KPU Sosialisasikan Aturan Pemilu 2029 di Gerindra Bojonegoro, Sahudi: Kuota Perempuan Pasti Kami Penuhi
Pengurus DPC Partai Gerindra bersama Fraksi, dan jajaran KPU Bojonegoro usai giat sosialisasi (Foto: blokBojonegoro/M. Anang Febri)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro terus menggencarkan sosialisasi kepada partai politik menjelang Pemilu 2029. Kali ini, sosialisasi digelar di Kantor DPC Partai Gerindra Bojonegoro dengan fokus pada pemenuhan keterwakilan perempuan dan perkembangan kajian penataan daerah pemilihan (dapil), Selasa (23/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Bojonegoro, Ariel Sharon, menegaskan bahwa keterwakilan perempuan minimal 30 persen menjadi salah satu perhatian penting dalam persiapan Pemilu 2029.

"30 persen kuota perempuan ini menjadi perhatian. Kami berharap seluruh partai politik di Bojonegoro mulai mempersiapkan diri agar ketentuan tersebut dapat dipenuhi," tutur Ariel.

Selain membahas keterwakilan perempuan, KPU juga menyampaikan perkembangan kajian terkait kemungkinan penataan dapil pada pemilu mendatang. Kajian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menyesuaikan representasi politik dengan perkembangan jumlah penduduk di masing-masing wilayah.

KPU berharap partai politik mulai memahami berbagai regulasi dan tahapan pemilu sejak dini agar proses persiapan dapat berjalan lebih matang ketika tahapan resmi dimulai.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Partai Gerindra Bojonegoro, Sahudi, menyatakan pihaknya siap memenuhi ketentuan keterwakilan perempuan sebagaimana yang disosialisasikan KPU.

"Yang paling ditekankan tadi soal kuota 30 persen perempuan. Saya menangkap itu wajib dipenuhi. Kalau untuk Partai Gerindra sendiri, kuota 30 persen itu pasti kami penuhi setiap periode," kata Sahudi saat dijumpai blokBojonegoro.com usai agenda sosialisasi KPU di kantor DPC Gerindra Jl. Arief Rahman Hakim, SuKorejo, Bojonegoro. 

Menurutnya, keberadaan perempuan dalam politik tidak hanya sebatas memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga harus mendapat kesempatan yang sama untuk memenangkan kontestasi politik.

"Kuota perempuan ini bukan hanya untuk memenuhi persentase saja, tetapi juga berhak memenangkan pemilu. Buktinya di Gerindra ada Mbak Selly yang sudah tiga periode terpilih. Artinya perempuan juga mampu mendapatkan kepercayaan masyarakat," tegasnya.

Sahudi juga menyoroti pembahasan mengenai penataan dapil yang disampaikan KPU. Ia menyebut proses tersebut masih dalam tahap kajian dan akan mengikuti keputusan penyelenggara pemilu.

"Tadi kami juga sempat berdiskusi soal dapil. Yang pasti masih ada tahapan-tahapan yang harus dilalui dan tentu menjadi kewenangan KPU sebagai penyelenggara pemilu," ujarnya.

Meski Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi, Gerindra Bojonegoro mengaku mulai melakukan berbagai persiapan internal. Konsolidasi pengurus dan kader terus dilakukan untuk memperkuat kesiapan partai menghadapi agenda politik mendatang.

"Kami sudah jauh-jauh hari mempersiapkan pemilu yang akan datang. Kalau melihat tahapan KPU, waktunya tidak terasa lama. Karena itu kami mulai melakukan persiapan dari sekarang," pungkas Sahudi. [feb/mad]