20:00 . Hari Gizi Nasional, MI Darul Ulum Gelar Lomba Mewarnai se-Karisidenan   |   18:00 . Tak Hanya Bupati, Dua Anggota Dewan Juga Tinjau Tanggul Jebol Kedungprimpen   |   16:00 . Setelah NU Banyuwangi dan Sidoarjo, Giliran Rijalul Ansor NU Bojonegoro Dukung Gus Muhaimin   |   15:00 . EMCL Bersama Mitra Gelar LPJ Pembangunan Instalasi Air Bersih   |   14:00 . Pemkab Rencanakan Pengadaan Pompa Air di Lebaksari   |   13:00 . Tinjau Lokasi Jebolnya Tanggul Kali Avur, Bupati Minta Segera Dinormalisasi   |   12:00 . Kemendag Lepas Ekspor Olahan Sorgum Produk Unggulan Desa   |   11:00 . Latar Belakang Gunung Rengel, Jembatan TBT Cocok Buat Spot Foto   |   09:00 . Bengawan Solo Masih Siaga 1, Tren Turun Cepat   |   07:00 . Journaling Benarkah Bagus untuk Kesehatan Mental?   |   18:00 . Tanah Samping Kali Avour Longsor, Ratusan Hektar Sawah Terendam   |   18:00 . Video Tanggul Sungai di Kanor Jebol   |   17:00 . Inilah Juara Turnamen Bulu Tangkis Piala Bupati Ormada Bojonegoro   |   16:00 . Tanggul Jebol, Beberapa Desa di Kanor Terkena Dampak   |   15:00 . Dinpora Berharap Mahasiswa Bojonegoro Lebih Mencintai Daerah   |  
Sun, 23 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Penerima Beasiswa Banyu Urip Gelar Pertemuan Online

blokbojonegoro.com | Thursday, 09 July 2020 19:00

Penerima Beasiswa Banyu Urip Gelar Pertemuan Online

Reporter: Parto Sasmito
 
blokBojonegoro.com – Mahasiswa penerima Beasiswa Banyu Urip yang diinisiasi oleh operator Lapangan Minyak Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan didukung penuh oleh SKK Migas menggelar pertemuan Dalam Jaringan (Daring) dalam rangka menjalin persahabatan dan berbagi, Rabu (9/7/2020).

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dalam rangka mentaati himbauan pemerintah untuk mengurangi kontak langsung sehingga semua tetap dalam lindungan, aman dan terhindar dari penularan pandemi COVID-19.
 
Sebanyak sepuluh penerima Beasiswa Banyu Urip yang merupakan putra-putri berprestasi asal Bumi Angling Dharma ini, bersama dengan manajemen EMCL dan Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB), melakukan sesi ramah tamah dan berbagi banyak pengalaman mengenai suka duka perkuliahan hingga perjuangan mereka untuk meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) di bangku perguruan tinggi.

Hadir mewakili EMCL, Ichwan Arifin, Beta Wicaksono, dan Rexy Mawardijaya, serta Muhammad Roqib sebagai fasilitator pertemuan sekaligus pendamping program Beasiswa Banyu Urip dari YKIB berbagi banyak ilmu lintas generasi.
 
Salah satu pengalaman yang dibagikan oleh para mahasiswa penerima Beasiswa Banyu Urip dalam sesi pertemuan ini adalah perjuangan mereka melakukan adaptasi di kampus ketika menjadi mahasiswa baru. Salah satu kebangkitan yang luar biasa datang dari Nur Hanafi, salah seorang penerima beasiswa yang berasal dari Desa Beged, Kecamatan Gayam.

Di semester sebelumnya, Hanafi mengaku sempat mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan perkuliahan sehingga mempengaruhi perolehan nilai IPKnya. Awalnya, sulit untuk menyesuaikan diri di perkuliahan karena pola belajarnya yang berbeda antara sekolah di bangku SMA dengan kuliah.

"Di semester selanjutnya saya sudah bisa menyesuaikan diri dan mengejar nilai yang sempat tertinggal di semester lalu,” ungkap Hanafi.
 
Tak hanya Hanafi, penerima beasiswa lain juga berbagi kesibukan mereka ketika berkuliah sebelum terjadi pandemi dan diputuskan untuk berkuliah secara daring dari rumah masing-masing. Putri Patricia misalnya, penerima Beasiswa Banyu Urip asal Kecamatan Ngasem yang mengambil jurusan Teknik Sipil di Universitas Brawijaya ini aktif dalam berbagai organisasi dan juga kegiatan perlombaan seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Di samping itu, Putri juga berhasil meraih IPK sempurna (4,00) di semester tiga ini.

“Sebelumnya, saya mengikuti perlombaan PKM mewakili Universitas Brawijaya di kancah nasional. Tema yang diambil tentang material,” ujar Putri.
 
Mewakili manajemen EMCL, Ichwan Arifin menyampaikan banyak hal terkait perkuliahan, salah satunya adalah tentang bagaimana menjadi mahasiswa tak sekadar mencari ilmu diatas kertas namun menjadikan kampus sebagai media untuk berproses. Ichwan aktif menghimbau para penerima mahasiswa untuk mengembangkan bakat tak hanya di perkuliahan saja namun di kegiatan-kegiatan kampus lain seperti berorganisasi. Ia juga mendorong adik-adik untuk aktif menulis tentang pengalaman mereka meraih Beasiswa Banyu Urip.
 
Ichwan mengungkapkan, program Beasiswa Banyu Urip ini adalah bagian kecil dari implementasi visi EMCL sebagai operator Lapangan Banyu Urip.

“Kami di EMCL bekerja untuk hari ini dan masa depan. Tidak hanya berfokus pada penyediaan energi tetapi kami juga berkontribusi dalam mempersiapkan generasi masa depan, salah satunya dengan terus mendorong putra-putri berprestasi di Kabupaten Bojonegoro untuk terus beinovasi dan berkarya,” tutur Ichwan.
 
Sebagai penutup, Beta Wicaksono, perwakilan EMCL yang turut hadir dalam pertemuan ini menyampaikan bahwa di era globalisasi ini, pemuda tidak boleh terjebak pada cakupan pola pikir yang sempit. “Satu pesan saya, jangan patah semangat," pesannya.

Menurut Beta, menjadi baik tidak diukur dengan perolehan nilai diatas kertas saja namun bagaiamana seseorang bertindak secara sosial dan kemasyarakatan. "Kegiatan pertemuan ini nantinya akan dilakukan secara rutin sehingga komunikasi para penerima Beasiswa Banyu Urip dapat terjalin dengan baik," pungkasnya. [ito/lis]

Tag : emcl, beasiswa, yikb, bojonegoro, siswa



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat