07:00 . Gejala Serangan Jantung, Ini Perbedaannya pada Wanita dan Pria   |   03:01 . Tawarkan Suasana Baru, Go Fun Buka Kembali Hari Ini   |   19:00 . Serap Aspirasi, Komisi B Peduli Nasib Petani   |   16:00 . Gaji Buruh Tertunda Disnaker Bojonegoro Turun Tangan   |   15:00 . SMKN 5 Bojonegoro Berbagi Takjil   |   14:00 . Layani Penumpang Non Mudik, Bus di Terminal Rajekwesi Mulai Beroperasi   |   13:00 . Komisi C Akan Selidiki Masalah Demo Karyawan PT Shou Fong Lastindo   |   12:00 . Disinyalir THR Kecil, Karyawan PT Shou Fong Lastindo Mogok Kerja   |   11:00 . Larangan Mudik, Tinggal Dua Kereta yang Tetap Jalan   |   09:00 . Jelang Lebaran, Diana Hargianti Rutin Berbagi Kepada Sesama   |   08:00 . PWI Bojonegoro dan Pertamina EP Cepu Berbagi Bersama Yatim   |   07:00 . Alami Diabetes Selama Kehamilan, Waspada 4 Efek Berikut pada Janin   |   19:00 . Bus AKDP Masih Diperbolehkan Operasi, Begini Persyaratannya   |   18:00 . DKR Balen Berikan Santunan Anak Yatim   |   17:00 . Terminal Sepi, Bus Tidak Ada yang Beroperasi   |  
Sat, 08 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Menikah Malam Songo, 160 Pasangan Ajukan Diska

blokbojonegoro.com | Friday, 30 April 2021 15:00

Menikah Malam Songo, 160 Pasangan Ajukan Diska

Kontributor: Uul Lyatin

blokBojonegoro.com - Tradisi nikah malem songo yang selalu menjadi ajang banyak pernikahan di berbagai daerah. Kini di Kabupaten Bojonegoro ada 160 pasangan yang mengajukan diska untuk kepentingan nikah malem songo. 

Melalui ketua panitera pengadilan agama Bojonegoro, Sholikin Jami' mengatakan bahwa 160 data pasangan yang mengajukan dispensasi nikah tersebut cukup fantastis dan terbilang banyak. Selain itu, 160 pasangan yang akan menikah di malem songo terbilang memaksakan diri karena belum cukup usia. 

"Mereka yang akan menikah di malem songo banyak yang belum memenuhi syarat, sehingga mereka mengajukan dispensasi nikah," ujarnya. 

Adapun umur perkawinan yang sesuai dengan Undang-Undang no. 16 tahun 2019, perkawinan hanya diizinkan apabila pihak pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun. Sementara itu, apabila mereka masih dibawah umur, maka mereka harus mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama (PA) bagi yang beragama Islam dan ke Pengadilan Negeri (PN) bagi yang beragama lainnya.

"Pernikahan seperti ini terlalu dipaksakan, yang seharusnya mereka menikah dan memenuhi semua syarat tapi mereka memaksakan diri mengajukan diska untuk nikah di malem songo," ungkapnya. 

Sholikin Jami' juga menuturkan pernikahan yang dipaksakan sah secara hukum akan sangat rawan timbulnya perceraian. Karena pada dasarnya, secara psikologis maupun secara ekonomi mereka belum memenuhi syarat sepenuhnya. Hal tersebut membuat rentan perceraian saat ini. 

"Sebanyak 160 pasangan yang mengajukan diska tersebut, hampir 93% dari mereka belum bekerja. Maka hal tersebut sangatlah rentan terjadi perceraian karena masalah ekonomi," imbuhnya. 

Pihaknya juga berharap agar masyarakat tidak mudah mengambil keputusan dalam pernikahan. Masyarakat harus memutuskan sebuah problem secara rasional dan mau berfikir secara jangka panjang. 

"Yakin saja itu tidak cukup, semua harus didampingi dengan sesuatu yang rasional. Bahwa menikah itu adalah keputusan yang harus difikir secara matang. Kalau belum dewasa secara ekonomi maupun psikologis, maka seharusnya keyakinan tersebut harus lebih dipertimbangkan agar kedepannya lebih baik lagi," tandasnya. [uul/lis]

 

Tag : Pengajuan, Diska , Pengajian

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat