16:00 . Dewan Pengupahan Rencanakan Kenaikan UMK 2023 Sebesar 3,4 Persen   |   13:00 . Desainer Yustin Mariani Bangga Rancangannya Tampil di BNFF   |   20:00 . Minibus Adu Banteng dengan Truk, Satu Orang Meninggal   |   19:00 . Pintu Air Waduk Pacal Macet, BPBD Terus Berkoordinasi BBWS Cegah Potensi Banjir Susulan   |   18:00 . Bupati Anna Resmikan Pasar Burung Bagi Para Bird Lovers   |   16:00 . Student Agency, Tantangan Guru Masa Kini   |   15:00 . Lagi Turun, Harga Antam Dijual Mulai Rp539.500   |   13:00 . Hujan, Ini Tips Saat Berkendara dengan Motor   |   19:00 . Viral Pengantin Nikah Saat Banjir, Netizen: Doa Mantan Terkabulkan   |   18:00 . Viral, Warga Sukosewu Langsungkan Pernikahan di Tengah Banjir   |   15:00 . Ini Tips Tetap Bugar dan Tingkatkan Imun Ala Tirta Ayu Spa   |   13:00 . Pernikahan Dini Marak, APPA dan PA Bojonegoro Bersinergi Bersama   |   11:00 . Inilah Nama Pemenang Fashion Street Fruit and Veggie Competition   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Insan UPG dari KPK   |   09:00 . Teknologi Informasi dan Komunikasi Berkembang, Jurnalis Harus Adaptasi dengan Tantangan   |  
Tue, 29 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Jebakan Tikus di Rengel Tuban Makan Korban

blokbojonegoro.com | Tuesday, 22 June 2021 08:00

Jebakan Tikus di Rengel Tuban Makan Korban

Reporter: Khoirul Huda /blokTuban.com

blokBojonegoro.com – Jebakan tikus sawah dengan menggunakan strum listrik sering memakan korban. Namun, upaya membasmi hama tikus dengan cara seperti itu masih menjadi pilihan sebagian petani. Barangkali dibutuhkan cara lain untuk membasmi hama tikus dengan cara yang lebih aman namun efektif.

Sepanjang tahun 2020, di Kabupaten Bojonegoro setidaknya ada 7 nyawa melayang gara-gara jebakan tikus. Bahkan pada Oktober 2020 jebakan tikus petani yang adai di Dusun Prijek, Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor menewaskan nyawa sekeluarga 4 orang yang terdiri dari ayah, ibu anak pertama dan terakhir. Alhasil petani yang memasang jebakan tikus ini harus dikurung penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dilansir dari blokTuban.com, kasus terbaru, terjadi di Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Petani setempat geger saat ditemukan seorang pria meninggal dunia di pematang sawah, Senin (21/6/2021) lalu.

Informasi yang dihimpun blokTuban.com, pria nahas tersebut diketahui bernama Moh. Irfan (27) warga Jalan Karang Tengah, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Diduga kuat korban meninggal dunia lantaran tersengat aliran listrik jebakan tikus. Sebab, saat ditemukan kondisi korban terlentang di pematang sawah dengan tangan kanan memegang kabel aliran listrik jebakan tikus.

"Korban ditemukan tergeletak meningal dunia dengan posisi terlentang menghadap ke atas, kepala korban berada di sebelah barat dengan tangan kanan memegang kabel yang digunakan untuk menyetrum tikus," terang Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP M. Adhi Makayasa.

Kasat menambahkan, berdasarkan keterangan dari saksi, kronologi ditemukannya korban itu berawal sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, saksi bernama Dasan (54) warga Desa Sawahan, Kecamatan Rengel sedang ke sawah.

Sesampainya di sawah, saksi melihat ada seorang pria tergeletak di bawah pematang sawah milik Sunarto warga Desa Sawahan, Kecamatan Rengel.

Melihat hal itu, saksi kemudian memberitahukan apa yang dilihatnya tersebut kepada Subambang (45) petani lain yang berada di lokasi kejadian.

"Saksi kemudian mengecek kondisi korban yang masih tergeletak, setelah dicek ternyata korban sudah meningal dunia," imbuh Kasat.

Selanjutnya, saksi melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa setempat yang kemudian dilanjutkan ke Polsek Rengel.

Mendapatkan laporan kejadian itu, petugas langsung mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi, memintakan VER Jenazah, melakukan lidik untuk mencari keluarga korban dan membawa jenazah korban ke RSUD. dr Koesma Tuban. [hud/mu]

 

Tag : petani, sawah, padi, jebakan tikus



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat