10:00 . Perjalanan 100 Tahun   |   09:00 . Live: Resepsi Puncak 1 Abad NU   |   07:00 . Hindari, 4 Kebiasaan Kecil yang Menguras Energi dalam Pikiran   |   20:00 . Alasan Remaja Perlu Aktif di Masjid   |   19:00 . Pencarian Hari ke-6, Korban Belum Ditemukan   |   18:00 . 430 PKD Bojonegoro Dilantik   |   14:00 . Perpres Media Sustainability, Ikhtiar untuk Ekosistem Pers Berkeadilan   |   13:00 . Wacana Kenaikan BPIH, Wamenag RI: Kenaikan Biayanya Tak Banyak   |   11:00 . Kemenag Terbitkan Rencana Perjalanan Haji 2023, Ini Rangkaiannya   |   10:00 . Satu Abad NU, PC ISNU dan PC PMII Bojonegoro Gelar Istighotsah Bersama   |   09:00 . Berikut Kumpulan Link Twibbon 1 Abad NU, Tinggal Klik!!   |   08:00 . Meriahnya Gemerlap Thamrin Bojonegoro   |   07:00 . Tanpa Disadari, 7 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Kita Dibenci Orang Lain   |   23:00 . Ratusan Santri dan Wali TPQ Annur Doakan NU Jaya   |   20:00 . Drone Malam Gemerlap Thamrin Bojonegoro   |  
Tue, 07 February 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Waspada...!!! Penipuan Berkedok Sumbangan Tempat Ibadah

blokbojonegoro.com | Tuesday, 29 June 2021 10:00

Waspada...!!! Penipuan Berkedok Sumbangan Tempat Ibadah

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Penipuan berkedok sumbangan pembangunan rumah ibadah masih terjadi di Kabupaten Bojonegoro, salah satunya terjadi di Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Senin (28/6/2021).

Oknum tak bertanggungjawab mengatasnamakan Masjid Desa Sekaran untuk melakukan aksi permohonan bantuan dana fiktif di Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Kasus tersebut terungkap saat salah satu warga Kecamatan Soko menghubungi Sekertaris Desa Sekaran terkait adanya surat permohonan sumbangan untuk masjid.

Saat dikonfirmasi blokBojonegoro.com, Sekertaris Desa Sekaran, Tamiran membenarkan adanya penipuan berkedok sumbangan pembangunan masjid untuk desanya.

"Dapat informasi dari teman yang tinggal di Kecamatan Soko, disebutkan ada oknum yang mengirim surat untuk meminta sumbangan pembangunan masjid Desa Sekaran," jelas Tamiran.

Lebih lanjut, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, baik proposal maupun surat tugas seluruhannya palsu. Mulai dari nama masjid hingga nama Kepala Desa.

Dalam proposal nama masjid tertera 'Nurul Rohim', sedangkan nama masjid Desa Sekaran adalah 'Roudlotul Huda'. Kemudian nama Kepala Desa disebutkan dalam surat 'Bambang, S, Ag', sementara nama Kepala Desa Sekaran adalah 'Kunafah'.

Untuk itu dirinya berpesan agar masyarakat berhati-hati jika menjumpai proposal permohonan dana yang mengatasnamakan Masjid Desa Sekaran seperti yang telah diungkapkan.

"Kasus seperti ini perlu diwaspadai oleh masyarakat luas agar jeli melihat mana yang fiktif dan yang tidak. Seperti dengan cara melakukan cek terhadap suratnya," tandasnya. [lin/mu]

 

Tag : penipuan berkedok sumbangan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 24 January 2023 08:00

    Manfaat Belajar Matematika

    Manfaat Belajar Matematika Matematika adalah ilmu pengetahuan yang banyak membahas tentang angka dan bilangan. Materinya yang sulit dipahami dan banyaknya rumus yang harus diingat, membuat tidak semua orang menyukai matematika, bahkan membencinya. Dibutuhkan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 23 December 2022 12:00

    Pengumuman Lelang Terbuka

    Pengumuman Lelang Terbuka Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, PT. Asri Dharma Sejahtera Tahun 2022, dengan ini tim pengadaan jasa kontruksi melakukan lelang terbuka dengan kualifikasi pekerjaan sebagai berikut...

    read more