Skip to main content

Category : Kolom


Kolom

Peran Stakeholder untuk Mengatasi Kekerasan Seksual

Beberapa Minggu terakhir, Kabupaten Bojonegoro seakan kehilangan napas. Berita demi berita tentang kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah kandung dan ayah tiri, tiga kasus sekaligus terhadap anak-anak mereka sendiri, menghentak ruang batin masyarakat, dan belum lama ini juga menyusul kakek tiri cabuli cucunya.

Kolom

Deforestasi dan Ekoliterasi

Kalau ada satu suara alam yang dulu paling mudah kita dengar, mungkin itu adalah desir angin yang menembus rimbun pepohonan. Tapi hari ini, desir itu makin lirih—bahkan di banyak tempat sudah berubah menjadi gema gergaji mesin. Deforestasi bukan lagi sekadar isu aktivis atau materi seminar lingkungan; ia sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Banjir tahunan, kekeringan yang makin panjang, tanah longsor, hingga harga pangan yang naik-turun seperti grafik saham—semuanya punya akar yang sama: hutan yang menyusut.

Kolom

Guru Ideal Era Digital

Ada sebuah ucapan bijak yang sering terdengar di ruang-ruang pendidikan: “Mengajar adalah belajar dua kali.” Ucapan ini bukan sekadar slogan manis untuk poster Hari Guru. Ia mengandung hikmah mendalam—bahwa guru yang baik bukanlah mereka yang merasa paling tahu, melainkan yang paling haus untuk terus belajar. Apalagi di era digital seperti sekarang, ketika informasi berlari lebih cepat daripada nasihat “kerjakan PR-mu sebelum tidur”.

Kolom

Guru yang Mendidik dengan Cinta

“We don't need no education Wе don't need no thought control No dark sarcasm in the classroom Teachers, lеave them kids alone Hey! Teacher! Leave us kids alone! All in all, you're just another brick in the wall”

Kolom

Belajar Tetap Asyik Saat Libur

Mengajak belajar di hari libur, itulah yang penulis lakukan dengan keponakan pada Ahad (23/11/25). Berbekal buku seri ‘Mewarnai Kreatif Dengan Contoh’ yang murah, keceriaan mereka tampak sekali.

Kolom

Bersetubuh dengan Waktu

Pernahkah Anda merasa waktu seperti satpam galak yang terus mengawasi, tak pernah berhenti barang sedetik pun? Atau justru seperti kekasih yang menuntut perhatian penuh? Iwan Fals dalam salah satu lagu legendarisnya mengajak kita “bersetubuh dengan waktu”—menggarisbawahi bahwa hubungan kita dengan waktu bukan sekadar persinggungan, tapi pertemuan yang amat intim. Bukan sekadar hidup berdampingan, tapi benar-benar menyelaminya.

Kolom

Mendakwahkan Membaca

Kemarin, Rabu (12/11/25), kita memperingati Hari Gerakan Nasional Membaca (HGNM). Peringatan ini bukan sekadar untuk ‘diingat’ saja, tetapi perlu berefleksi –diri kita masing, apakah membaca sudah menjadi aktivitas keseharian kita?

Kolom

Dibutuhkan Pahlawan (Anti) Koruptor

Setiap bulan November, bangsa ini selalu diajak menundukkan kepala sejenak: mengenang para pahlawan yang telah gugur demi tegaknya Indonesia merdeka. Dari Soedirman yang bergerilya di tengah hutan dengan paru-paru tinggal separuh, hingga Cut Nyak Dien yang kehilangan segalanya demi tanah Aceh tercinta.

Kolom

Membumikan Peran Pemuda

28 Oktober, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP). Tentu, untuk bisa membumikannya setiap saat, peringatannya bukan sekadar simbolis –berhenti di upacara, membuat flyer; tetapi yang terpenting adalah memformulasikan hakikat sumpah pemuda dalam konteks kekinian.

Mas Kawin Berupa Cek: Tergolong Mahar Tunai atau Tidak Tunai?

Pemberitaan yang viral, seorang kakek menikahi seorang gadis di Pacitan, menyisakan satu masalah hukum yang luput disoroti. Yaitu penggunaan mas kawin berupa cek, apakah termasuk mahar yang dibayar tunai atau tidak? Hal ini perlu diungkap karena memiliki konsekuensi hukum, apakah pasangan yang berbeda usia jauh itu boleh berhubungan suami istri atau tidak? Terutama jika istri belum mau diajak berhubungan, maka suami harus menunggu sampai cek itu dicairkan istri.