamak kita temui. Generasi Z—yang kerap dicap mager, terlalu akrab dengan gawai, dan malas membaca buku—ternyata sedang belajar. Caranya saja yang berbeda. Mereka belajar dari YouTube.

Kolom

Zona Khusus Merokok di Lembaga Pendidikan

Hadirnya Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR) di Kabupaten Bojonegoro menarik untuk diulas. Ada tempat-tempat yang memang di stop untuk merokok.

Kolom

Ibu dan Peradaban

Setiap 22 Desember, kita kembali mengucapkan dua kata yang terdengar sederhana, tetapi sarat makna: Selamat Hari Ibu. Di media sosial, linimasa dipenuhi foto bunga, kartu ucapan, dan kalimat haru tentang pengorbanan seorang ibu. Namun, di balik perayaan itu, ada pertanyaan penting yang sering luput kita renungkan: sejauh mana kita memahami peran ibu—bukan hanya di ruang domestik, tetapi juga dalam sejarah nasional dan percaturan global?

Kolom

Anak, Medsos dan Negara

Pagi itu ponsel remaja bergetar: notifikasi dari Instagram — “Akun Anda tidak lagi tersedia karena Anda berusia di bawah 16 tahun.” Bagi sebagian orang itu menimbulkan panik: foto, chat, kenangan — menguap sementara. Bagi pembuat kebijakan, itu adalah konsekuensi dari sebuah keputusan besar: menempatkan batas usia 16 tahun sebagai ambang aman untuk memiliki akun di platform media sosial besar. Di dunia nyata, kebijakan seperti ini tidak lahir begitu saja—ia muncul dari perdebatan panjang tentang perkembangan anak, kesehatan mental, privasi, dan tanggung jawab perusahaan teknologi.

Kolom

Pendidikan Holistik ala Imam Al-Ghazali

Kalau ada satu tokoh klasik yang pandangannya tetap terasa segar di tengah hiruk-pikuk pendidikan zaman sekarang, Imam Al-Ghazali boleh dibilang salah satunya. Bayangkan saja: hidup hampir seribu tahun lalu, tetapi pemikirannya tentang pendidikan terasa seperti nasihat bijak yang baru keluar dari seminar parenting edisi hari ini. Ia tidak sekadar bicara soal “cara mengajar,” tetapi juga “cara menjadi manusia seutuhnya”—yang akalnya terang, hatinya jernih, dan perilakunya selaras.

Kolom

Peran Stakeholder untuk Mengatasi Kekerasan Seksual

Beberapa Minggu terakhir, Kabupaten Bojonegoro seakan kehilangan napas. Berita demi berita tentang kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah kandung dan ayah tiri, tiga kasus sekaligus terhadap anak-anak mereka sendiri, menghentak ruang batin masyarakat, dan belum lama ini juga menyusul kakek tiri cabuli cucunya.