18:00 . Vaksinasi Tahap 3 Dimulai di DKI Jakarta   |   17:00 . Hari ke-2 Pasca Lebaran, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Sidak ke SMPN 4 Bojonegoro   |   16:00 . Jembatan Glendeng Kembali Dibuka untuk Kendaraan Roda 2   |   15:00 . Silaturahmi Kamtibmas, Kapolres Ingatkan Tren Kenaikan Covid-19   |   14:00 . Kolam Renang jadi Tempat Alternatif Liburan   |   13:00 . Olah Lemon Jadi 5 Varian Minuman Sehat, Omzet Menggiurkan   |   12:00 . Dikenal Ramah Sebagai Penggiat Bonsai Pria Asal Sumbang Mampu Raup Puluhan Juta   |   10:00 . Lebih Mudah Transaksi dengan Pospay, Begini SOP-nya   |   08:00 . Objek Wisata Bukit Guyangan Menjadi Pilihan Libur Lebaran   |   07:00 . 9 Mitos tentang Donor Darah yang Perlu Diluruskan   |   06:00 . Tongkrongan Baru, Semilir Cafe Suguhkan Pemandangan Pinggir Nggawan   |   20:00 . Air Terjun Kedung Peti, Wisata Alam Tersembunyi di Bojonegoro   |   19:00 . Pemkab Bojonegoro Targetkan 11.000 unit RLTH Rampung Direhab Hingga Tahun 2023   |   18:00 . Pasca Idul Fitri, 2 Tempat Wisata Bojonegoro ini Ramai Pengunjung   |   17:00 . Lebih Mudah, Bayar Iuran JKN-KIS Lewat Aplikasi Mobile JKN   |  
Tue, 18 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Butuh Keterlibatan Semua Sektor Untuk Bisa Cegah Stunting

blokbojonegoro.com | Monday, 03 May 2021 07:00

Butuh Keterlibatan Semua Sektor Untuk Bisa Cegah Stunting

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Stunting hingga kini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dihadapi pemerintah Indonesia. Seperti diketahui, stunting sendiri suatu masalah kurangnya gizi kronis pada anak, sehingga tinggi badan anak tersebut lebih rendah dari standar usianya maupun teman sebayanya.  

Hal ini diungkap oleh Kordinator Bidang KSPK BKKBN Jawa Barat, Elma Triyulianti Djadjuri, S.Psi, MM. Ia mengungkap bahwa isu stunting di Indonesia menjadi masalah, sehingga penting adanya pergerakan dari semua sektor termasuk perguruan tinggi.

“Kenapa stunting menjadi penting, karena perlu pergerakan dari semua sektor, termasuk perguruan tinggi,” ungkapnya dalam acara webinar UNPAD Fakultas Keperawatan bertema, Peran Nutrisi Ibu Hamil, Dalam Aksi Percepatan Penurunan Stunting Di Indonesia, Sabtu (1/5/2021).

Ia mengatakan, kondisi kurangnya gizi kronis yang berlangsung terus menerus, membuat pertumbuhan anak lebih pendek dari usianya atau dari teman-temannya.

“Jadi sekali lagi, ini adalah akibat gizi kronis yang berlangsung secara terus menerus, sehingga anak lebih pendek dari usianya atau dari teman-temannya,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi gizi perlu dijaga. Mulai dari Ibu hamil, Ibu melahirkan, sampai anak usia dua tahun.

“Itulah yang harus kita jaga, agar gizi anak terpenuhi dan gizi Ibu juga terpenuhi. Sehingga nanti terbentuknya bayi yang sehat, sehingga angka stunting bisa dicegah,” paparnya.

Dikatakan Elma Triyulianti Djadjuri, stunting merupakan suatu aset untuk meningkatkan kualitas SDM di masa mendatang. Tidak hanya menjadi urusan dinas kesehatan dan BKKBN saja, melainkan juga melibatkan semua sektor.

“Karena kasus stunting ini diakibatkan oleh berbagai multidimensi, seperti bonus demografi. Ketika bonus demografi akan kita raih, kalau kasus stunting tidak kita tekan dan hilangkan, tentu akan berdampak pada penurunan kualitas SDM. Sehingga bonus yang ingin dicapai pada tahun 2035 mungkin tidak bisa direalisasikan,” pungkasnya.

*Suara.com

Tag : pendidikan, kesehatan

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat