22:00 . Mendag: Sukses Beradaptasi, Bisnis Waralaba Jadi Tuan di Negeri Sendiri   |   21:00 . Satpol PP Bojonegoro Raih Penghargaan dari Kemendagri   |   20:00 . Pemkab Bojonegoro Gelar Sosialisasi Pemekaran Desa Sukorejo   |   19:00 . Persibo Ajukan PK, Laga Mitra Surabaya kontra Deltras Sidoarjo Ditunda   |   18:30 . Selamat..! Ponpes Attanwir Dapat Penghargaan Eco Pesantren dari Gubernur Jatim   |   18:00 . Awas...!! Tanggul Bengawan Solo Ambles   |   15:00 . Menjelang Nataru, Harga Daging Ayam di Bojonegoro Naik   |   14:00 . Grafik Harga Emas UBS Hari ini Terpantau Naik   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ikuti Penilaian Evaluasi Program Menuju Smart City 2021   |   09:00 . Akhir Tahun, Ada 2.551 Janda Baru di Bojonegoro   |   07:00 . Jangan Dimarahi, Ini 5 Tips Membentuk Kepribadian Anak yang Disiplin   |   23:00 . Kecewa Putusan Komisi Banding PSSI, Persibo Bojonegoro Ajukan PK   |   19:00 . Dinas PMD Bojonegoro Sosialisasi Pemekaran Desa Napis   |   18:00 . Larangan Penjualan Minyak Curah, Begini Respon Masyarakat Bojonegoro   |   17:00 . Rapat Senat Terbuka Wisuda III/XXV, UNU Sunan Giri Hadirkan Ketua PBNU Bidang Pendidikan   |  
Wed, 08 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Ketua Umum IDAI Ungkap Tantangan Terbesar Kesehatan Anak Indonesia

blokbojonegoro.com | Sunday, 21 November 2021 07:00

Ketua Umum IDAI Ungkap Tantangan Terbesar Kesehatan Anak Indonesia Para pengurus dan anggota IDAI. (Foto: antaranews.com)

 

Reporter: --

blokBojonegoro.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah melantik dan meresmikan dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI untuk periode 2021-2024 di kantor Pengurus Pusat IDAI.

Dalam sambutannya, Piprim mengungkapkan hal terkait rencananya di bidang kesehatan anak.

“Saat ini kita sedang menuju Sustainable Development Goal (SDG) dan juga menuju Indonesia Emas 2045 khususnya pada poin ketiga yaitu Good Health and Wellbeing (Kesehatan yang baik dan Kesejahteraan)," kata Piprim dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/11/21).

Hal tersebut selaras dengan tujuan IDAI untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan anak dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. 

Dengan demikian, IDAI bersama dengan International Pediatric Association (IPA), Asia Pacific Pediatric Association (APPA) dan Kementerian Kesehatan bekerja sama untuk memperkuat kesehatan anak-anak Indonesia.

1. IDAI berupaya bantu capai tujuan Program Nasional di Bidang Kesehatan Anak.

Konsultan jantung anak itu mengatakan tengah berupaya untuk mencapai tujuan Program Nasional Kesehatan demi kesejahteraan anak-anak Indonesia.

"Tujuan kesehatan anak ini merupakan tujuan besar dan membutuhkan waktu yang panjang untuk dicapai. Kita sedang bertempur melawan morbiditas dan mortalitas bayi dan anak Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan dan kesehatan anak," kata Piprim.

"Dengan rasa persatuan dan kesatuan, serta komunikasi yang rutin di IDAI Pusat dan Cabang, maka kami berharap dapat memantau lebih detail perkembangan kesehatan anak di Indonesia guna menyiapkan langkah proaktif untuk membantu," lanjutnya. 

2. Menkes harap IDAI terus dukung Program Nasional Kemenkes.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berpesan kepada IDAI untuk terus mendukung Program Nasional Kemenkes di bidang kesehatan dan kesejahteraan anak.

"Sesuai dengan visi misi Presiden RI di bidang kesehatan yaitu di antaranya penurunan Angka Kematian Bayi dan Balita (AKB), pencegahan stunting, peningkatan pengendalian penyakit baik menular maupun tidak menular," kata Budi.

"Serta penguatan Health Security untuk penanganan pandemi, penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), serta peningkatan sistem kesehatan nasional," lanjutnya. 

3. Masalah kesehatan pada anak akibat pandemi.

"Sangat jelas bahwa anak-anak juga mengalami dampak yang berat selama pandemi, terutama yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan. Kita tentu tidak menginginkan hal ini terjadi lagi. Kita perlu berubah bersama, berbenah, dan mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi," kata Aman. 

Selain itu, adanya masalah kesenjangan terkait akses pelayanan kesehatan di tiap wilayah Indonesia yang akhirnya memengaruhi angka kematian bayi.

4. Masalah kesehatan anak harus ditangani oleh banyak pihak

Aman juga mengatakan untuk menangani masalah pada anak memerlukan kerja sama oleh banyak pihak terkait.

"Hal ini akan bisa dicapai dengan kerja sama yang baik antar semua pihak, karena masalah kesehatan di Indonesia terutama yang terkait dengan anak merupakan masalah multifaktorial yang perlu melibatkan aspek medis, sosial, ekonomi, politik, dan emosional untuk mengatasinya,” kata Aman.

 

Sumber: antaranews.com

 

 

Tag : Kesehatan, anak, Indonesia



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 06 December 2021 12:00

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi Gunung Semeru atau dikenal dengan Mahameru, yang ada di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, dilaporkan meletus pada Sabtu, 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more