18:00 . Bersiap, Besok PDAM di Kedungadem dan Sebagian Sugihwaras Mati   |   17:00 . Stakeholders Day 2024, KPPN Bojonegoro Beri Penghargaan Operator Terbaik   |   16:00 . Berikut Skema Pemulangan Jemaah Haji Bojonegoro Pekan Depan   |   15:00 . Sedih, Begini Isi Surat Wasiat Milik Pria di Bojonegoro yang Diduga Tabrakkan Diri ke KA   |   14:00 . Diduga Bunuh Diri, Pria Tanpa Identitas di Bojonegoro Tabrakan Diri ke Kereta Api   |   21:00 . Lawan Persebaya, Manajemen Persibo Bojonegoro Bakal Boyong Pemain Baru   |   19:00 . Minggu 23 Juni 2024, CFD di Alun-alun Bojonegoro Diliburkan   |   17:00 . Pj Ketua PKK Bojonegoro dan Kader PKK Latihan Olahan Pangan Alternatif   |   15:00 . Pilih Tinggalkan Kursi DPRD Bojonegoro, Mitroatin Siap Dampingi Anna Muawanah   |   13:00 . Jamaah Haji Asal Bojonegoro Meninggal Dunia Saat Towaf Ifadhoh   |   06:00 . Tradisi Mayu Cungkup Buyut Dalem, Lurah Kadipaten Serahkan Sirap   |   20:00 . Diperiksa 5 Jam, Kepala Bappeda Bojonegoro Dicecar Kejari Soal Perencanaan Mobil Siaga   |   16:00 . Puluhan Desa di Bojonegoro Terancam Kekeringan, 1 Desa Telah Minta Bantuan Air Bersih   |   14:00 . Warga Tawing, Desa Malingmati, Akhirnya Nikmati Kurban Sapi Sejak Indonesia Merdeka   |   13:00 . Persibo vs Persebaya, Ribuan Suporter Bojonegoro Siap Away Gelora Bung Tomo   |  
Sat, 22 June 2024
Jl. Desa Sambiroto, Kec. Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sempat Diragukan, Pria Ini Berhasil Tanam Kopi Hingga Panen

blokbojonegoro.com | Saturday, 10 September 2022 12:00

Sempat Diragukan, Pria Ini Berhasil Tanam Kopi Hingga Panen

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Tanaman Kopi kebanyakan ditemui di daerah pegunungan atau dataran tinggi yang memiliki suhu sejuk. Namun, pria asal Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Lilik Budi Witoyo, mencoba menanam kopi di pekarangan rumahnya dan ternyata bisa tumbuh bahkan panen.

Hal tersebut, membuat sejumlah petani dari berbagai daerah turut bercocok tanam dengannya. Seperti yang digelar di Kebun Kopi miliknya, sejumlah petani dari berbagai daerah datang dan menyeduh hasil panen pertama kali dari kopi yang ia tanam.

“Awal saya mencoba menanam itu banyak yang meragukan, karena dengan kondisi cuaca di Bojonegoro yang bisa dibilang tak bisa ditanami Kopi. Namun, hal tersebut bisa disiasati, dan hingga sekarang saya sudah memanen dan menyeduh bersama sejumlah petani yang ingin bercocok tanam kopi,” ungkap Budi kepada blokBojonegoro.com, Sabtu (10/9/2022).

Menurutnya, kopi yang ia tanam ini berusia kurang lebih 4 tahun hingga akhirnya bisa dipanen. Kopi yang Budi tanam ada empat varietas, diantaranya yaitu Robusta (yang sering dinikmati masyarakat Indonesia), Liberika, Ekselsa dan Arabika.

“Awal 2018 saya mengolah lahan untuk ditanami ini. Hingga akhir 2018 mulai menanam sekitar kurang lebih 150 pohon dengan 4 jenis varietas seperti robusta, liberika, ekselsa, arabika. Yang umum diminum masyarakat Indonesia yaitu jenis robusta,” paparnya.

Ia mengaku, untuk awal panen bisa mendapatkan satu kilo kopi per pohonnya. Sedangkan, jika sudah maksimal bisa mencapai tiga kilo biji kopi untuk satu pohon. Dan dalam jangka waktu satu tahun dapat memanen hingga tiga kali.

Budi menambahkan, sejak empat tahun terakhir pengonsumsi kopi di Indonesia menurut data Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) naik tajam hingga 50%. Sedangkan, dalam urutan dunia, Indonesia berada di urutan keempat sebagai penikmat kopi terbanyak.

“Maka dari itu, kopi sekarang itu sudah tak lagi kebutuhan sekunder, tetapi menjadi kebutuhan primer (pokok). Tak sedikit orang, ketika bangun tidur lebih memilih minum kopi terlebih dahulu daripada memilih sarapan,” imbuh Budi.

Sementara itu, pengelola Kebun Kopi Tlogohaji, Ngadi mengungkapkan, kelebihan menanam tanaman jangka panjang seperti kopi ini, yakni ditanam hanya sekali tapi bisa dipanen berkali-kali, pupuknya lebih irit dan mudah didapat, perawatannya lebih mudah tidak seintensif kalau tanam padi atau jagung, lebih mudah saat dipanen, bisa menyerap air lebih cepat.

“Sedangkan untuk kelemahannya yakni, diawal penanaman (1-2 tahun) butuh perhatian yang cukup intensif untuk memastikan tanaman tumbuh normal, bibit mahal kalau membeli memang mahal tapi hal tersebut bisa disiasati, salah satunya dengan cara adanya komunitas petani seperti ini,” jelas Ngadi kepada sejumlah petani. [riz/mu]

Tag : Kopi bojonegoro, tanaman kopi, menanam kopi di cuaca panas



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 19 February 2024 20:00

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG Perwakilan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina mengunjungi kantor redaksi blokBojonegoro.com (Blok Media Group/BMG), di BMG CoWorking Space, Jalan Semanding-Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 09 June 2024 15:00

    Santri Al Manshur Bulu, Dilatih Praktik Menulis Berita

    Santri Al Manshur Bulu, Dilatih Praktik Menulis Berita Untuk mempermudah kecakapan menulis berita, mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) Prodi PAI, Fakultas Tarbiyah, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri mengadakan rencana tindakan lanjut (RTL) dengan mereview hasil praktik menulis berita di...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat