09:00 . Per Juli Beli Pertalite Lewat MyPertamina, Daerah Kamu Salah Satunya?   |   08:00 . Bupati Bojonegoro Bersedia Terima Aset Jembatan Glendeng, Bupati Tuban Absen Rapat   |   07:00 . Alergi pada Anak, Ini Cara Memperkuat Barrier Tubuhnya   |   20:00 . Kontingen Bojonegoro Tambah Tiga Medali   |   19:00 . Mendag Zulhas Bertemu Dubes Amerika Serikat, Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan Indo-Pasifik   |   18:00 . Liburan Tetap Belajar Kenapa Tidak?   |   17:00 . Ketua Kontingen Bojonegoro Apresiasi Prestasi Atlet Judo   |   16:00 . Ada 1 Juta lebih DPB, Didominasi Perempuan   |   15:00 . KPU Bojonegoro Gelar Rakor Pemutakhiran DPB   |   14:00 . Atlet Judo Bojonegoro Sumbang 3 Medali   |   13:00 . Atlet Taekwondo Bojonegoro Raih Satu Medali Perak   |   10:00 . Bebas PMK, 9.308 Ekor Sapi di Bojonegoro Siap kurban   |   09:00 . Cabor Angkat Besi Sumbang 3 Emas Lagi   |   08:00 . Prorprov Jatim, Bojonegoro Bertahan di Sepuluh Besar Perolehan Medali Sementara   |   07:00 . 4 Tips agar Emosi Kamu Tetap Stabil ketika Sedang Dipuji   |  
Wed, 29 June 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kesehatan Mental Memburuk Selama Pandemi, Ide Bunuh Diri Semakin Meningkat

blokbojonegoro.com | Wednesday, 03 November 2021 07:00

Kesehatan Mental Memburuk Selama Pandemi, Ide Bunuh Diri Semakin Meningkat

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Pandemi Covid-19 membawa dampak pada kesehatan mental, dengan gejala yang sangat kompleks. Di antaranya adalah kecemasan, insomnia, depresi, dan gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Masalah kesehatan mental tak hanya menghampiri mereka yang terdampak Covid-19, tetapi juga seluruh masyarakat yang mengalami pembatasan sosial. Berada di rumah saja ternyata juga dapat memengaruhi kesehatan mental mereka, di mana mereka sangat tertekan dan mengalami kejenuhan.

Hal inilah yang diungkap oleh Dosen Akademi Keperawatan Karya Bakti Husada Agustiningsih, dalam acara Webinar Saintek Festival, bertajuk Self Healing and Raising Mental Health Awareness During Pandemic, beberapa waktu yang lalu.

Pada hasil penelitian yang dilakukan di tingkat dunia dan Indonesia, menunjukkan fakta bahwa di Amerika saja, ide bunuh diri pada remaja naik dari 17 persen pada tahun 2017, menjadi 37 persen selama pandemi Covid-19.

Selain itu, studi yang terjadi di Kanada mengungkap 18 persen remaja yang disurvei memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidupnya, di mana sebelumnya pada tahun 2017 jumlah ini hanya sekitar 6 persen.

“Itu banyak sekali ide tentang bunuh diri pada remaja, mulai dari usia 12 sampai 18 tahun. Jadi di Amerika ide bunuh diri semakin meningkat selama pandemi,” ungkap Agustiningsih.

Di samping itu, penelitian lain dunia juga mengungkapkan, tingkat self harm (menyakiti diri sendiri) meningkat dari 32 persen menjadi 42 persen, setelah diberlakukan penutupan sekolah.

Selain itu, studi yang dilakukan di Indonesia juga mengalami hal yang sama. Di Surabaya, misalnya, kejadian bunuh diri diakibatkan oleh depresi gara-gara tujuh kali melakukan swab dan hasilnya yang positif.

“Walaupun di Amerika dan Kanada tidak diketahui (penyebabnya), tapi rata-rata diakibatkan karena depresi. Di Indonesia, ini alasannya karena tujuh kali swab dengan hasil positif. Tapi sebenarnya tidak mengalami gejala yang berarti, atau hanya gejala ringan,” ungkap Agustiningsih.

“Jadi di sini banyak sekali kejadian bunuh diri pada remaja yang diakibatkan karena depresi. (Tapi pertanyaannya, kenapa remaja bunuh diri? Di sistem otak itu ada zat amigdala, jadi ini sangat dominan pada remaja di mana ini berfungsi mengeluarkan emosi, dan juga menekan jiwanya,” lanjut Agustiningsih.

“Jadi karena emosionalnya besar, dan tekanannya semakin kuat, sehingga mengakibatkan depresi dan sulit dikendalikan. Dan ini yang mengakibatkan ide untuk bunuh diri,” pungkasnya.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan, pandemi, bunuh diri



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat