16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |   15:00 . Pilanggede 2 Tahun Berturut-Turut Dapat Penghargaan   |   14:00 . Gubernur Serahkan Penghargaan ke Kades Pilanggede   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 06 February 2019 15:30

Mahasiswa UGM Kunjungi Lapangan Banyuurip, ini yang Mereka Dapatkan

Mahasiswa UGM Kunjungi Lapangan Banyuurip, ini yang Mereka Dapatkan

Reporter: Parto Sasmito
 
blokBojonegoro.com - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Society Petroleum Engineers (SPE), melakukan kunjungan ke Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu. Rombongan ini disambut dengan baik oleh pihak ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Kamis (7/2/2019).
 
“Kami ingin mendapatkan industry engagement langsung yang berhubungan dengan industri migas,” ujar Vice President SPE, Yoga Hanindito Dharmawan.
 
Yoga menyampaikan, kegiatan hari ini disampaikan dengan apik karena telah menjawab seluruh keingintahuan mereka tentang industri minyak dan gas (migas). Sebagai organisasi yang beranggotakan mahasiswa dari jurusan teknik geodesi, geofisika, mesin, dan kimia, kunjungan ini memberikan pandangan jelas tentang bagaimana mengelola lapangan migas.
 
“Kami bisa mengetahui secara umum overview dari Lapangan Banyu Urip dari mulai pendirian, pengembangan hingga adanya lapangan baru yaitu Kedung Keris,” imbuh Yoga.
 
Kunjungan ini bagi Yoga dan anggota SPE yang lain sangat membantu mereka dalam memahami perminyakan. Terlebih, tidak ada anggota SPE yang memiliki latar belakang teknik perminyakan.
 
Vice President EMCL, Muhammad Nurdin mengatakan pihaknya sangat terbuka jika mahasiswa datang berkunjung untuk belajar tentang Lapangan Banyu Urip. Nurdin berharap mahasiswa dapat termotivasi untuk bekerja di industri migas dan mengembangkan inovasi untuk eksplorasi energi di Indonesia.
 
“Kini, kita menghadapi kondisi lapangan yang semakin challenging. Kunci nya adalah analytical skill,  menguasai IT, dan humble,” terang Nurdin.
 
Nurdin berpesan, mahasiswa harus aktif mencari ilmu dengan berorganisasi sehingga mampu menganalisis dan memecahkan masalah. Kemampuan itu menurut dia tidak akan bisa didapatkan hanya dengan duduk mendengarkan di kelas.
 
“Seperti di Rumania, semua proses produksi sudah menggunakan teknologi canggih. Selain kemampuan analisis, penguasaan teknologi informasi juga penting,” tambahnya.
 
Kedua keterampilan tersebut bagi Nurdin juga harus dibarengi dengan rasa rendah hati dan kemauan belajar yang tinggi.[ito/mu]

Tag : Emcl, banyuurip

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat