14:00 . DPRD: Pemkab Harus Segera Cairkan Dana Hibah   |   13:00 . Puluhan Kasek Datangi DPRD, Ada Apa?   |   12:00 . Mengendalikan 'Cah Bagus'   |   11:00 . Selalu Ramai, Ternyata Ini Keistimewaan Geprek Alu   |   10:00 . Siapkan Mental, 14 Atlet Panahan Tanding di Pati   |   09:00 . Disdik Siapkan Rp756 Juta untuk Guru Daerah Terpencil   |   08:00 . Pohon Akasia di Baureno Mendadak Jadi Spot Foto Menarik   |   07:00 . 5 Cara Menghilangkan "Holiday Blues", Rasa Sedih Saat Liburan   |   22:00 . Kasi Pidsus Baru Komitmen Lanjutkan Kasus Inspektorat   |   21:00 . Bojonegoro Raih Predikat Kepatuhan dari Ombudsman RI   |   20:00 . Bejat Pria Ini Tega Cabuli Wanita di Temayang   |   19:00 . Sinergi Antar Field, Sahabat Pertamina Kunjungi Cepu Field   |   18:00 . Polres Bojonegoro Mendapatkan Status WBK dari Kemenpan RB   |   17:30 . Ada 3 Problem Pendidikan di Wilayah Hutan   |   17:00 . Kasi Pidsus Kejari Bojonegoro Agus Budiarto Diganti, Ini Penggantinya   |  
Tue, 11 December 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 08 August 2018 12:00

Wow...Lebih dari 400.000 Batang Rokok Ilegal Diamankan

Wow...Lebih dari 400.000 Batang Rokok Ilegal Diamankan

Kontributor: Candra Kurniawan

blokBojonegoro.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Bojonegoro, sejak 2017 telah melakukan operasi penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di Kota Ledre. Tercatat, ada 101 operasi penindakan dan mengamankan lebih dari 400.000 batang rokok ilegal.

Tercatat pada tahun 2017 ada 250.597 batang rokok ilegal dari 65 operasi penindakkan.Kemudian, pada semester pertama 2018 ada 195.760 batang rokok ilegal dari 36 operasi.

"Rokok ilegal yang diamankan berupa rokok yang tidak memiliki pita cukai atau tidak memiliki ijin dari kami," kata Plt Kepala Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Pratama Bojonegoro, Suparji kepada blokBojonegoro.com

Suparji menambahkan, rokok tanpa adanya pita cukai, dapat merusak stabilitas harga rokok.Selain itu, dengan tidak adanya pita cukai, juga tidak memberikan pendapatan bagi negara.

Melalui operasi pasar yang dilakukan pihak intelijen dari bea dan cukai, diharapkan mampu menekan peredaran rokok ilegal di Bojonegoro.

"Kita juga menekankan pada pedagang untuk tidak menjual atau membeli rokok ilegal lagi dan kami mengajak semua pihak untuk turut mencegah peredaran rokok ilegal dengan tidak menjual pita cukai sembarangan," harap Suparji. [wan/ito]

Tag : kantor, bea, cukai

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 05 December 2018 08:00

    BMG Buka Lowongan Reporter bB, Berikut Syaratnya!

    BMG Buka Lowongan Reporter bB, Berikut Syaratnya! erkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat belakangan ini dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 05 December 2018 21:00

    HMI Bojonegoro Gelar Seminar Anti Hoax

    HMI Bojonegoro Gelar Seminar Anti Hoax Di tengah serbuan informasi di era digital ini, millenials menghadapi tantangan baru dalam memerangi berita hoax. Sebagai populasi yang paling banyak di Indonesia, sudah sepatutnya generasi muda bisa memilah mana...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more