07:00 . Ahli Kesehatan Mental Bagikan 3 Tips Untuk Kelola Stres, Apa Saja?   |   21:00 . Dekatkan Layanan Kesehatan, Bupati Resmikan Puskesmas Malo   |   20:00 . Mendag: Melalui G20 Promosikan Keragaman Budaya, Potensi Investasi dan Pariwisata   |   19:00 . Tinggal Tunggu Sertifikasi Operasi, Bendungan Gongseng Siap Beroperasi   |   18:30 . Debit Air Naik, Bengawan Solo Siaga   |   18:00 . Melalui Radio, Kasatlantas Kampanyekan Tertib Lalu Lintas   |   17:00 . TMA Bengawan Solo Siaga Kuning Tren Naik   |   16:00 . Pertamina EP Sukowati Field dan Pemdes Ngampel Luncurkan Produk UMKM Desa   |   15:00 . Pegawai dan Karyawan Pemkab Bojonegoro Mulai Divaksin Booster   |   14:00 . Tingkatkan Kinerja Pelayanan Publik, Bupati Anna Lantik 30 Pejabat Pemerintah   |   13:00 . Bupati Buka Turnamen Bulu Tangkis Ormada dan Ingatkan Pentingnya Taat Prokes   |   12:00 . Harga Minyak Goreng Turun, Stok Aman Hingga 6 Bulan   |   11:00 . Kasus DBD Naik, Permintaan Trombosit Meningkat   |   08:00 . Hari Ini Bengawan Solo Siaga Hijau Trend Naik   |   07:00 . Deteksi Gejala Demensia dari Kebiasaan Menonton Film, Apa Itu?   |  
Sat, 22 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Orangtua, Lakukan Ini Agar Tak Melulu Melampiaskan Amarah Kepada Anak

blokbojonegoro.com | Friday, 31 December 2021 07:00

Orangtua, Lakukan Ini Agar Tak Melulu Melampiaskan Amarah Kepada Anak

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Lelah bekerja atau ada masalah dengan pasangan di rumah? Itu semua wajar. Tapi hal yang mesti diingat orangtua adalah, jangan pernah melampiaskan amarah kepada anak.

Jangan karena merasa kesal, anak yang tidak tahu apa-apa malah terkena imbasnya. Hal tersebut memiliki dampak negatif pada anak, di mana anak yang lahir merasa bahwa dirinya beban bagi keluarga.

Memiliki kebiasaan melampiaskan amarah kepada anak juga dapat membuat emosi anak tak tersalurkan dengan benar. Hal itu berisiko membuat anak tumbuh memiliki karakter bermasalah di lain hari.

Salah satunya anak menjadi kerap menutup diri dari orang lain, merasa rendah diri, menjadi pemberontak, hingga menjadi pribadi yang emosional atau temperamental.

Agar pelampiasan amarah tersebut tidak berjangka panjang, bagaimana cara mengatasinya?

Berikut paparan dari Psikolog Anak dan Remaja Anastasia Satriyo M.Psi.

"Kalau kita lagi marah sama suami, kita perlu sedikit mengubah behavior kita. Kalau dulunya pas marah nyarinya anak dan menjadikan pelampiasan, kita harus break pattern atau istirahat,” ungkapnya dalam acara Ibu Dan Keluarga: Sumber Bahagia Atau Trauma? beberapa waktu yang lalu.

Selanjutnya, Anastasia mengatakan orangtua perlu memposisikan diri sebagai anak. Dengan memposisikan diri, orangtua dapat merasakan bagaimana jika sang anak dimarahi.

"Di sini kita bisa melihat, apakah ibu yang memarahi saya itu murni karena kesalahan saya, atau sedang kesal dengan ayah saya."

"Kalau ibu mau anaknya bisa berlaku adil ke orang lain, kita perlu melatih diri sendiri agar bisa berlaku adil."

“Tapi yang penting kita juga perlu self compassion, karena ini menyangkut soal keterbukaan diri. Dan ini perlu untuk melatih regulasi emosi," ungkap Anastasia lebih lanjut.

Intinya, anak akan bisa merasakan amarah orangtua.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan, anak, balita, psikologi anak



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat