Muscab PPP Bojonegoro: Formatur Dipilih, Target Tambah Kursi di Pemilu 2029
Suasana pembukaan Muscab DPC PPP Bojonegoro (Foto: blokBojonegoro/M. Anang Febri)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bojonegoro hari ini menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-X di Kantor DPC PPP Bojonegoro, kawasan Jalan Panglima Polim, Minggu (14/6/2026).

Mengusung tema “Transformasi PPP untuk Indonesia, Perkuat Solidaritas Partai, Wujudkan Kemenangan di Pemilu 2029”, kegiatan tersebut dihadiri Ketua Majelis Syariah PPP Bojonegoro, Ketua Majelis Pertimbangan, Sekretaris DPW PPP Jawa Timur beserta rombongan, Ketua dan Sekretaris PAC PPP se-Kabupaten Bojonegoro, jajaran pengurus harian DPC, serta badan otonom partai seperti GPK.

Ketua DPC PPP Bojonegoro, H. Sunaryo Abuma’in, menjelaskan bahwa Muscab merupakan agenda organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali sebagai sarana penyegaran kepengurusan partai.



"Musyawarah cabang ini dilaksanakan setiap lima tahun sekali untuk penyegaran pengurus. Pesertanya terdiri dari pengurus anak cabang atau kecamatan, yakni ketua dan sekretaris PAC se-Kabupaten Bojonegoro, beserta pengurus DPC yang memiliki hak suara," ujarnya usai pembukaan Muscab X DPC PPP Bojonegoro.

Dalam Muscab kali ini, peserta tidak langsung memilih ketua baru, melainkan memilih tim formatur yang akan menyusun struktur kepengurusan DPC PPP Bojonegoro periode berikutnya.

"Hari ini pemilihannya hanya memilih tim formatur. Formatur itu terdiri dari perwakilan PAC sebanyak empat orang, satu orang dari DPC, satu orang dari DPW, dan satu orang unsur DPP, sehingga jumlahnya tujuh orang," kata ketua partai yang akrab disapa Mbah Naryo itu.

Ia menjelaskan, tujuh formatur tersebut nantinya bertugas menyusun kepengurusan lengkap, mulai dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara hingga unsur majelis-majelis partai.

"Formatur itulah yang nanti menyusun struktur kepengurusan mulai dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan seterusnya, termasuk majelis-majelis," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, M. Zainul Arifin, mengatakan Muscab merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan amanah organisasi setelah Muktamar dan Musyawarah Wilayah (Muswil) sesuai ketentuan AD/ART partai.



"Ini bagian dari rangkaian menjalankan amanah AD/ART. Setelah Muktamar dan Muswil, hari ini dilaksanakan Muscab di tingkat DPC PPP Bojonegoro," ungkapnya saat dijumpai awak media.

Menurut Zainul, semangat transformasi yang diusung PPP tidak hanya menyangkut perubahan organisasi, tetapi juga perubahan pola pikir dan sikap politik kader.

"Transformasi berarti perubahan. Mainstream-nya, sikap dan perilaku harus berubah serta membuka diri bagi kader-kader yang ada di Bojonegoro maupun secara nasional," tegasnya.

Ia menuturkan, PPP kini tidak hanya berfokus pada kalangan pesantren, tetapi juga membuka ruang bagi berbagai elemen masyarakat dan organisasi untuk bersama-sama membesarkan partai.

"Kita membuka diri dari kalangan organisasi perempuan, pemuda, HMI, PMII, Pemuda Pancasila maupun yang lainnya. Kita berharap mereka mau bersama-sama membesarkan PPP di wilayah masing-masing,” katanya.

Terkait kepemimpinan DPC PPP Bojonegoro ke depan, Zainul menegaskan proses penentuan ketua dilakukan melalui mekanisme formatur dan bukan melalui pemilihan langsung dalam Muscab.

"Kita tidak menarget siapa yang menjadi ketua karena mekanisme PPP berbeda. Melalui mekanisme formatur yang nantinya akan bermusyawarah untuk menata kepengurusan ke depan," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa hasil formatur merupakan kesepakatan awal yang masih harus mendapatkan keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.

"Formatur ini adalah kesepakatan bersama. Keputusan tetap ada di DPP. Formatur nantinya juga akan menjaring aspirasi dari PAC, pondok pesantren, serta berbagai organisasi kemasyarakatan," ujarnya.

Lebih lanjut, Zainul menargetkan PPP Bojonegoro mampu meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.

"Mau tidak mau, siap tidak siap, kader PPP Bojonegoro harus menambah kursi, baik di daerah maupun nasional. Target kita adalah kembali lolos parlemen dan memperkuat representasi politik PPP," tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat Bojonegoro untuk bersama-sama membangun PPP sebagai rumah besar umat Islam.

"Saya berpesan kepada warga Bojonegoro, mari bersama-sama kembali ke rumah besar umat Islam yaitu PPP. Semoga kehadiran PPP bisa membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Bojonegoro," pungkasnya. [feb/mad]