13:00 . Lapas Bojonegoro Gelar Razia Halinar Dadakan   |   12:00 . PEPC Sosialisasikan Keamanan dan Keselamatan Jalur Pipa Gas Lapangan JTB   |   16:00 . Antisipasi Potensi Konflik, Pemdes Berperan Penting Cegah Intoleransi dan Radikalisme   |   15:00 . Tak Kunjung Diperbaiki, Ratusan Sekolah di Bojonegoro Rusak   |   14:00 . Kepolisian: Jika Ingin Adopsi Bayi Bisa Hubungi Dinsos   |   11:00 . Kemenag Bojonegoro Datangkan 10 Ribu Pasang Buku Nikah   |   10:00 . Produk BBM yang Dinikmati Masyarakat Pasti Sesuai Spek, Ini 7 Proses Quality Control Pertamina   |   09:00 . Pergantian Pejabat di PT Kilang Pertamina Internasional : Bukti Legacy Kepemimpinan   |   08:00 . Polres Bojonegoro Bersama Perum Perhutani Tandatangani Perjanjian Kerjasama   |   07:00 . Pro Kontra Esteh Indonesia Tinggi Gula, Ketua PDGI Sampai Angkat Bicara   |   20:00 . Program RPL Pemkab Anggarkan Rp10,8 Miliar   |   19:00 . Kunjungi Bojonegoro, Kabidokkes Polda Jatim Beri Santunan ke Masyarakat   |   18:00 . Masuk Musim Panen, Harga Cabai Turun Drastis   |   17:00 . Banyak Perempuan Kuliah Ketimbang Nganggur, Ismail Fahmi: Mari Diubah Pola Pikir Digital Competitiveness   |   16:00 . Kuliah Umum di Udayana, SKK Migas Bahas Peran Hulu Migas untuk Energi Nasional   |  
Thu, 29 September 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wisata Gerabah Rendeng Masih Bertahan di Tengah Pandemi

blokbojonegoro.com | Tuesday, 24 November 2020 19:00

Wisata Gerabah Rendeng Masih Bertahan di Tengah Pandemi

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Perajin gerabah di Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro masih bertahan produksi meski masa pandemi Covid-19. Seolah usaha mereka tidak terdampak di tengah kembang kempis perekonomian.

Kerajinan gerabah menjadi ikon Desa Rendeng secara turun temurun, sehingga cukup dikenal oleh Masyarakat lokal Bojonegoro maupun luar Bojonegoro.

Menurut Nurul Aini, pengelola wisata edukasi gerabah asal Desa Rendeng,  meski pandemi produksi gerabah tetap bertahan. Hanya saja omzet yang diperoleh memang berbeda dari sebelumnya.

"Saat ini gerabah masih tetap bertahan hanya saja omzet tentu berbeda saat pandemi dan sebelum pandemi," ungkap Wanita yang akrab disapa Eni itu kepada blokBojonegoro.com.

Untuk tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19, Eni tentu memiliki strategi pemasaran khusus. Jika tahun lalu sebelum pandemi Covid-19 kebanjiran anak sekolah hingga mahasiswa yang melakukan kunjungan wisata edukasi gerabah, saat pandemi kini beralih hanya menerima pemesanan souvenir pernikahan guna menyiasati bisnis yang ia lakoni.

"Jika tahun lalu pasti banyak anak sekolah yang melakukan kunjungan produksi, untuk tahun ini starategi pemasaran berupa pemesanan souvenir pernikahan. Terkadang bisa menerima hingga 1.000 biji," imbuh Eni.

Perajin asal Malo ini juga berharap pandemi Covid-19 segera bisa diatasi sehingga usaha yang dia geluti bisa seperti sediakala. [liz/lis]

Tag : Gerabah, wisata



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 06 September 2022 12:30

    Berita Kehilangan

    Berita Kehilangan Telah hilang buku Rincik pajak bumi dan bangunan milik desa sumberrejo kecamatan sumberrejo kabupaten Bojonegoro. Bila ada yang menemukan bisa hubungi langsung ke Pemdes Sumberrejo atau redaksi.blokbojonegoro@gmail.com, juga bisa chat...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat