Yudisium Pascasarjana UNUGIRI, Direktur: Ilmu Harus Memberi Kemanfaatan bagi Masyarakat
Yudisium mahasiswa magister tahun akademik 2025/2026 di ruang Smartclass, Kamis (3/9/2026).

Kontributor: Uul Lyatin

blokBojonegoro.com - Program Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menggelar yudisium mahasiswa magister tahun akademik 2025/2026 di ruang Smartclass, Kamis (3/9/2026). Kegiatan dihadiri Sekretaris Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI, Ketua Senat, jajaran rektorat, Direktur Pascasarjana, Ketua Program Studi, dosen, serta peserta yudisium.

Dua Mahasiswa Raih Penghargaan Penelitian Terbaik

Rangkaian yudisium diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Yudisium dan pengumuman mahasiswa dengan penelitian terbaik oleh Dr. Hamam Burhanuddin, M.Pd.I., selaku Kaprodi MPAI.

Penghargaan penelitian terbaik diberikan kepada Durrotun Niswah, M.Pd. dari Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) dan Iin Candrawati, M.H. dari Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah (MHES).

Penghargaan tersebut kemudian diserahkan secara simbolis bersama SK Yudisium kepada masing-masing perwakilan program studi.

Pemberian penghargaan menjadi bagian dari apresiasi Pascasarjana UNUGIRI terhadap capaian akademik mahasiswa, khususnya dalam menghasilkan penelitian sebagai salah satu bagian penting dari proses pendidikan jenjang magister.

Mahasiswa: Kemajuan Intelektual Perlu Berpijak pada Warisan 

Keilmuan Perwakilan mahasiswa, Siti Nur Afifah, menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya proses pendidikan. Dalam sambutannya, ia mengingatkan para lulusan mengenai pentingnya menjaga kesinambungan antara perkembangan intelektual dan warisan keilmuan yang telah berkembang sebelumnya.

“PR kita adalah bagaimana kita menjadi manusia yang terus maju tanpa meninggalkan legacy atau warisan pengetahuan klasik,” ungkapnya.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan perlu berjalan beriringan dengan penghargaan terhadap tradisi keilmuan. Dengan demikian, kemajuan intelektual tidak membuat seseorang kehilangan akar pengetahuan yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pendidikan.

Pesan tersebut menjadi refleksi bagi para lulusan untuk terus belajar dan mengembangkan kapasitas keilmuan setelah menyelesaikan pendidikan di Pascasarjana UNUGIRI.

Direktur Pascasarjana: Ilmu Harus Memberikan Kemanfaatan

Direktur Pascasarjana UNUGIRI, Dr. H.M. Ridwan Hambali, L.c., M.A., menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan akademik. Menurutnya, kelulusan justru menjadi awal bagi para lulusan untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar dalam mengamalkan ilmu dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Yudisium bukanlah akhir dari perjalanan akademik, tetapi awal dari tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan Pascasarjana tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi dapat digunakan untuk menghadirkan solusi dan kemanfaatan.

“Ilmu harus menjadi sarana untuk menghadirkan solusi, memberikan kemanfaatan, dan membawa perubahan positif di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Karena itu, para lulusan didorong untuk terus mengembangkan kapasitas akademik sekaligus mampu membaca persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Sekretaris BPP: Jadilah Intelektual yang Menyejukkan

Pesan kepada para lulusan juga disampaikan H. Kun Sucahyono, S.K.M., M.Kes., selaku Sekretaris BPP UNUGIRI. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan intelektual yang tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, khususnya tawazun, tasamuh, dan i’tidal.

Menurutnya, kapasitas intelektual yang dimiliki lulusan Pascasarjana harus dapat digunakan untuk membangun dialog dan menciptakan suasana yang sejuk di tengah masyarakat.

“Jadilah pemikir dan pemimpin yang menyejukkan, bukan menjadi provokator,” pesannya.

Ia berharap para lulusan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang memberikan solusi ketika menghadapi persoalan, bukan justru memperbesar perbedaan dan konflik.

“Gunakan ilmu yang dimiliki untuk membangun komunikasi dan dialog yang baik. Jangan sampai kecerdasan intelektual justru menjauhkan kita dari nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan,” lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan pada jenjang Pascasarjana tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga tanggung jawab moral dalam menggunakan ilmu di tengah kehidupan sosial.

Rangkaian kegiatan Yudisium Pascasarjana UNUGIRI kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Dr. Shofa Robbani, Lc., M.A., selaku Kaprodi MHES, serta lantunan Sholawat Bahriyah Kubro. [uul/mad]