11:00 . Manajemen Persibo Banding Atas Putusan Komdis   |   10:30 . Umar: Sanksi Komdis ke Persibo Tak Fair, Kita Dicurangi   |   08:00 . Persibo Bojonegoro Diberikan Sanksi Komdis PSSI Jatim   |   07:00 . Mengenal Tantrum Anak, Serta Bagaimana Cara Menanganinya   |   21:00 . Kemendag: Pasokan Kedelai Cukup untuk Natal dan Tahun Baru   |   19:00 . Kasur Busa Jadi Tren, Pengusaha Kasur Kapas Bertahan untuk Tetap Ada   |   18:00 . Antisipasi Lonjakan Covid Jelang Nataru, Stok Plasma Konvalesen di Bojonegoro Terpantau Aman   |   16:00 . Pemkab Salurkan BLTD Penanganan Kemiskinan Ekstrim di Bojonegoro   |   15:00 . Dilewati Dump Truk, Jembatan Penghubung Desa Sumbertlaseh Ambruk   |   14:00 . Menang 1-0, Boromania Antusias Sambut Kedatangan Tim Persibo   |   11:00 . HUT ke-38, SMP Negeri Kapas Tonjolkan Rakitan Sepeda Energi Listrik   |   07:00 . Jangan Cukur Bulu Kemaluan Saat Vagina Sedang Dalam Kondisi Begini   |   18:00 . Persibo Bojonegoro Melaju ke Babak 16 Besar   |   17:00 . Program Rantang Kasih Moe Tingkatkan Gizi Lansia   |   16:00 . Awal Bulan Harga Emas 24 Karat Antam Terjun   |  
Sat, 04 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Jito, 15 Tahun Mengabdikan Diri Mengajar di Desa Pelosok

blokbojonegoro.com | Sunday, 27 June 2021 11:00

Jito, 15 Tahun Mengabdikan Diri Mengajar di Desa Pelosok

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Semua orang hebat tak lepas dari yang namanya guru. Dia adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang terkadang tidak di perhatikan bagaimana kehidupannya. Seorang guru adalah kunci utama untuk mencerdaskan anak bangsa.

Guru bukan hanya sebuah pekerjaan yang dimaknai dengan tugas untuk mendidik anak-anak bangsa pada pendidikan formal saja. Guru adalah panggilan jiwa untuk membantu menyalakan pelita pengetahuan dan kebajikan di dalam diri setiap anak bangsa.

Sebagai sebuah profesi yang menciptakan masa depan melalui karakter dan keterampilan generasi penerus bangsa, peran guru sangat strategis di dalam pembangunan nasional.

Sujito (36) merupakan salah satu Guru Tidak Tetap (GTT) yang sudah mengabdi sejak 2006. Hasil yang dia terima sebenarnya tidak sebanding dengan dedikasi menebar ilmu kepada para siswa. Tapi, panggilan hati demi tekad pengabdian membuat pria yang akrab di panggil Jito ini terus bertahan sampai sekarang.

Demi menghidupi keluarganya dia mengambil sampingan berkebun agar asap dapurnya bisa tetap mengepul. Jarak sekolah dengan rumahnya cukup jauh dan medan jalanan yang cukup sulit tak menyiutkan tekatnya untuk mencerdaskan para siswanya.

"Dulu pas awal-awal mengabdikan diri di SDN Nglampin V saya sering jatuh karena medan jalanan yang sangat sulit, apa lagi pas musim penghujan tiba jalanan menuju sekolahan sangat becek dan licin, Alhamdulillahnya sekarang sudah dipasang paving meskipun belum semua," ceritanya kepada awak media.

Sudah 15 tahun dirinya mendidikasikan hidup di dunia pendidikan, bahkan anak didiknya yang dulu belajar dengannya pun kini sudah ikut mengabdikan diri di dunia pendidikan bersamanya.

Selama bertahun-tahun penghasilannya sebagai pengajar hanya cukup untuk di buat uang bensinnya saja. Kenaikan gaji meski cuma segelintir besarannya merupakan hal wajib disyukuri baginya. Guru asal Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon ini tetap percaya segala rezeki sudah diatur Yang Maha Kuasa.

"Apa yang harus saya jalani untuk mendapatkan rezeki halal selalu saya lakukan. Mengeluh tidak ada gunanya, apalagi menyesal. Itu hanya membuat terpuruk," ujarnya kepada wartawan blokBojonegoro.com.

Padahal, hasil jerih payahnya jauh dari angka nominal upah minimum kabupaten (UMK) yang diperuntukkan bagi pekerja pabrik. UMK di kota migas Bojonegoro saja kini mencapai lebih dari Rp2 juta.

Alumni STIT Muhammadiyah Bojonegoro ini sudah dua kali pindah mengajar, pertama mengabdikan diri sebagai guru dia mengajar di SDN Sengon I pada tahun 2006 lalu di minta mengajar di SDN Nglampin V yang berlokasi di Dusun Gondang hingga hari ini.

Ada kepuasan tersendiri baginya ketika membagi ilmu dengan anak didiknya. Melihat senyum ceria para siswanya, membuat Sujito lupa besaran honor yang dia terima kecil.

Setiap hari Sujito harus menempuh jarak enam kilometer untuk sampai ke tempat bekerja. Pulang pergi jarak yang dia tempuh berarti 12 kilometer. Cukup menguras bahan bakar sepeda motornya di tengah harga bensin yang sangat lumayan.

Untuk menopang kebutuhan, Jito mencari lahan dari celah lain. Apapun dia kerjakan seperti berkebun. Dia berkebun dengan mengandalkan lahan perhutani di hutan dekat hutan. Mulai menanam jagung, kacang dan pisang untuk mencukupi kebutuhan.

"Harapan saya semoga pemerintah kedepannya bisa memperhatikan guru-guru yang sudah lama mengabdikan diri untuk diangkat sebagai guru PNS, agar supaya kehidupannya lebih layak," ujar bapak satu anak itu.[her/ito]

Tag : Guru, nglampin, ngambon, bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 22 November 2021 14:00

    Resensi

    Dibalik Buku 00.00

    Dibalik Buku 00.00 Buku judul 00.00 merupakan karya kedua dari Anugrah Ameylia Falensia atau yang kerap dikenal dengan panggilan Amey atau cumi oleh teman-teman maupun para teman pembacanya....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more