22:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Merosot   |   21:00 . Gadai Mobil Meningkat Tajam Saat Pandemi   |   20:00 . H+2 Lebaran Pasien Postif Covid-19 Tambah 6   |   19:00 . 185 Juta Dianggarkan untuk Pembangunan 2 Makam TMP   |   17:00 . Terus Menyusut, Puluhan ASN Pemkab Bojonegoro Pensiun   |   16:00 . Pencurian Listrik Masih Marak, PLN UP3 Bojonegoro Merugi Rp928 Juta   |   14:00 . PLN Kembali Aktifkan Petugas Baca Meter   |   13:00 . BKPP Lakukan E-Formasi untuk Pengajuan Formasi CPNS 2020   |   13:00 . Cegah Covid 19, Disnakkan Semprot Disinfektan18 Pasar Hewan   |   11:00 . Buka Usaha Dari Bisnis Hantaran, Hasilnya Cukup Menjanjikan   |   10:00 . Musim Kemarau Bojonegoro Bakal Lebih Panjang Tahun 2020 ini   |   09:00 . H+2 Lebaran, Bojonegoro Dibayangi Hujan Petir Pada Malam   |   08:00 . Pelayanan Pegadaian Libur Sementara, Buka Kembali 26 Mei   |   07:00 . Cara Sederhana Meningkatkan Kekebalan Tubuh   |   22:00 . Modal 100 Ribu, Wanita ini Sukses Usaha Seblak dan Baso Aci Instan   |  
Mon, 25 May 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 25 July 2018 19:00

Waspadai Penyakit Ini Saat Perubahan Suhu

Waspadai Penyakit Ini Saat Perubahan Suhu

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Beberapa pekan terakhir beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bojonegoro mengalami suhu dingin yang tak seperti biasanya. Walapun beberapa hari sudah lebih baik, tetapi ada juga pada hari-hari tertentu kembali  sangat dingin lagi.

Perubahan suhu tersebut, terjadi  terutama pada sore, malam dan dini hari. Akibat kedinginan kulit bisa menjadi kering, kulit telapak kaki menjadi pecah-pecah, timbul pecah-pecah pada bibir dan kadang kala timbul mimisan. Jika suhu dingin terus berlangsung, tidak menutup kemungkinan akan terjadi penurunan suhu tubuh, tentu hal ini akan mengganggu masyarakat.

Selain itu, perubahan cuaca ekstrem ini akan berpengaruh terhadap daya tahan tubuh dan akan mudah terjangkit penyakit infeksi virus atau bakteri. Pada umumnya bisa berupa infeksi saluran pernafasan (flu), alergi kulit, asma. Bahkan jika tidak diantisipasi, penyakit tersebut bisa berlanjut menjadi infeksi pada paru.

"Perubahan penurunan suhu udara yang dingin ini perlu diantisipasi, agar tidak terjadi penyakit yang lebih parah walapun selama ini belum ada kasusnya," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati.

Untuk mensiasati udara dingin, ada baiknya menutupi badan supaya udara dingin yang menyengat tidak langsung terasa oleh kulit. Serta menerapkan hidup sehata dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan berolah raga minimal 30 menit dalam satu hari, agar tubuh semakin sehat.

"Percuma saja kita mengkonsumsi makanan yang bergizi jika tidak ditambah dengan sebuah olah raga, lantaran dengan 30 menit olahraga saja mempunyai dampak yang sangat banyak untuk tubuh maupun kesehatan," terang mantan Kepala RSUD Padangan ini.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau agar tidak keluar pada malam hari atau begadang dan juga harus cukup beristirahat. Sebab, jika ketiga konsep tersebut dipraktekan oleh masyarakat, akan berdampak positif kepada tubuh dan tentunya selalu bugar.

"Jangan lupa juga untuk mengecek kesehatan ke puskesmas atau dokter terdekat untuk menanggulangi sebuah penyakit sejak dini," tutup ibu dua anak ini.[din/lis]

Tag : pendidikan, penyakit


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat