18:00 . Kaesang Harap Milenial di Bojonegoro Merapat ke Setyo Wahono   |   09:00 . Gandeng KEPPK Nasional Kemenkes RI, LPPM STIKes Rajekwesi Bojonegoro Gelar EDL dan SIM EPK   |   08:00 . Lebih 100 Peserta Sudah Daftarkan Diri Ikut Jatim Media Summit 2024   |   06:00 . Sekjen PBNU: Jangan Pilih Calon yang Intervensi NU   |   21:00 . Tanggapi Isu Nurul Azizah Akan “Dikuningkan”, Mitroatin: Kami Terbuka   |   18:00 . 11 Remaja Diringkus Polisi, Diduga Terlibat atas Kematian Remaja di Bojonegoro   |   17:00 . Golkar Bojonegoro Manuver ke Wahono-Nurul, Batal Usung Anna Muawanah   |   15:00 . DPP PBB Turut Berikan Rekomendasi ke Pasangan Wahono-Nurul   |   07:00 . Kehadiran Agen BRILink Permudah Transaksi Keuangan Masyarakat di Desa   |   14:00 . 120.687 Ton Alokasi Pupuk Subsidi untuk Bojonegoro, Sebagian Belum Tersalurkan   |   13:00 . Ketika Bakso Pangkalan Makin Modern Bayarnya Bisa Pakai QRIS   |   09:00 . Dikenal Ulet, Pedagang Kelontong New Pasar.id Banjarejo Dapat Reward dari BRI   |   08:00 . Pelaku Usaha Terbantu Berkat KUR BRI, Kini Punya 5 Cabang Laundry di Bojonegoro   |   22:00 . 30 Pemuda Bojonegoro ikuti Workshop On The Street di Solo   |   20:00 . Perfomance Foklore Bojonegoro Thengul International Foklore Festival 2024   |  
Thu, 25 July 2024
Jl. Desa Sambiroto, Kec. Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Curah Hujan Tinggi, Tanaman Petani Banyak yang Mati

blokbojonegoro.com | Friday, 25 June 2021 20:00

Curah Hujan Tinggi, Tanaman Petani Banyak yang Mati

Kontributor : Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Bulan Juni curah hujan masih tinggi, setiap hari hujan masih turun hingga menyebabkan tanaman para petani mati. Menurut pantauan awak media blokBojonegoro.com hampir semua petani di daerah selatan Bojonegoro mengeluhkan hal ini. 

Suprapto petani tembakau asal Desa Sendangharjo, Kecamatan Tambakrejo mengatakan, tanaman tembakau miliknya yang sudah berumur 20 hari mati akibat curah hujan yang terlalu tinggi. Sawah yang ditanami tembakau berjumlah 6500 bibit itu ludes mati akibat terendam air.

"Sudah dipupuk satu kali namun memasuki bulan Juni curah hujan sangat tinggi hingga menyebabkan tanaman tembakau saya menguning lalu mati," ujar pria setengah abad itu.

Dia juga mengatakan, kini tanaman tembakau miliknya ditimbun tanah untuk ditanami tembakau lagi. Bahkan dirinya harus merelakan modal awal yang mencapai hampir Rp2 juta yang meliputi modal beli bibit, tukang bajak dan tukang tanam hingga pupuk.

"Ini saya timbun untuk di tanami kembali, namun menunggu kalau sudah tidak hujan lagi, kalau masih hujan di tanami lagi takutnya mati lagi tanaman tembakau yang di tanam," ujarnya.

Wakimin petani asal Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon juga mengatakan hal yang sama, tanaman cabai miliknya juga mati akibat terendam air hujan berhari-hari. Padahal tanaman cabe miliknya sudah berumur hampir 2 bulan akibat curah hujan tinggi cabai miliknya mati.

"Seminggu hujan turun terus menerus dan curah hujannya deras, tidak hanya tanaman cabe di sawah namun jagung juga mati menguning," ujar bapak dua anak itu.

Dia menambahkan, dalam keadaan ini para petani belum ada solusi untuk menangani cuaca yang berubah-ubah seperti saat ini, Dia berharap semoga kedepannya ada uluran tangan dari pemerintah untuk menyelesaikan hal ini agar tidak ada gagal panen.

"Tahun-tahun sebelumya kalau sudah bulan Juli akhir biasanya cabai milik saya sudah mulai panen, namun kini banyak yang menguning mati, bahkan tetangga saya ada yang tanam jagung hingga tiga kali mati terus akibat sawahnya terendam air hujan," tutupnya.[her/col]

 

 

Tag : Peristiwa, mati, tanaman, petani



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 18 July 2024 14:00

    2 UKM UNUGIRI Bojonegoro Kunjungi Redaksi bB

    2 UKM UNUGIRI Bojonegoro Kunjungi Redaksi bB Suasana Kamis (18/7/2024) di Jalan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, banyak mahasiswa yang mengenakan seragam warna abu-abu dan hijau, berkumpul di D'Konco Cafe (Blok Media Group) yang juga satu...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat