09:00 . Kawula Muda, Yuk Ikuti Dance Competition Ngelenyer Piala Bupati Bojonegoro 2022   |   08:00 . Bupati Anna Terbitkan SE Jam Kerja Terbaru Bagi Para ASN Pemkab Bojonegoro   |   07:00 . Jangan Marahi Anak yang Berbohong, Begini 3 Langkah Menghadapinya   |   20:00 . Tim Pemberdayaan Sahabat Pertamina Pamerkan Karya Lansia Produktif   |   19:00 . Hari Ini Cabor Atletik Sumbang Medali Emas, Perak dan Perunggu   |   18:00 . 41 Guru Terima SK PPPK Kemenag Bojonegoro   |   15:00 . Kerjasama Perhutani dan Kimia Farma Surabaya Gelar Vaksinasi untuk Masyarakat Umum   |   14:00 . PDM Bojonegoro Tetapkan 10 Dzulhijjah Jatuh 9 Juli 2022   |   12:00 . Satpol PP Jatim Beri Pelatihan Satgas Linmas Wilayah Bakorwil Bojonegoro   |   08:00 . PBNU Tetapkan Awal Dzulhijjah 1 Juli 2022   |   07:00 . Stres Selama Kehamilan Pengaruhi Jenis Kelamin Anak, Ini   |   17:00 . Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa   |   16:00 . Penentuan Idul Adha, LFNU Bojonegoro Menunggu Hasil Istbat   |   15:00 . Bojonegoro Siap Jika Ditunjuk Sebagai Pemilik Aset Jembatan Glendeng   |   14:00 . Tahun Ajaran Baru Segera Dimulai, Bersiap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar   |  
Fri, 01 July 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tren Naiknya Angka Penderita Covid-19 Perlu Diwaspadai

blokbojonegoro.com | Wednesday, 17 November 2021 20:30

Tren Naiknya Angka Penderita Covid-19 Perlu Diwaspadai Ilustrasi Covid-19. (Okezonenasional.com)

 

Reporter: M.Yazid

blokBojonegoro.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan bahwa saat ini kenaikan kasus mulai terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan mewaspadai kenaikan kasus COVID-19. 

"Pemerintah mengajak masyarakat untuk tidak lengah dan tahan kenaikan kasus yang terjadi. Ayo kita turunkan kasus COVID-19. Kira harus bisa menahan lagu kenaikan ini sebelum menjadi parah," ujar Menkominfo, Rabu (17/11/2021). 

Johnny juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta pengawasan terhadap daerah yang mengalami tren kenaikan kasus konfirmasi untuk terus diperketat. 

Berdasarkan laporan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, penambahan kasus positif mencapai 347 pasien hingga Selasa (16/11/2021). Dengan demikian, total kasus COVID-19 di Indonesia secara kumulatif sejak 2 Maret 2020 menjadi 4.251.423 kasus. Sehari sebelumnya yaitu  pada Senin (15/11/2021), kasus positif harian juga bertambah sebanyak 221 orang. Dengan demikian, ada penambahan sebanyak 126 orang positif COVID-19 dari Senin hingga Selasa. 

Menkominfo juga menambahkan, kasus baru COVID-19 di Indonesia yang mengalami kenaikan dibarengi dengan bertambahnya jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Pada Selasa (16/11/2021), terdapat penambahan 19 pasien COVID-19 yang masuk Wisma Atlet. Sehingga, kini rumah sakit darurat itu menampung total 215 pasien. 

Masih menurut Johnny, kenaikan kasus COVID-19 itu dibarengi dengan peningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit rujukan di Jawa-Bali. "Jangan anggap remeh setiap kenaikan kasus, jangan tunggu besar baru bertindak. Mari kita semua awasi. Tahan kenaikan kasus dengan jaga protokol kesehatan," ujarnya. 

Sementara itu, Epidemiolog Kamaluddin Latief menilai kenaikan kasus di tanah air terjadi karena tingkat kepatuhan terhadap protokol yang mulai menurun. Di saat yang sama, ada peningkatan mobilitas antar wilayah maupun di dalam wilayah sendiri. Data kasus harian yang melandai, menurutnya membuat banyak orang merasa COVID-19 sudah hilang.

"Hal ini yang selalu diingatkan epidemiolog bahwa pandemi belum usai dan ancaman gelombang ke-3 ada di depan mata dengan tren kasus di banyak negara maupun meluasnya varian delta," tegas Kamal.

Dia berpendapat, cara paling ampuh untuk menekan kasus adalah dengan mematuhi protokol kesehatan, meningkatkan cakupan vaksinasi. Menurutnya, jika tren kasus masih naik bahkan hingga tak terkendali, maka pembatasan mobilitas harus dilakukan, terutama saat libur panjang. 

"Tentu hal tersebut keputusan yang tidak populis tapi mesti diambil untuk melindungi masyarakat kita," ujar Kamal.

Tag : Nasional, angka, covid



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat