09:00 . Per Juli Beli Pertalite Lewat MyPertamina, Daerah Kamu Salah Satunya?   |   08:00 . Bupati Bojonegoro Bersedia Terima Aset Jembatan Glendeng, Bupati Tuban Absen Rapat   |   07:00 . Alergi pada Anak, Ini Cara Memperkuat Barrier Tubuhnya   |   20:00 . Kontingen Bojonegoro Tambah Tiga Medali   |   19:00 . Mendag Zulhas Bertemu Dubes Amerika Serikat, Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan Indo-Pasifik   |   18:00 . Liburan Tetap Belajar Kenapa Tidak?   |   17:00 . Ketua Kontingen Bojonegoro Apresiasi Prestasi Atlet Judo   |   16:00 . Ada 1 Juta lebih DPB, Didominasi Perempuan   |   15:00 . KPU Bojonegoro Gelar Rakor Pemutakhiran DPB   |   14:00 . Atlet Judo Bojonegoro Sumbang 3 Medali   |   13:00 . Atlet Taekwondo Bojonegoro Raih Satu Medali Perak   |   10:00 . Bebas PMK, 9.308 Ekor Sapi di Bojonegoro Siap kurban   |   09:00 . Cabor Angkat Besi Sumbang 3 Emas Lagi   |   08:00 . Prorprov Jatim, Bojonegoro Bertahan di Sepuluh Besar Perolehan Medali Sementara   |   07:00 . 4 Tips agar Emosi Kamu Tetap Stabil ketika Sedang Dipuji   |  
Wed, 29 June 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Selama Sekolah Daring, Anak Jadi Lebih Terbebani Tuntutan Akademik

blokbojonegoro.com | Thursday, 28 October 2021 07:00

Selama Sekolah Daring, Anak Jadi Lebih Terbebani Tuntutan Akademik

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak sekolah masih menerapkan kebijakan sekolah jarak jauh alias sekolah daring.

Mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, sekolah daring tetap menjadi andalah, Hanya saja, sekolah daring disebut dapat membuat anak mengalami penurunan daya kreativitas.

Hal ini diungkap oleh psikolog sekaligus pemerhati anak Seto Mulyadi atau yang biasa akrab dipanggil Kak Seto. Ia mengatakan, tanpa disadari anak mengalami penurunan kreativitas selama sekolah daring.

Kata Kak Seto, ini bisa terjadi karena anak yang menjalani sekolah daring terbebani oleh tuntutan kurikulum. Sehingga pembelajaran hanya fokus pada nilai akademik dibanding nilai kreativitas.

"Pada dasarnya semua anak itu kreatif. Tapi kadang kala tanpa disadari kreativitas mereka terpasung dan terbungkam. Di mana ini terjadi karena tuntutan akademik dalam situasi normal. Padahal situasi nya bisa berbeda," ungkapnya dalam acara Adaptasi Anak Demi Sukses Pendidikan Tatap Muka, Selasa (26/10/2021).

Kak Seto melanjutkan, seharusnya selama sekolah daring anak jangan banyak dituntut oleh orangtua dan sekolah.

Ia juga mengimbau agar sekolah membuka ruang kreativitas bagi siswa agar anak mengalami peningkatan kemampuan kreativitas mereka.

Itu bisa dilakukan mulai dari membuat video, menciptakan lagu, membuat puisi, membuat lukisan, atau ide lain yang masih terkait dengan pendidikan, etika, estetika, nasionalisme, dan kesehatan.

"Dengan cara demikian, mudah-mudahan anak di rumah tetap asyik dalam belajar. Tapi tetap ada panduan dari guru, dan tidak terlalu kaku, dan tetap membuka ruang kreativitas," jelas Kak Seto.

"Siapa tahu ini bisa menjadi bagian dari problem solving, ketika anak masih menjalani belajar dari rumah saja," pungkasnya.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan, belajar daring, psikologi anak, anak



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat