11:00 . Manajemen Persibo Banding Atas Putusan Komdis   |   10:30 . Umar: Sanksi Komdis ke Persibo Tak Fair, Kita Dicurangi   |   08:00 . Persibo Bojonegoro Diberikan Sanksi Komdis PSSI Jatim   |   07:00 . Mengenal Tantrum Anak, Serta Bagaimana Cara Menanganinya   |   21:00 . Kemendag: Pasokan Kedelai Cukup untuk Natal dan Tahun Baru   |   19:00 . Kasur Busa Jadi Tren, Pengusaha Kasur Kapas Bertahan untuk Tetap Ada   |   18:00 . Antisipasi Lonjakan Covid Jelang Nataru, Stok Plasma Konvalesen di Bojonegoro Terpantau Aman   |   16:00 . Pemkab Salurkan BLTD Penanganan Kemiskinan Ekstrim di Bojonegoro   |   15:00 . Dilewati Dump Truk, Jembatan Penghubung Desa Sumbertlaseh Ambruk   |   14:00 . Menang 1-0, Boromania Antusias Sambut Kedatangan Tim Persibo   |   11:00 . HUT ke-38, SMP Negeri Kapas Tonjolkan Rakitan Sepeda Energi Listrik   |   07:00 . Jangan Cukur Bulu Kemaluan Saat Vagina Sedang Dalam Kondisi Begini   |   18:00 . Persibo Bojonegoro Melaju ke Babak 16 Besar   |   17:00 . Program Rantang Kasih Moe Tingkatkan Gizi Lansia   |   16:00 . Awal Bulan Harga Emas 24 Karat Antam Terjun   |  
Sat, 04 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sejahterakan Petani, DPRD Godog Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

blokbojonegoro.com | Saturday, 10 October 2020 11:00

Sejahterakan Petani, DPRD Godog Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Selain daerah penghasil migas, Kabupaten Bojonegoro juga disebut daerah agraris dengan lahan pertanian yang luas.

Sebagai wujud mensejahterakan petani Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro mulai menggodog Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.

Ketua komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi mengungkapkan, keinginan yang mendasar dari perumusan Raperda sebenarnya adalah meningkatkan marwah, martabat, kehormatan dan harga diri petani. Serta Menciptakan rasa bangga menjadi petani.

"Untuk itu diperlukan jaminan kesejahteraan petani terutama dari segi finansial, agar petani serta generasi muda sebagai penerus bersemangat menjadi petani," ungkapnya selalu Komisi B yang penggagas Rapeda tersebut.

Politisi perempuan Partai Gerindra itu menjelaskan, perlindungan petani itu yang dimaksudkan, segala upaya membantu petani dalam menghadapi permasalahan atau kesulitan memperoleh prasarana dan sarana produksi. Termasuk kepastian usaha, resiko harga, kegagalan panen, praktek ekonomi biaya tinggi serta perubahan iklim.

Selain itu lanjut Sally, pemberdayaan petani merupakan segala upaya meningkatkan kemampuan petani dalam melaksanakan tata usaha tani yang lebih baik. Bentuk pemberdayaan petani diantaranya melalui pendidikan dan pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan.

"Pemberdayaan petani lainnya mulai pengembangan sistem dan sarana pemasaran hasil pertanian, konsolidasi dan jaminan luasan lahan pertanian, kemudahan akses ilmu pengetahuan teknologi dan informasi, penyediaan akses pembiayaan serta penguatan kelembagaan petani," terangnya saat Forum Group Discusion (FGD) I di Mbah Dalang resto Dander, Sabtu (10/10/2020).

Sementara itu anggota Komisi B lainnya, Donny Bayu Setiawan menambahkan, beberapa hal yang menjadi permasalahan petani sudah dinventarisir, mulai petani kesulitan memperoleh sarana produksi, kendala pembiayaan usaha tani dan terkendala akses permodalan.

Belum permasalahan lain yang dihadapi petani seperti perubahan iklim, kerentanan bencana alam dan Resiko gagal panen. Kesulitan mengakses inovasi bidang pertanian, sistem pasar yang tidak berpihak petani dan insentif untuk petani (irigasi). Serta belum ada kepastian beasiswa untuk anak petani dan belum berjalannya Regenerasi petani muda.

"Bahkan belum berjalannya penguatan kelembagaan kelompok wanita tani, terbatasnya Ketersediaan lahan pertanian, kesuburan tanah yang terus menurun dan juga jaminan harga hasil pertanian," papar polisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Diharapkan Donny, Raperda ini jangan sampai kontraproduktif dengan aturan di atasnya, harus implikatif (bisa diterapkan) dan harus integratif atau singkron dengan raperda-raperda lainnya yang terkait.

"Sebab Raperda atau aturan yang dibuat itu tidak menghambat investasi dan harus mengakomodir kelokalan (lokal wisdom)," pungkasnya yang juga ketua Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Kabupaten Bojonegoro. [zid/mu]

Tag : petani



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 22 November 2021 14:00

    Resensi

    Dibalik Buku 00.00

    Dibalik Buku 00.00 Buku judul 00.00 merupakan karya kedua dari Anugrah Ameylia Falensia atau yang kerap dikenal dengan panggilan Amey atau cumi oleh teman-teman maupun para teman pembacanya....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more