10:00 . Selidiki Penyebab Kematian Remaja di Bojonegoro, Polisi Periksa 5 Saksi   |   08:00 . Hendak Konvoi, Ratusan Remaja di Bojonegoro Dihukum Dorong Motor   |   07:00 . Tersebar Diduga CCTV Detik-detik Remaja di Bojonegoro Dikejar 4 Motor Sebelum Meninggal   |   22:00 . Kisah Inspiratif Pembatik Gen Z Asal Temayang, Berdayakan Tetangga Melalui Usaha Rintisannya   |   21:00 . Ya Allah, Balita di Bojonegoro Meninggal Terlindas Truk   |   20:00 . Sebelum Dimakamkan, Jenazah Remaja yang Ditemukan Meninggal di Bojonegoro Diautopsi   |   19:00 . Kronologi Meninggalnya Remaja di Bojonegoro, Korban Dikejar dan Tabrak Pembatas Jalan, Polisi Terus Selidiki   |   18:00 . Setyo Wahono Adik Mensesneg Nyatakan Siap Maju Calon Bupati Bojonegoro   |   17:00 . Remaja di Bojonegoro Ditemukan Meninggal, Dikeroyok atau Kecelakaan?   |   16:00 . Bagaimana Pertanian Ekologis Ramah Lingkungan Mengubah Nasib Petani di Kabupaten Bojonegoro   |   15:00 . Satu Keluarga Hasilkan Cuan dari Olahan Tanaman Sekitar Rumah, Bisnis Makin Berkembang Berkat KUR   |   14:00 . Kisah Milenial Asal Bojonegoro Gunakan Satu Aplikasi Untuk Segala Kebutuhan   |   13:00 . Bayar Uang Kuliah Hingga Beli Pulsa, Belanja Bisa Lewat Fitur BRImo   |   12:00 . Bukan Suami Istri, Penghuni Kos Nakal Pondok Pinang Diamankan Satpol PP   |   09:00 . Hendak Konvoi, Ratusan Remaja di Bojonegoro Diamankan Polisi   |  
Mon, 15 July 2024
Jl. Desa Sambiroto, Kec. Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tutur Sesepuh

Asal Usul Desa Woro Kecamatan Kepohbaru

blokbojonegoro.com | Sunday, 29 October 2023 15:00

Asal Usul Desa Woro Kecamatan Kepohbaru

Kontributor: Sahdan

blokBojonegoro.com - Desa Woro, yang terletak di Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, memiliki kisah asal usul yang unik yang hingga saat ini masih menjadi bagian penting dalam sejarah dan identitas masyarakatnya.

Menurut cerita sesepuh Desa Woro, pada zaman penjajahan Belanda, desa ini belum memiliki nama. Saat itu, pasukan penjajah Belanda sering melakukan patroli di daerah sekitar desa. Ketika suara mobil tank penjajah terdengar di perbatasan desa, warga setempat merasa cemas dan prihatin. Mereka tahu bahwa serdadu Belanda sering menangkap penduduk pribumi untuk dijadikan budak dan dipaksa bekerja rodi, sehingga ketakutan pun menyelimuti mereka.

Pada tahun-tahun berikutnya, sekelompok warga pribumi berkumpul untuk membahas bagaimana menghadapi kemungkinan kedatangan penjajah Belanda. Karena pada masa itu, alat komunikasi yang modern belum ada, salah satu dari mereka memiliki gagasan brilian. Mereka memutuskan untuk menyiapkan kentongan di setiap rumah sebagai tanda peringatan. Ketika penjajah Belanda datang, kentongan-kentongan ini akan dibunyikan sebagai woro-woro, sebagai isyarat bahaya.

Tindakan ini membuktikan keberanian dan kecerdikan warga Desa Woro. Ketika serdadu Belanda tiba, warga dengan segera memukul kentongan-kentongan mereka untuk mengingatkan semua penduduk untuk meninggalkan rumah demi keselamatan mereka. Salah satu tentara dari Kerajaan Mataram yang tinggal di sana akhirnya diangkat sebagai pemimpin, dan dia mengatakan, "Deso iki takarani Deso Woro," yang berarti "Desa ini dinamai Desa Woro" dalam bahasa Jawa.

Kepala Desa Woro, Ahmad Awaludin, yang akrab disapa Mas Alut, mengungkapkan, "Awalnya, berawal dari sekelompok warga masyarakat yang berkumpul di perbatasan desa pada zaman penjajahan, mereka mencari cara untuk melindungi diri dari kemungkinan penangkapan oleh penjajah. Ide membuat kentongan sebagai woro-woro menjadi kunci keamanan mereka."

Sekretaris Desa Woro, Puji Lestari, menekankan pentingnya memahami kondisi geografis Desa Woro dalam perencanaan pembangunan dan penyelesaian masalah masyarakat. Desa Woro terletak 7 km ke arah utara dari kantor Kecamatan Kepohbaru, dan memiliki luas wilayah sekitar 226 hektar.

Desa Woro berbatasan dengan Desa Tlogorejo di sebelah utara, Desa Nglumber di sebelah selatan, Desa Sumberagung di sebelah barat, dan Desa Bumirejo di sebelah timur.

Desa Woro terbagi menjadi tiga dusun: Dusun Woro, Ngujo, dan Dusun Sidonganti. Terdapat 14 RT dan 3 RW di desa ini, dengan jumlah penduduk sekitar 2.610 jiwa, terdiri dari 1.332 penduduk perempuan dan 1.331 penduduk laki-laki.

Penting untuk dicatat bahwa seperti desa-desa sekitarnya, Desa Woro juga sangat tergantung pada iklim, dengan mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani.

Desa Woro, dengan cerita asal usulnya yang membangkitkan semangat kebersamaan dan keberanian, terus berkembang dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah dan budaya Kabupaten Bojonegoro. [sah/lis]

Tag : Asal, usul, desa



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 19 February 2024 20:00

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG Perwakilan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina mengunjungi kantor redaksi blokBojonegoro.com (Blok Media Group/BMG), di BMG CoWorking Space, Jalan Semanding-Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 09 June 2024 15:00

    Santri Al Manshur Bulu, Dilatih Praktik Menulis Berita

    Santri Al Manshur Bulu, Dilatih Praktik Menulis Berita Untuk mempermudah kecakapan menulis berita, mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) Prodi PAI, Fakultas Tarbiyah, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri mengadakan rencana tindakan lanjut (RTL) dengan mereview hasil praktik menulis berita di...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat