13:00 . Archipelago Food Festival Pertama Hadir di Kota Ledre   |   07:00 . Orangtua, Yuk Kenali Arti Pola Asuh Strict Parents Beserta 10 Tanda-tandanya   |   17:00 . Puluhan Medali Berhasil Dibawa Pulang Kontingen Bojonegoro   |   16:00 . Kemenag RI Terbitkan Panduan Pelaksanaan Salat Iduladha dan Penyembelihan Kurban   |   14:00 . Amalan-Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah dan Keutamaannya   |   10:00 . Harga Daging Sapi Turun, Pedagang Malah Keluhkan Sepi Pembeli   |   09:00 . BPN Bojonegoro Gelar Acara Pisah Sambut Pejabat Administrator   |   08:00 . Dinkes Bojonegoro Bentuk Pelayanan PSC 119   |   20:00 . Cabor Horseback Archery Bojonegoro Tambah Satu Emas di Porprov Exhibition Jatim   |   19:00 . Mendag Zulhas: Dorong Produk UKM Indonesia Tembus Pasar Timur Tengah   |   18:00 . Sempat Tertunda Akibat Pandemi, Turnamen Sablon Cup III Kembali Digelar   |   17:00 . HUT AMPI Ke-44, Pengurus DPD AMPI Bojonegoro Resmi Dikukuhkan   |   16:00 . Begini Cara Mendaftar MyPertamina dengan Ponsel   |   10:00 . Puskesmas Tanggapi Curhatan Warga di Instagram Terkait Penanganan Sang Kakek   |   09:00 . Ruwatan Massal di Bojonegoro Kembali Digelar, Ini Jadwalnya   |  
Mon, 04 July 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Hebatnya Dampak Musik pada Otak, Memulihkan Kondisi Otak yang Alami Kerusakan Neurologis

blokbojonegoro.com | Saturday, 20 November 2021 07:00

Hebatnya Dampak Musik pada Otak, Memulihkan Kondisi Otak yang Alami Kerusakan Neurologis *Minum kopi sambil mendengarkan musik. (Elements Envato)

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Musik memiliki efek yang sangat kuat terhadap otak manusia. Menyanyi, memainkan alat musik, atau mendengarkan musik, telah terbukti mengaktifkan berbagai area otak yang mengontrol ucapan, gerakan dan kognisi, memori dan emosi. Seringkali semua itu aktif secara bersamaan.

Riset juga membuktikan bahwa secara fisik musik dapat meningkatkan materi otak, yang dapat membantu otak memperbaiki diri.

Bahkan, musik memiliki dampak yang bagus pada penderita masalah otak. Misalnya, ada bukti menunjukkan bahwa musik mampu membuat orang yang mengalami kerusakan otak dan kehilangan kemampuan bicara bisa bernyanyi saat musik dimainkan.

Efek kuat dari musik ini membuat peneliti ingin menyelidiki apakah musik dapat digunakan untuk mengobati banyak kondisi neurologis, seperti stroke, penyakit Parkinson, atau cedera otak. Salah satu pengobatan yang saat ini sedang diselidiki untuk digunakan adalah terapi musik neurologis.

Berdasarkan The Conversation, terapi musik neurologis bekerja hampir seperti fisioterapi atau terapi wicara, yang tujuannya untuk membantu pasien mengelola gejala sehingga bisa berfungsi dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Sesi terapi menggunakan latihan musik atau ritmis untuk membantu pasien mendapatkan kembali keterampilan fungsional. Misalnya, pasien yang belajar kembali berjalan setelah kecelakaan atau trauma mungkin berjalan mengikuti irama musik.

Sejauh ini, hasil terapi musik neurologis pada penderita stroke sudah menjanjikan. Pasien bisa memulihkan kemampuan mereka dalam berbicara, berjalan, dan menggerakkan anggota tubuh.

Para peneliti juga telah menyelidiki apakah terapi musik neurologis dapat mengobati gangguan gerakan lainnya, seperti penyakit Parkinson.

Hasilnya, terapi ini terbukti meningkatkan kemampuan berjalan dan mengurangi saat-saat kondisi "membeku" (ketidakmampuan melakukan gerakan fisik sementara yang tidak disengaja) pada pasien Parkinson.

Menurut peneliti doktor dalam Terapi Musik Neurologis di Universitas brighton, Inggris, terapi ini berhasil karena musik dapat mengaktifkan dan menyimulasikan begitu banyak bagian otak secara bersamaan.

Untuk pasien dengan kondisi neurologis, seringkali koneksi di otak yang menyebabkan masalah, bukan area tertentu pada otak itu sendiri.

Penelitian menunjukkan musik secara unik dapat membentuk koneksi baru di otak. Mendengarkan musik juga meningkatkan perbaikan neuron daripada aktivitas lain.

Mendengarkan buku audio juga sangat bagus karena dapat memicu otak untuk berfungsi lebih baik dan membangun koneksi baru.

Musik juga diyakini memiliki efek jangka panjang. Bahkam, peneliti yakin otak musisi sebenarnya terhubung secara lebih baik daripada orang yang tidak bermain musik. Ini mungkin penting bagi orang dengan kondisi neurologis, karena musik dapat membantu memperbaiki koneksi yang rusak seiring waktu.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat