21:00 . Wartawan Bojonegoro Lakukan Vaksinasi Dosis Pertama   |   20:00 . Ini Komentar Tetangga tentang Keseharian Terduga Teroris   |   18:00 . PGMI UNUGIRI Raih Akreditasi B Kategori Sangat Baik   |   17:00 . Kali Pacal Meluap Rumah Hingga Fasum di Ngadiluhur Terendam Banjir   |   16:00 . Satpol PP Gelar Tasyakuran Hari Ulang Tahun Ke-71   |   15:00 . Awak bB Sukseskan Vaksinasi untuk Tangkal Covid-19   |   14:00 . Puluhan Wartawan di Bojonegoro Ikuti Vaksinasi di Pendopo Malowopati   |   13:00 . Sepeda Masuk SPT Pajak, Begini Penjelasannya   |   12:00 . Bupati Tinjau Lokasi Terdampak Pasca Banjir Gondang   |   11:00 . Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Menjadi 1.160.863 Orang   |   10:00 . Setahun Pandemi: Dampak Libur Panjang Jadikan Evaluasi   |   09:00 . Banjir Bandang Terjang Bojonegoro Selatan   |   08:00 . Meski Berada di Desa Pesanan Bordir Tembus Luar Daerah   |   07:00 . Awas, Kurang Paparan Lingkungan Hijau Tingkatkan Risiko ADHD pada Anak   |   06:00 . Kabupaten Bojonegoro Masuk Zona Kuning dengan Risiko Rendah   |  
Thu, 04 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Ladu, JaJanan Tradisional yang Masih Eksis Meski Digerus Zaman

blokbojonegoro.com | Tuesday, 12 May 2020 17:00

Ladu, JaJanan Tradisional yang Masih Eksis Meski Digerus Zaman

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Di tengah maraknya pengaruh globalisasi, budaya dan peradaban bangsa bisa saja jadi taruhannya, jika tak benar-benar dijaga. Bahaya jika tradisi dan adat istiadat mulai enggan tampil, juga kuliner khas daerah yang mulai tenggelam.

Salah satunya Ladu, kuliner kuno khas Jawa Timur salah satunya berada di Kabupaten Bojonegoro ini memang tak banyak diketahui. Tapi untungnya, resep peninggalan nenek moyang itu masih bisa bertahan di Kota Migas.

Maryam (70) warga asal Desa Cangaan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro ini masih konsisten mempertahankan produksi Ladu di rumahnya. Bahkan, sejak puluhan tahun silam, ia sudah membuatnya untuk dijual.

Mengingat jajanan mirip kerupuk ini banyak diburu masyarakat sekitar jika sudah menginjak Ramadan. Selain sebagai suguhan Hari Raya Idul Fitri, Ladu juga biasa dipesan untuk hajatan pernikahan dan maupun oleh-oleh khas Bojonegoro.

"Selain dijadikan sebagai jajanan hajatan dan suguhan saat Idul Fitri, Ladu juga sering dipesan buat oleh-oleh," kata Mbah Maryam, sapaan karibnya.

Proses pembuatan Ladu, tak serenyah saat memakannya. Campuran beras ketan murni dan gula pasir, ditambah sedikit pewarna warna merah, harus melalui proses panjang.

Beras ketan sebagai bahan pokok harus murni, tidak boleh ada campuran berasnya. Tak jarang bila banyak pesanan, Maryam meminta tolong dua anaknya untuk membatu dirinya dalam proses pembuatan Ladu.

"Beras pilihan itu nantinya akan di kukus selama satu jam, lalu dicampur gula dan pewarna," lanjutnya.

Tak berhenti sampai di situ, bahan-bahan yang menyatu ditumbuk supaya lebih halus. Proses menumbuk ini diakui Maryam sangat berat, selain ketelitian, sangat dibutuhkan kekuatan tangan karena tidak ada mesin khusus untuk menghaluskannya.

Setelah halus, adonan siap di betuk persegi panjang tipis dan kemudian di jemur. Setelah kering adonan di potong kotak-kotak memanjang, dan akhirnya digoreng dengan pasir.

"Menggunakan bahan-bahan berkualitas, serta membutuhkan tenaga ekstra membuat harga Ladu sedikit tinggi. Untuk satu toples besar (blek) Ladu, saya membandrol dengan harga Rp90.000 sampai Rp100.000, tergantung ukuran ladu yang dipesan," terang Maryam lebih lanjut.

Selain memiliki rasa manis, ladu juga renyah. Jajanan lawas ini kebanyakan diminati kalangan sepuh dan anak-anak balita, karena teksturnya yang lembut dan hancur saat sudah di mulut penikmatnya.

Meskipun tidak menggunakan bahan pengawet, makanan ini bisa tahan sampai satu hingga dua bulan. Tergantung cara penyimpanannya.

"Jajanan Ladu ini bisa tahan lama, asal harus diletakkan di tempat tertutup, biar tidak ayem (melempem),"  pungkas Maryam kepada blokBojonegoro. [lin/ito]

 

Tag : Ladu, jajan, Bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat